Bangun Generasi Tangguh, BPBD Jember Gencar Edukasi dan Latih Simulasi Bencana di Lingkungan Pendidikan

JEMBER, 17 Oktober 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember secara masif memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di lingkungan pendidikan sepanjang bulan Oktober 2026. Rangkaian edukasi, pelatihan, hingga simulasi penanganan keadaan darurat diselenggarakan dengan menyasar berbagai tingkatan sekolah dan perguruan tinggi, mulai dari siswa disabilitas, pelajar tingkat menengah, hingga mahasiswa kedokteran.

Langkah ini dilakukan guna membangun budaya sadar bencana sejak dini sekaligus memastikan seluruh elemen di satuan pendidikan memiliki kapasitas, pemahaman risiko, serta koordinasi yang terorganisasi saat menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Jember.

Penerapan SPAB dan Latihan Simulasi Gempa di Sekolah

Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), BPBD Jember memperkuat kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi di SMP Negeri 2 Arjasa pada 8–9 Oktober 2026 dengan melibatkan 150 siswa dan 15 guru. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMK dr. Soebandi, Kelurahan Patrang, pada 15–16 Oktober 2026 yang diikuti oleh sekitar 350 siswa dan 40 tenaga pendidik.

Dalam program SPAB tersebut, warga sekolah diajak melakukan school watching untuk mengidentifikasi titik rawan dan lokasi aman, menyusun dokumen kontinjensi, serta membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS). Selain itu, peserta dibekali materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), tabletop exercise (TTX), command post exercise (CPX), hingga simulasi langsung evakuasi gempa bumi yang melibatkan unsur Puskesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek, dan Koramil setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa SPAB bertujuan membentuk kemampuan warga sekolah dalam merespons keadaan darurat. “SPAB bukan sekadar memberikan pengetahuan tentang bencana, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, menentukan tindakan penyelamatan, dan merespons keadaan darurat secara terorganisasi,” kata Maryani.

Senada dengan hal tersebut, Staf Fungsional Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Fikri Auzan, S.T., menyampaikan bahwa latihan langsung penting untuk membiasakan warga sekolah bertindak sesuai prosedur penanganan darurat.

Edukasi Inklusif dan Pembentukan Karakter Tanggap Bencana

Upaya edukasi kebencanaan oleh BPBD Jember juga menyasar pendidikan khusus. Sebanyak 40 siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Branjangan Jember dibekali pengetahuan dasar manajemen bencana dan simulasi gempa bumi dalam kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) pada 9 Oktober 2026.

Staf Fungsional BPBD Kabupaten Jember, Mochamad Miftachul Munir, S.T., menjelaskan bahwa pengenalan kebencanaan sejak dini penting diberikan kepada seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus. “Pengenalan kebencanaan sejak dini diharapkan dapat membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Siswa perlu memahami potensi ancaman, mengetahui cara menyelamatkan diri, dan mengenali langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat,” ujar Munir.

Sementara itu, dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 pada 17 Oktober 2026, BPBD Jember memberikan edukasi kepada 25 siswa anggota PMR dan Pramuka MAN 2 Jember. Pelatihan ini memfokuskan pada pengenalan jenis bencana, kelembagaan BPBD, serta peran aktif generasi muda dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan sekitarnya.

Metode Outing Class hingga Penguatan Logistik Kebencanaan

Guna memberikan pemahaman yang lebih praktis, BPBD Jember menggelar kegiatan outing class bagi 20 siswa dan 5 guru SMP Moch Sroedji di Kantor BPBD Jember pada 15 Oktober 2026. Siswa mempelajari prosedur penanganan bencana secara langsung melalui lima pos edukasi, yaitu Pos Perahu Karet, Pos Logistik, Pos Gudang Peralatan, Pos Chainsaw untuk penanganan pohon tumbang, serta Pos Karhutla.

Tidak hanya di tingkat sekolah menengah, pembekalan materi juga diberikan kepada mahasiswa. BPBD Jember menyelenggarakan Inhouse Training manajemen logistik dan pergudangan kebencanaan bagi 30 anggota Tim Bantuan Medis (TBM) Vertex Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) pada 3 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, S.T., M.Si., menyampaikan pentingnya pemahaman logistik dalam mendukung operasional penanggulangan bencana. “Pemahaman tentang logistik kebencanaan penting dimiliki oleh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Pengelolaan yang baik diperlukan mulai dari penerimaan, penyimpanan, pencatatan hingga pendistribusian bantuan,” ujar Zughrinada.

Related Articles

Back to top button