Pemerintah Jember Gelar Bakti Sosial KB MOP dan MOW untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Jember, 15 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar bakti sosial (baksos) pelayanan Keluarga Berencana (KB) berupa Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung pada 13–14 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta mendukung terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera di Kabupaten Jember.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama istri, Ning Ghyta, serta rombongan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember. Turut hadir pula perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini.

Upaya Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Dalam sambutannya, Bupati Jember menegaskan pentingnya pelayanan KB melalui MOP dan MOW untuk mengendalikan angka kelahiran serta mengurangi risiko kesehatan ibu dan bayi. “Banyak kasus kematian ibu dan bayi terjadi akibat jarak kelahiran yang terlalu dekat atau kehamilan dengan risiko tinggi. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menurunkan angka tersebut,” ujar Gus Fawait. Ia berharap program ini dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain memberikan sambutan, Bupati Jember juga menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako dan souvenir kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi. Ia turut meninjau kondisi pasien pascaoperasi di ruang pemulihan, memberikan motivasi agar mereka tetap semangat menjalani proses penyembuhan.

Pelaksanaan Baksos Berjalan Lancar

Baksos MOP dan MOW yang berlangsung selama dua hari ini mencatatkan total 231 peserta dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Pada hari pertama, 13 September 2025, sebanyak 141 peserta menjalani MOW dan 5 peserta mengikuti MOP. Sementara itu, pada hari kedua, 14 September 2025, tercatat 77 peserta MOW dan 8 peserta MOP. Kecamatan Silo menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 20 orang.

Pelaksanaan operasi ditangani oleh tim medis profesional, termasuk dua dokter spesialis dari BKKBN Jawa Timur, dr. Zeckson Alpian dan dr. Yudi Adriansyah Eka Putra, serta didukung 13 tenaga medis dari RSD Balung, termasuk dokter anestesi dan dokter kandungan. Menurut dr. Zeckson, program ini sangat penting untuk mendorong perencanaan jarak kelahiran yang lebih terprogram, sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih cukup tinggi di wilayah ini.

Proses pelayanan dimulai dengan pendaftaran, pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, hingga pelaksanaan operasi. Peserta juga mendapatkan buku tabungan dari Bank Jatim dan souvenir sebagai bentuk dukungan. Setelah operasi, mereka dipantau di ruang transit sebelum pulang dengan pendampingan kader dan penyuluh KB.

Persiapan Matang untuk Keberhasilan Program

Sebelum pelaksanaan, DP3AKB Jember menggelar rapat persiapan pada 11 September 2025 di Aula Kantor DP3AKB. Rapat yang dipimpin oleh Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) ini membahas teknis pelaksanaan, mulai dari registrasi ulang, pemeriksaan kesehatan, hingga koordinasi dengan RSD Balung. Total 238 calon akseptor, terdiri dari 224 peserta MOW dan 14 peserta MOP, telah dipersiapkan melalui proses penjaringan yang ketat untuk memastikan kelayakan medis.

DP3AKB juga menekankan pentingnya sosialisasi yang tepat sasaran agar masyarakat memahami manfaat program KB jangka panjang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Bupati Jember, Gus’e Peduli Kesehatan, yang bertujuan meningkatkan akses pelayanan KB gratis dan berkualitas.

Langkah Nyata Menuju Keluarga Sehat

Baksos MOP dan MOW ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat sebagai wujud komitmen Pemkab Jember dalam mendukung kesehatan keluarga dan pengendalian angka kelahiran. Dengan pelayanan yang terorganisir dan dukungan tenaga medis yang kompeten, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.

Ke depan, Pemkab Jember bersama DP3AKB dan mitra terkait berkomitmen untuk terus melaksanakan program serupa guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera, sekaligus mendukung program nasional Keluarga Berencana. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga di Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button