Gus’e Menyapa Wuluhan: Membangun Jember melalui Kebersamaan, Kesehatan, dan Gotong Royong

Jember, 20 Oktober 2025 – Ribuan warga Jember memadati Lapangan Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, pada Minggu pagi (19/10/2025) untuk mengikuti rangkaian kegiatan “Gus’e Menyapa”. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan, kebersihan lingkungan, dan kebersamaan masyarakat. Melalui Jalan Sehat Kampung, apel sholawat, pemeriksaan pelayanan kesehatan, hingga penguatan peran kader posyandu, Pemkab Jember menegaskan visi pembangunan yang berpusat pada manusia dan keberlanjutan.

Jalan Sehat Kampung: Simbol Kebersamaan dan Hidup Sehat

Acara dimulai dengan Jalan Sehat Kampung yang diikuti lebih dari seribu warga, menciptakan suasana meriah di Lapangan Dukuhdempok. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran hidup sehat. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, Edy Budi Susilo, mengapresiasi antusiasme warga dan peran aktif kepala desa dalam menyukseskan acara. “Solidaritas warga Jember adalah kekuatan utama daerah ini. Kegiatan ini menjadi motor penggerak gotong royong dan semangat hidup sehat,” ujarnya.

Jalan Sehat Kampung menjadi simbol bahwa pembangunan di Jember tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia melalui kesehatan dan kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari emak-emak, guru ngaji, hingga anak-anak muda, mencerminkan harmoni sosial yang kuat di Wuluhan.

Apel Sholawat dan “Wadul Gus’e”: Memperkuat Spiritualitas dan Aspirasi Masyarakat

Rangkaian “Gus’e Menyapa” diawali dengan apel sholawat yang penuh khidmat, diikuti oleh lantunan sholawat yang menggema di lapangan. Suasana religius ini menghadirkan harmoni antarumat, memperkuat nilai-nilai persaudaraan. Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Kami ingin pemerintahan yang dekat, mendengar aspirasi, dan menggerakkan masyarakat menuju Jember yang maju, sehat, dan sejahtera,” katanya.

Melalui kanal “Wadul Gus’e”, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, termasuk terkait pelayanan kesehatan dan sosial di desa. Kanal ini menjadi salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memastikan transparansi dan respons cepat terhadap kebutuhan warga. Selain itu, Bupati Fawait juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan, dengan menegaskan komitmen melalui program beasiswa kuliah bagi putra-putri Jember, termasuk anak guru ngaji, agar tidak ada lagi yang putus kuliah karena keterbatasan biaya.

Pelayanan Kesehatan: UHC dan Penguatan Kader Posyandu

Pemkab Jember menunjukkan komitmen kuat dalam sektor kesehatan melalui peninjauan langsung pelayanan di Puskesmas Wuluhan. Pemeriksaan mencakup fasilitas, ketersediaan obat, hingga respons tenaga medis, memastikan pelayanan yang cepat, ramah, dan tepat sasaran. Program Universal Health Coverage (UHC) menjadi salah satu kebijakan unggulan, memungkinkan warga berobat gratis di puskesmas dan rumah sakit hanya dengan KTP Jember.

Selain itu, melalui agenda “Sapa Kader Posyandu” di Wuluhan dan Puger, Dinas Kesehatan Jember memperkuat peran kader posyandu sebagai garda depan pelayanan kesehatan di desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Jember, Jupriono, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Akhmad Helmi Luqman, yang menegaskan pentingnya pembinaan dan insentif transparan bagi kader. “Kader posyandu adalah pahlawan yang menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendeteksi dini penyakit,” ujar Bupati Fawait. Pos pelayanan kesehatan terpadu juga digelar, menyediakan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konseling gizi, sekaligus mensosialisasikan program UHC.

Kebersihan Lingkungan: Dedikasi Pasukan DLH di Tengah Hujan

Meski hujan mengguyur sejak pagi, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember tetap sigap menjaga kebersihan area acara. Dengan sapu, cangkul, dan gerobak, mereka membersihkan sampah basah, daun, dan plastik yang terbawa arus, memastikan kenyamanan ribuan pengunjung. Kepala DLH Jember mengapresiasi dedikasi petugas yang bekerja tanpa lelah meski dalam kondisi cuaca buruk. “Kebersihan adalah prioritas. Hujan bukan alasan untuk berhenti,” ujarnya.

Warga turut menunjukkan kesadaran lingkungan dengan membantu mengumpulkan sampah di sekitar mereka. Kolaborasi antara DLH dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, mendukung visi lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

Menuju Jember yang Sehat, Religius, dan Berdaya Saing

Rangkaian “Gus’e Menyapa” di Wuluhan menegaskan bahwa pembangunan Jember tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada manusia dan lingkungan. Melalui kebersamaan dalam Jalan Sehat Kampung, spiritualitas dalam apel sholawat, pelayanan kesehatan yang merata, dan komitmen menjaga kebersihan, Pemkab Jember menunjukkan langkah nyata menuju kabupaten yang sehat, religius, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah, kader posyandu, petugas kebersihan, dan masyarakat dalam mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan pelayanan yang terus ditingkatkan, Pemkab Jember berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, menjawab aspirasi, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.

Related Articles

Back to top button