Tembus Pelosok hingga Perkotaan, Program Homecare Hadir dari Pintu ke Pintu untuk Warga Rentan

JEMBER, 22 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung ke akar rumput melalui program unggulan Homecare Jember. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), gerakan pelayanan jemput bola ini dilaksanakan secara masif dan terintegrasi di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok lereng pegunungan, guna memastikan kelompok rentan, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil risiko tinggi, dan balita mendapatkan penanganan medis serta pendampingan sosial yang layak tanpa hambatan jarak maupun biaya.

Pelaksanaan program strategis ini tidak hanya mengandalkan tenaga medis puskesmas, melainkan mengedepankan kolaborasi lintas perangkat daerah (OPD) sebagai pengampu wilayah, pemerintah kecamatan, kelurahan/desa, Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT), TP PKK, Babinsa, hingga kader Posyandu. Pendekatan terpadu dari pintu ke pintu ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir secara nyata dan responsif di tengah masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor Kawal Tumbuh Kembang Balita, Stunting, dan Ibu Hamil Risiko Tinggi

Di kawasan perkotaan, penjangkauan dilakukan secara intensif di Kecamatan Kaliwates pada Kamis (20/8/2026). Mulai pukul 09.00 WIB, Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho bersama jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Jember, Puskesmas Kaliwates, Lurah Tegal Besar Maria Hardajanti, serta kader kesehatan menyambangi tiga sasaran prioritas di Kelurahan Tegal Besar. Ketiganya meliputi Lilik Fathul Jannah (lansia sekaligus pengasuh Yayasan Raudlatul Akbar), Kiara Anggi Hurasih (ibu hamil risiko tinggi berusia 21 tahun), dan M. Rama Mahardika (balita berusia 1 tahun dengan kondisi stunting).

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Kabupaten Jember, Erwin Prasetyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendampingan lapangan tersebut menjadi pijakan penting dalam merumuskan perencanaan pembangunan kesehatan berbasis data riil dan intervensi penurunan stunting. Dokter Puskesmas Kaliwates, dr. Mellinia Wahyuning Dyas, menambahkan bahwa pemeriksaan langsung dan edukasi keluarga sangat efektif untuk mendeteksi serta memantau kondisi pasien berisiko sejak dini.

Pada hari yang sama, Kamis (20/8/2026) pukul 15.00 WIB, pelayanan jemput bola berlanjut di RW 022 Lingkungan Sawahan Cantikan, Kelurahan Kepatihan. Tim medis Puskesmas Jember Kidul bersama Kasi PMKS Kelurahan Kepatihan M. Hatta Fathoni, Babinsa Sertu Jumawan, dan kader Posyandu memantau kondisi balita Disti (4) dan Muzaya (2), serta memeriksa Yasin (35), seorang penyandang disabilitas. Petugas juga memasang stiker pemantauan di rumah warga sebagai tanda pencatatan berkala. Ayah Yasin, Mawi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas kemudahan akses pengobatan tanpa harus menempuh perjalanan ke fasilitas kesehatan.

Sinergi instansi berlanjut pada Jumat (21/8/2026), saat Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember selaku pengampu wilayah mendampingi Puskesmas Karangduren dan Puskesmas Balung. Kepala Diskopumdag Jember Dra. Sartini, M.M., memimpin tim mendatangi warga bernama Latifah di Mahoni 7, Balung Lor–Karang Anyar, serta memberikan pendampingan intensif bagi seorang ibu hamil berusia 42 tahun dengan riwayat keguguran. Sebelumnya, pendampingan serupa di wilayah Karangduren juga telah dilaksanakan Diskopumdag bersama puskesmas setempat pada Kamis (20/8/2026).

Menembus Lereng Argopuro dan Medan Terjal Demi Kesehatan Lansia

Penjangkauan layanan kesehatan juga berhasil merambah medan berat di wilayah terpencil. Pada Rabu (19/8/2026), UPTD Puskesmas Tanggul dipimpin langsung Kepala UPTD drg. Ari W bersama Camat Tanggul Fariqul Mashudi, S.Sos., PKK, dan kader Posyandu menembus jalur terjal Dusun Kali Tengah, Desa Manggisan, di lereng Gunung Argopuro. Tim memeriksa Mbah Muni (90), seorang lansia dengan keterbatasan akses transportasi. Pemeriksaan menyeluruh mencakup tensi darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat menunjukkan hasil normal. Kehadiran tim di lereng pegunungan dinilai warga setempat, Samito, sangat meringankan beban masyarakat yang biasanya harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp100.000 untuk berobat ke pusat kecamatan.

Komitmen serupa ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Silo pada Kamis (20/8/2026). Camat Silo Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E., bersama Tim Medis Puskesmas Silo 1 dan Pemerintah Desa Sempolan turun langsung ke Dusun Krajan guna memeriksa kesehatan, membagikan obat, serta memberikan edukasi pola hidup sehat bagi Mbah Dulla, lansia yang membutuhkan intervensi medis di kediamannya.

Integrasi Bantuan Sosial dan Evaluasi Mobilitas Lapangan

Program Homecare turut mengintegrasikan penanganan medis dengan pemenuhan kebutuhan sosial. Di Kecamatan Arjasa, menyusul rapat koordinasi pada Rabu (19/8/2026), tim gabungan langsung bergerak mengunjungi lansia dengan Kartu Keluarga (KK) tunggal di Desa Darsono. Menghadapi jalur sempit yang sulit dilalui kendaraan roda empat, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setda Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos., mengevaluasi pentingnya penggunaan kendaraan yang lebih fleksibel demi efisiensi waktu mobilisasi. Pada kesempatan yang sama, Camat Arjasa Andri Purnomo, S.T., M.Si., menginstruksikan Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT) berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyalurkan alat bantu jalan berupa tongkat bagi lansia tersebut.

Sementara itu, di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, pelayanan dari pintu ke pintu digelar pada Kamis (20/8/2026). Tim Homecare yang dipimpin Camat Ajung Muhammad Sifak Beni Kurniawan bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember selaku pejabat pengampu wilayah menyambangi sejumlah lansia penderita penyakit kronis menahun. Selain pemeriksaan tanda vital dan kepatuhan minum obat oleh Puskesmas Ajung, TP PKK dan tim respons terpadu menyalurkan paket nutrisi tambahan serta kebutuhan pokok untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga rentan.

Rangkaian aksi jemput bola yang bergulir di berbagai wilayah membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam meruntuhkan sekat geografis serta keterbatasan fisik warga. Melalui evaluasi lapangan yang adaptif dan keterpaduan lintas instansi, Program Homecare memperkuat fondasi pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan humanis di Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button