Sambangi Pelajar Lewat Bunga Desaku, Bupati Jember Dorong Pemanfaatan Beasiswa Cinta Bergema dan Cegah Pernikahan Dini

JEMBER, 1 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah guna mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Melalui program inovatif “Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan” (Bunga Desaku), Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., turun langsung memberikan pembinaan karakter, menyosialisasikan program beasiswa, serta mengampanyekan pencegahan pernikahan dini kepada ratusan pelajar di Kecamatan Sukorambi pada Minggu (28/6/2026) dan Kecamatan Sumberjambe pada Senin (29/6/2026).
Program ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus memastikan akses informasi terkait pendidikan tersampaikan secara merata hingga ke tingkat akar rumput. Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta, Kepala Dinas Pendidikan Arief Tjahyono, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Penny Artha Medya, Camat Sukorambi Musyaffa, serta jajaran guru dan tokoh masyarakat setempat.
Perluas Akses Pendidikan Tinggi Melalui Beasiswa Cinta Bergema
Dalam kunjungannya di SMP Negeri 1 Sukorambi yang dihadiri sekitar 500 siswa dari SMP Negeri Sukorambi dan SMP Syarif Hidayatullah, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait memberikan motivasi langsung berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia membagikan kisahnya yang lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana di desa, namun berhasil mengemban amanah sebagai bupati berkat tekad yang kuat dalam menempuh pendidikan.
Untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang, Pemkab Jember secara resmi memperkenalkan Program Beasiswa Cinta Bergema. Program ini disiapkan agar putra-putri daerah memiliki kesempatan luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan Beasiswa Cinta Bergema agar anak-anak Jember memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kami ingin memastikan tidak ada generasi muda yang mengubur mimpinya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Bupati Fawait di hadapan para pelajar.
Edukasi Bahaya Pernikahan Dini dan Pencegahan Stunting
Selain memotivasi siswa meraih cita-cita, fokus utama lain dari program Bunga Desaku di ranah pendidikan adalah menekan angka perkawinan anak dan mencegah stunting. Saat memimpin apel di SMP Negeri 1 Sumberjambe, Bupati memaparkan bahwa sesuai ketentuan, usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun, namun secara medis dan kesiapan mental, usia ideal adalah minimal 21 tahun.
Bupati Fawait menjelaskan bahwa pernikahan pada usia remaja membawa berbagai dampak negatif, mulai dari tingginya risiko putus sekolah, terhambatnya pencapaian cita-cita, ketidaksiapan emosional yang memicu konflik keluarga, hingga risiko kesehatan saat kehamilan. Lebih jauh, menekan angka pernikahan dini berkorelasi langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam menurunkan risiko lahirnya anak stunting.
Para pelajar diimbau untuk bijak bermedia sosial, menjaga pergaulan, dan berani menolak perilaku berisiko. Peran aktif orang tua dan guru juga ditekankan sebagai kunci untuk mendampingi masa tumbuh kembang remaja melalui komunikasi yang terbuka.
Sinergi Lintas Sektor dan Antusiasme Pelajar
Langkah jemput bola Pemkab Jember ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para siswa. Novida, siswi kelas VIII E sekaligus anggota OSIS SMPN 1 Sumberjambe, mengaku sangat terkesan dengan kehadiran langsung kepala daerah. Ia menyebut motivasi dari Bupati membuat para siswa merasa diperhatikan dan semakin bersemangat untuk meraih cita-cita.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menyatakan bahwa kegiatan Bunga Desa adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. “Kehadiran Bupati di tengah-tengah siswa menjadi motivasi agar mereka semakin semangat belajar, berkarakter, dan memiliki mimpi besar untuk masa depannya,” ujarnya. Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., yang menilai interaksi langsung antara pembuat kebijakan dan pelajar ini memberikan harapan nyata bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.



