Kirab Ancak Agung Jember 2026 Raih Rekor MURI Lewat Parade Ratusan Gunungan Hasil Bumi

JEMBER, 23 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mencatatkan sejarah kebudayaan melalui pergelaran akbar Kirab Budaya Ancak Agung 2026 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Jember pada Sabtu (22/8/2026) sore. Tradisi tahunan ini diselenggarakan secara kolaboratif dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Arak-arakan kirab dilepas secara resmi dan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan tokoh lintas agama. Mengambil rute dari Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember Nusantara, agenda berskala besar ini berhasil menorehkan pencapaian rekor baru Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui persembahan ratusan hingga 1.000 ancak hasil bumi serta keterlibatan puluhan ribu masyarakat.
Catatkan Rekor MURI dan Promosikan Kuliner Khas Daerah
Penyelenggaraan Ancak Agung tahun ini mencatatkan lonjakan partisipasi yang signifikan dengan terdaftarnya 527 hingga 1.000 ancak dari berbagai penjuru wilayah. Capaian ini secara resmi memecahkan rekor MURI daerah sebelumnya yang mencatatkan 449 hingga 499 peserta pada tahun 2025. Gunungan hasil bumi yang diarak membawa makna mendalam sebagai representasi rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil pertanian yang melimpah.
Selain kuantitas gunungan, perhelatan ini memukau publik lewat penampilan ancak tertinggi yang mencapai 3,7 meter. Gunungan raksasa tersebut dirangkai secara artistik menggunakan 1.600 bungkus suwar-suwir, makanan tradisional legendaris yang menjadi identitas kuliner khas Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Jember, Sutiyoso, S.H., M.H., menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pencatatan rekor ini sebagai wujud nyata pelestarian kearifan lokal. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Ancak Agung 2026. Kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terlihat dalam kegiatan ini menjadi nilai positif yang perlu terus dijaga,” ujar Sutiyoso.
Panggung Harmoni Religi dan Toleransi Lintas Agama
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa Ancak Agung menjadi sarana strategis untuk merajut persatuan dan membendung potensi perpecahan di tengah kemajemukan masyarakat. Perayaan keagamaan ini diikuti oleh berbagai elemen lintas iman dan kepercayaan, meliputi umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta penghayat kepercayaan.
“Kalau berbicara budaya, berbicara Indonesia, sudah tidak ada sekat golongan, tidak ada sekat partai politik, tidak ada sekat suku, bahkan tidak ada sekat agama. Kita berkumpul menjadi satu saudara-saudara untuk membuktikan bahwa kalau berbicara NKRI, berbicara Indonesia, kita semua kompak. Masyarakat Jember tidak bisa diadu domba,” tegas Bupati Fawait di hadapan ribuan warga.
Sebagai bagian dari rangkaian spiritual, agenda ini dilengkapi dengan pelaksanaan Khatmil Quran serentak di 31 kecamatan se-Kabupaten Jember serta ditutup dengan pembacaan selawat akbar bersama Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan, kemakmuran, dan kedamaian bangsa Indonesia.
Sinergi Lintas Sektor dan Partisipasi Luas Masyarakat
Suksesnya perhelatan akbar ini merupakan buah kolaborasi solid antara jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, puskesmas, rumah sakit, institusi pendidikan (SD, SMP, SMA), Laskar Sholawat Nusantara (LSN), pihak swasta, hingga komunitas seni yang didukung oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember.
Dukungan nyata ditunjukkan oleh berbagai wilayah kecamatan, di antaranya Kecamatan Tempurejo, Sukorambi, Bangsalsari, dan Jelbuk. Plt. Camat Bangsalsari, Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., menyatakan bahwa kegiatan keagamaan dan kebangsaan ini menjadi sarana strategis dalam mempererat tali silaturahmi serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal senada disampaikan oleh Camat Tempurejo, Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., dan Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., yang menekankan bahwa Ancak Agung menjadi simbol persatuan dan ruang pelestarian budaya yang melibatkan seluruh lapisan warga secara inklusif. Sementara itu, Plt. Camat Jelbuk, Bawa Wicaksono A., S.TP., menilai bahwa nilai utama dari kegiatan ini melampaui pencapaian rekor, yakni tumbuhnya semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
Antusiasme juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang memadati jalur kirab. Siti Nurhasanah (37), salah seorang warga, mengaku bangga menyaksikan kemeriahan kirab dan berharap tradisi ini rutin digelar agar kekayaan budaya Jember tetap dikenal dan diwarisi oleh generasi muda.
Penyelenggaraan Kirab Akbar Ancak Agung 2026 menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengintegrasikan nilai-nilai religi, pelestarian warisan budaya lokal, serta penguatan kerukunan sosial sebagai fondasi pembangunan daerah yang harmonis dan berdaya saing.



