Serap Aspirasi Melalui Bunga Desaku, Bupati Jember Siapkan Insentif Modal hingga Kemudahan Izin Usaha

JEMBER, 1 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam membangun perekonomian berbasis masyarakat di tingkat perdesaan. Melalui program unggulan “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., turun langsung menyerap aspirasi sekaligus membawa berbagai program strategis demi memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang keliling (mlijo), pedagang kaki lima (PKL), serta kelompok tani.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara maraton di dua wilayah, yakni Kecamatan Sukorambi pada Minggu, 28 Juni 2026, dan Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe pada Senin, 29 Juni 2026. Pendekatan partisipatif ini dihadirkan untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan yang dirumuskan oleh pemerintah daerah benar-benar berdampak nyata dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Insentif Bunga Pinjaman dan Rangkaian Program Unggulan Daerah
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kecamatan Sukorambi, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait mengumumkan sebuah kebijakan strategis yang direncanakan meluncur pada tahun 2027. Pemkab Jember tengah menyiapkan insentif berupa pembebasan bunga pinjaman bagi para pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Direncanakan pada tahun 2027 akan ada program insentif bunga pinjaman bagi mlijo dan UMKM. Bunga pinjamannya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” ujar Bupati Fawait di hadapan para peserta dialog.
Selain rencana program insentif permodalan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Jember lainnya yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Di sektor penguatan usaha mikro dan peningkatan daya saing produk lokal di tingkat desa, pemerintah daerah mengandalkan Program Mlijo Cinta serta Program Gerobak Cinta yang memberikan bantuan pelatihan bagi para pelaku usaha kecil.
Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, Pemkab Jember juga mengintegrasikan program pelayanan publik di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. Program-program tersebut meliputi Universal Health Coverage (UHC) untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis berkualitas, Beasiswa Cinta Bergema sebagai bentuk motivasi dan dukungan akses pendidikan bagi generasi muda, serta Peta Cinta yang dirancang sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pelayanan pemerintah daerah di berbagai bidang.
Dekatkan Layanan Perizinan dan Potong Jalur Birokrasi di Desa
Kehadiran Pemkab Jember dalam program Bunga Desaku tidak hanya membawa program bantuan, tetapi juga membawa solusi administratif secara langsung. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember hadir di lapangan untuk memangkas jalur birokrasi dan mendekatkan layanan perizinan langsung ke tengah masyarakat perdesaan. Sektor perizinan yang cepat, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong kemudahan berusaha dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si., menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan legalitas usaha masyarakat dapat difasilitasi dengan mudah tanpa perlu menempuh jarak jauh ke pusat kota. Melalui program ini, para pelaku UMKM mendapatkan kemudahan akses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal demi memperluas akses permodalan yang lebih luas.
“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui Bunga Desaku, kami menyerap keluhan para pelaku usaha mikro dan petani di Sukorambi terkait perizinan. Target kami jelas, mempermudah pengurusan izin usaha agar UMKM kita bisa naik kelas dan mendapat akses permodalan yang lebih luas,” terang Isnaini Dwi Susanti di sela-sela kegiatan.
Untuk mendukung kelancaran administrasi di lapangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember juga turut bergerak melakukan registrasi berbasis data terhadap seluruh pelaku UMKM, PKL, dan mlijo yang hadir dalam forum tersebut.
Sinergi Lintas Sektor dan Ruang Dialog Terbuka Bagi Masyarakat
Program Bunga Desaku didesain menjadi ruang dialog terbuka yang menghadirkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu lokasi. Strategi lintas sektoral ini memungkinkan setiap masukan dari masyarakat—mulai dari kendala akses permodalan, pemasaran produk lokal, stabilitas harga komoditas pertanian, hingga penguatan kelembagaan usaha—dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti secara cepat tanpa proses birokrasi yang panjang.
Pertemuan di Kantor Kecamatan Sukorambi dihadiri langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Sekretariat Daerah, Plt. Inspektur, para kepala badan dan dinas, jajaran direktur rumah sakit daerah, pimpinan BUMD, serta jajaran camat setempat. Sinergi ini mendapat dukungan penuh dari para pimpinan wilayah, termasuk Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos., yang menilai penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama.
“UMKM, pedagang mlijo, dan kelompok tani merupakan fondasi ekonomi kerakyatan yang memiliki peran besar dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Melalui forum seperti Bunga Desaku, pemerintah tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga membangun solusi bersama. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan usaha yang lebih produktif,” ungkap Dwi Sunu.
Komitmen serupa juga digaungkan saat rombongan bertolak ke Kecamatan Sumberjambe pada hari berikutnya. Bertempat di Kantor Desa Rowosari, sekitar 600 peserta yang terdiri dari petani, pedagang, dan pelaku usaha antusias mengikuti jalannya dialog. Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., menilai kehadiran bupati dan jajaran OPD teknis memangkas rantai birokrasi yang panjang sehingga potret riil lapangan bisa langsung direspons menjadi dasar penyusunan kebijakan yang inklusif.
Respons Positif Warga dan Komitmen Keberlanjutan Program
Selain fokus pada penguatan pilar ekonomi, agenda Bunga Desaku turut menyentuh aspek sosial dan pelayanan dasar masyarakat lainnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Siswa di SMP Negeri Sukorambi untuk motivasi pendidikan, penyerahan santunan anak yatim di Balai Desa Sukorambi, serta meninjau kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukorambi. Memasuki sore hingga malam hari, rombongan juga bergerak menemui para kader posyandu, pengurus RT/RW di Desa Dukuh Mencek, tokoh pemuda, hingga pengasuh pondok pesantren.
Pendekatan kerja yang menyentuh langsung akar rumput ini mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat. Fadil, seorang pelaku UMKM asal Desa Klungkung, menilai program pemberdayaan ini sebagai sejarah baru yang menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
“Ini menjadi sejarah baru di Kabupaten Jember. Bupati benar-benar memberikan perhatian kepada pelaku UMKM melalui pelatihan-pelatihan dan Program Gerobak Cinta yang sangat membantu kami mengembangkan usaha. Kami berharap program ini terus berlanjut,” kata Fadil.
Senada dengan Fadil, Totok (46), seorang anggota kelompok tani dari Dusun Gardu Timur, Desa Rowosari, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan langsung pimpinan daerah ke desanya. Menurutnya, forum tatap muka seperti Bunga Desaku memberikan kesempatan bagi warga pelosok untuk menyampaikan kebutuhan secara terbuka dan mendapatkan informasi yang valid langsung dari pemerintah.
Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., menyatakan kesiapan penuh dari seluruh jajaran kecamatan dan pemerintah desa untuk mengawal implementasi seluruh program prioritas ini. Langkah terpadu ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang kompetitif, melayani, dan berkelanjutan menuju pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat demi mewujudkan Jember Baru, Jember Maju.



