Bunga Desaku di Mayang: Bupati Jember Sosialisasikan Program Unggulan dan Dorong Potensi Generasi Muda

JEMBER, 23 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali melanjutkan komitmennya dalam memperdekat pelayanan publik serta menyerap aspirasi warga secara langsung melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Rangkaian kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau Gus Fawait, dipusatkan di Kecamatan Mayang pada Rabu, 22 Juli 2026.

Melalui program Bunga Desaku, Pemkab Jember hadir di tengah masyarakat untuk mengevaluasi mutu pelayanan, memperkuat keterbukaan informasi publik, hingga memastikan program strategis pemerintah daerah tepat sasaran di tingkat desa.

Pembinaan Pelajar dan Apresiasi Seni di SMPN 1 Mayang

Rangkaian Bunga Desaku di Kecamatan Mayang diawali sejak pagi hari melalui Apel Siswa di SMP Negeri 1 Mayang. Acara dibuka secara semarak dengan persembahan Tari Jaladri Asmara Nala yang dibawakan oleh para siswa. Tarian yang dipelatih oleh Sheila Citra ini mengangkat keindahan dan filosofi Pantai Watu Ulo sebagai ikon potensi daerah Jember. Salah satu penari, Siti Alfiana dari kelas 9D, mengaku bangga dapat menunjukkan bakat seni sekolahnya di hadapan Bupati.

Dalam arahannya, Gus Fawait memotivasi ratusan pelajar agar percaya diri dan tidak merasa rendah diri meskipun berasal dari pedesaan. Ia mengobarkan semangat “Dari Desa untuk Negeri” dan memotivasi siswa untuk berani mengembangkan bakat di berbagai bidang, sekaligus menyinggung gelaran kebanggaan daerah Jember Fashion Carnaval (JFC) yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026.

Kegiatan ini juga menjadi sarana penyerapan aspirasi bagi kalangan pelajar. Ahmad Mugi, salah satu siswa SMPN 1 Mayang, menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan perhatian pada penyediaan fasilitas transportasi umum bagi pelajar di wilayah pedesaan yang menempuh jarak jauh ke sekolah. Sementara itu, Kanza, siswi kelas 9D yang bertugas sebagai mayoret marching band, turut menyampaikan impiannya bersama tim untuk bisa tampil mengiringi upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

Paparan Program Unggulan: Dari Beasiswa Hingga Peta Cinta

Dalam berbagai sesi tatap muka—termasuk dialog bersama pelaku UMKM, mlijo, dan kelompok tani di Balai Desa Sidomukti yang didampingi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag), serta silaturahmi dengan ratusan guru ngaji di Kantor Kecamatan Mayang—Gus Fawait memaparkan berbagai program prioritas daerah:

  • Sektor Pendidikan: Program Beasiswa Cinta Bergema hadir bagi mahasiswa asal Jember yang memenuhi kriteria, yang mana bantuan ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan tetapi juga mencakup dukungan biaya hidup (living cost).
  • Sektor Kesehatan: Implementasi Universal Health Coverage (UHC) terus diperkuat guna menjamin akses layanan kesehatan yang mudah, merata, dan terjangkau bagi seluruh warga Jember.
  • Sektor Administrasi Kependudukan: Program PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan) dihadirkan untuk mempermudah warga mengurus dokumen kependudukan langsung di kantor kecamatan tanpa perlu ke pusat kota.
  • Sektor Ekonomi Mikro & Keagamaan: Penguatan ekonomi warga didorong melalui program Mlijo Cinta, serta pemberian program insentif bagi para guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membina pendidikan keagamaan.
  • Kanal Pengaduan: Pemkab Jember mempopulerkan platform Wadul Guse sebagai sarana pengaduan dan komunikasi langsung warga kepada pemerintah daerah agar permasalahan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda di Desa Tegal Rejo

Sebagai puncak rangkaian dialog, forum “Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda” digelar di Lapangan Desa Tegal Rejo, Kecamatan Mayang, pada Rabu malam (22/7) pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Acara ini dihadiri sekitar 1.000 peserta dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perangkat desa, hingga jajaran Muspika dan kepala desa se-Kecamatan Mayang. Turut mendampingi Bupati dalam forum ini antara lain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember Lingga Diputra, S.Sos, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta narasumber KH. Badrus Shodiq, Dima Akhyar dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), dan H. Abdussalam (Cak Salam) selaku Ketua DPC PAN Kabupaten Jember.

Kepala Bakesbangpol Jember, Lingga Diputra, menyampaikan bahwa Bunga Desaku merupakan media strategis untuk mendengarkan kebutuhan riil di lapangan. “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Mayang dan Jember pada umumnya. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan riil masyarakat sehingga kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran,” tuturnya. Dukungan terhadap penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif ini juga ditegaskan oleh Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, S.E., Ak., yang hadir untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan publik berjalan secara transparan dan akuntabel. Melalui integrasi pelayanan publik, sosialisasi program pembangunan, dan pembinaan generasi muda, Bunga Desaku di Kecamatan Mayang diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat demi terwujudnya pembangunan Jember yang maju.

Related Articles

Back to top button