Lawan TBC di Jember, Jajaran Puskesmas Gelar Skrining dan Rontgen Gratis untuk Warga

JEMBER, 14 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui jajaran pusat kesehatan masyarakat secara gencar melaksanakan gerakan penemuan kasus tuberkulosis secara aktif. Langkah proaktif bertajuk jemput bola yang dilengkapi pemeriksaan rontgen dada gratis ini menyasar ratusan warga di berbagai desa, seperti Karanganyar, Sumberbulus, Lojejer, hingga Jelbuk, guna mendeteksi penyakit TBC lebih awal serta mempercepat pencapaian target eliminasi TBC di Kabupaten Jember.
Rangkaian pemeriksaan yang berlangsung pada Oktober 2026 melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu dan TBC, pemerintah desa, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Wasor TB Provinsi Jawa Timur, serta lembaga mitra Stop TB Partnership Indonesia dan organisasi nonprofit penanganan TBC. Melalui layanan yang didekatkan ke balai desa, masyarakat yang berisiko tinggi maupun yang mengalami gejala klinis dapat langsung menjalani pemeriksaan tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan penunjang.
Pelaksanaan Berkelanjutan di Berbagai Kecamatan
Aksi diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Ambulu pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Balai Desa Karanganyar dengan menjangkau 88 orang sasaran. Kegiatan ini disupervisi langsung oleh dr. Rita beserta tim Dinas Kesehatan, Pencegahan Penyakit dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar program pengendalian TBC.
Langkah serupa dilanjutkan oleh Puskesmas Ledokombo yang bekerjasama dengan lembaga nonprofit pengentasan TBC pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Balai Desa Sumberbulus. Sebanyak 68 warga yang merupakan kontak erat penderita TBC diperiksa menggunakan unit rontgen mobile dalam skema Skrining Sistematis Tuberkulosis.
Selanjutnya, Puskesmas Lojejer menggelar pemeriksaan pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Balai Desa Lojejer yang diikuti sekitar 70 orang sasaran dengan pendampingan Wasor TB Jawa Timur dan Stop TB Partnership Indonesia. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, UPTD Puskesmas Jelbuk melengkapi gerakan ini dengan menyisir warga bergejala, kontak erat, serta keluarga serumah pasien TBC di Desa Jelbuk.
Pemeriksaan Menyeluruh dan Tepat Prosedur
Guna memastikan akurasi penemuan kasus, seluruh puskesmas menerapkan alur pelayanan yang sistematis. Di Desa Karanganyar, Ambulu, pelayanan terbagi dalam enam tahapan, mulai dari registrasi dan verifikasi data oleh kader posyandu, dilanjutkan pemeriksaan fisik meliputi anamnesis, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, tekanan darah, hingga pemeriksaan gula darah sewaktu. Setelah itu, peserta menjalani rontgen dada yang hasilnya dievaluasi oleh dr. Yayak Hendarini dan dr. Lucky P., disusul pencatatan laporan rekomendasi medis, serta pembagian makanan tambahan.
Sistem pemeriksaan di Lojejer dan Jelbuk juga memadukan pendaftaran, skrining gejala TBC dan CKG, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah acak, foto rontgen, hingga konsultasi langsung dengan dokter umum. Hasil pemeriksaan rontgen dan evaluasi medis menjadi penentu langkah berikutnya, baik berupa pemeriksaan laboratorium lanjutan maupun pemberian obat sesuai indikasi medis. Bagi warga yang hasil pemeriksaannya mengarah ke TBC, penanganan dan pengobatan medis akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Mendekatkan Akses demi Putus Rantai Penularan
Pendekatan jemput bola menjadi strategi kunci untuk menemukan kasus TBC yang selama ini tersembunyi di tengah masyarakat. Dengan mendatangi pemukiman warga, potensi penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas dapat ditekan sedini mungkin. Penemuan dan penanganan pasien pada tahap awal terbukti meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan sekaligus mencegah dampak kesehatan yang lebih berat.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila memiliki riwayat kontak erat atau mengalami gejala mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, serta tubuh yang mudah lelah. Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader, mitra organisasi, dan kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama mewujudkan Kabupaten Jember yang sehat dan bebas TBC.



