Gerakan Pasar Murah Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Jember, 15 September 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah di Kabupaten Jember mengintensifkan penyelenggaraan Pasar Murah sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan menjelang akhir tahun 2025. Berbagai kegiatan bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di beberapa lokasi, termasuk di Kecamatan Ajung, Kecamatan Jenggawah, dan dalam rangkaian RRI Fest 2025, untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar Murah Ajung: Komitmen Pemprov Jatim untuk Stabilitas Harga

Pada 13 September 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Pasar Murah di lapangan dekat terminal Desa Ajung, Kabupaten Jember, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jember, Hendy Siswanto, serta jajaran pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Pasar Murah di Ajung menyediakan berbagai komoditas pangan dan produk industri kecil menengah (IKM) dengan harga di bawah pasaran. Beberapa produk yang ditawarkan meliputi beras premium seharga Rp14.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, Minyakita Rp13.000/botol, telur ayam ras Rp22.000/pack, tepung terigu Rp10.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, bawang putih Sinco Rp6.000/250 gram, bawang merah Rp7.000/250 gram, dan daging ayam ras Rp33.000/pack. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi di wilayah Jawa Timur.

Gerakan Pangan Murah Jenggawah: Dukungan Nasional untuk Ketahanan Pangan

Sejalan dengan upaya nasional, Kecamatan Jenggawah juga menggelar Gerakan Pangan Murah pada 30 Agustus 2025 di halaman kantor kecamatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program serentak di seluruh Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian. Acara diawali dengan telekonferensi nasional melalui Zoom yang dihadiri Camat Jenggawah, Endro Lukito, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMKS) Slamet Santoso, Danramil Jenggawah, Lettu Inf. Suprayetno, serta perwakilan masyarakat.

Pasar Murah Jenggawah mendistribusikan bahan pokok seperti beras SPHP (5 kg) seharga Rp60.000/sak, minyak goreng refill Rp14.500/kg, minyak goreng botol Rp15.000/kg, gula pasir lokal Rp15.000/kg, dan gula pasir kemasan Rp16.500/kg. Total, sebanyak 200 sak beras SPHP, 200 kg gula pasir, 25 kg gula pasir kemasan, dan 20 karton minyak goreng disediakan. Untuk menjaga pemerataan, setiap pembeli dibatasi hanya boleh membeli dua item per jenis barang. Meskipun promosi terbatas pada grup WhatsApp komunitas, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Hingga akhir acara, sebagian stok seperti 130 sak beras SPHP dan 24 kemasan gula premium masih tersisa, sebagian karena kerusakan kemasan.

GPM RRI Fest 2025: Sinergi Stakeholder untuk Akses Pangan Terjangkau

Pada 7 September 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember turut memeriahkan RRI Fest 2025 dengan menggelar Gerakan Pangan Murah di Jember. Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini melibatkan 20 stand dari berbagai instansi dan pelaku usaha pangan, termasuk Bulog, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP), serta Pabrik Gula Semboro. Kehadiran jajaran DKPP, seperti drh. Welas, Ujianto, dan Ragil Puspitasari, menunjukkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.

Komoditas yang tersedia mencakup Minyakita (50 karton), Telur Omega (50 kg), Bawang Putih (10 kg), Tepung Terigu Segitiga Biru (48 kemasan), Tepung Terigu Tulip (24 kemasan), dan Cabe Rawit (10 kg), yang semuanya terjual habis. Bulog menyediakan 2 ton beras SPHP yang langsung diserbu masyarakat, sementara DTPHP menghadirkan cabai besar, cabai rawit, tomat, bawang merah, beras petani, dan jus segar. Pabrik Gula Semboro juga menawarkan 300 kg gula pasir dengan harga kompetitif. Antusiasme masyarakat yang memadati stand sejak pagi menunjukkan tingginya kebutuhan akan pangan murah.

Dampak dan Harapan ke Depan

Pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah di berbagai lokasi di Jember menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan stakeholder terkait dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi lokal di tengah tantangan inflasi.

Ke depan, pemerintah daerah berharap program ini dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas dan promosi yang lebih masif untuk menarik lebih banyak masyarakat. Dengan komitmen yang konsisten, Pasar Murah diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Jawa Timur menuju tahun 2025.

Related Articles

Back to top button