Kirab Budaya Ancak Agung Jember 2026 Satukan Umat Lintas Agama pada Momen Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI

JEMBER, 23 Agustus 2026 – Suasana penuh kekhidmatan dan kegembiraan menyelimuti Kabupaten Jember saat ribuan warga memadati pergelaran Kirab Budaya Ancak Agung 2026 pada Sabtu (22/8/2026) sore. Tradisi tahunan religi dan kebudayaan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dipimpin langsung oleh Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., iring-iringan peserta menempuh rute dari kawasan Jalan Gajah Mada—tepatnya pertigaan Jalan Kenangan—menuju pusat kegiatan di Alun-Alun Jember. Perhelatan ini diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), institusi pendidikan, pemerintah desa, komunitas seni, hingga masyarakat umum.
Harmonisasi Religi, Kemerdekaan, dan Toleransi Lintas Iman
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pergelaran Ancak Agung 2026 mengandung tiga esensi utama, yaitu ungkapan cinta dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, serta pelestarian warisan tradisi leluhur. Selain memimpin jalannya kirab, Bupati hadir didampingi Wakapolres Jember Kompol Anthonio Effan Sulaiman, S.I.K., M.A., serta jajaran tokoh lintas agama dan kepercayaan.
Keberagaman peserta dari unsur umat Islam, Nasrani, Katolik, Hindu, hingga penghayat kepercayaan mencerminkan kuatnya ukhuwah dan kerukunan di Kabupaten Jember. Dalam momentum tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait turut mengenakan syal Palestina sebagai simbol penegakan nilai kemanusiaan universal.
“Ancak Agung merupakan tradisi budaya masyarakat Jember yang menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW. Tradisi ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan toleransi. Tidak hanya umat Islam, tetapi juga saudara-saudara kita dari Nasrani, Katolik, Hindu, dan penghayat kepercayaan,” – Bupati Fawait.
Bupati menambahkan bahwa pemakaian syal Palestina menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa sesuai amanat UUD 1945, sekaligus menunjukkan komitmen Jember dalam merawat toleransi serta perdamaian bagi Indonesia dan dunia.
Arak 527 Gunungan dan Targetkan Rekor Suwar-Suwir 3,7 Meter
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan lompatan partisipasi yang signifikan dengan target pemecahan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus, yakni kategori kuantitas peserta ancak terbanyak dan besaran tumpeng suwar-suwir. Sebanyak 527 ancak ditampilkan dan diarak sepanjang rute, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang menghadirkan 499 ancak.
Daya tarik utama perhelatan ini tertuju pada ancak tumpeng raksasa setinggi 3,7 meter yang disusun dari 1.600 bungkus suwar-suwir. Konsep ini menjadi panggung promosi bagi kuliner legendaris khas Jember dalam balutan karya seni dan budaya. Saat ini, proses verifikasi dan penghitungan peserta secara resmi tengah dirampungkan oleh tim MURI.
Tak sekadar menjadi parade visual, kirab ini mengedepankan aksi sosial nyata. Salah satunya diwujudkan melalui gunungan hasil bumi persembahan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember. Usai prosesi kirab, aneka hasil bumi tersebut dibagikan secara langsung kepada masyarakat. Sekretaris Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Sri Rahayu Wilujeng, S.E., M.M., menyatakan bahwa pembagian berkah hasil bumi merupakan implementasi konkret dari nilai kepedulian sosial, rasa syukur, serta gotong royong untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Sinergi Birokrasi dan Pelestarian Warisan Budaya
Kelancaran ajang berskala besar yang mengumpulkan konsentrasi massa masif ini didukung oleh kerja sama solid lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, meliputi Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Organisasi, dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Jember.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Rachman Hidayat, S.Sos., menyatakan bahwa dukungan optimal seluruh jajaran perangkat daerah bertujuan memastikan agenda daerah ini dapat terlaksana secara tertib, aman, dan lancar sebagai perwujudan syukur dan upaya merawat budaya leluhur. Apresiasi senada disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, S.E., Ak. Menurutnya, partisipasi aktif institusi pemerintahan dalam Ancak Agung 2026 menjadi media untuk mempererat soliditas dan jiwa korsa aparatur di luar tugas kedinasan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas.
Kirab Ancak Agung 2026 sukses menjadi representasi harmoni antara nilai keagamaan, kearifan lokal, serta soliditas sosial masyarakat Jember. Sinergi berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memastikan tradisi ini terus lestari sebagai identitas kebanggaan daerah bagi generasi mendatang.



