Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Jember: Dari Festival Hadrah Nusantara hingga Cerdas Cermat Kitab

JEMBER, 17 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung pada 10 hingga 22 Oktober 2026. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”, berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para santri dalam menunjukkan potensi di bidang keagamaan, seni, budaya, olahraga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., mendukung penuh penyelenggaraan rangkaian HSN ini sebagai langkah memperkuat peran santri dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Rangkaian kegiatan utama yang menyedot perhatian masyarakat di antaranya adalah Festival Hadrah Nusantara di Alun-Alun Jember serta Lomba Cerdas Cermat Kitab Safinah.
Ratusan Grup Meriahkan Festival Hadrah Nusantara
Salah satu agenda utama HSN 2026 adalah Festival Hadrah Nusantara yang digelar di Alun-Alun Jember Nusantara pada 13–19 Oktober 2026. Sebanyak 140 grup hadrah dari berbagai daerah berpartisipasi dalam ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp66 juta ini.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Muhammad Rido’i, menyampaikan bahwa festival ini terbagi menjadi dua kategori perlombaan, yaitu Al-Habsy dan Al-Banjari. Kategori Al-Habsy yang berlangsung pada 13–15 Oktober diikuti oleh 60 grup, sedangkan kategori Al-Banjari yang berlangsung pada 16–19 Oktober diikuti oleh 80 grup dengan jam tampil pukul 16.00 hingga 24.00 WIB. Masing-masing kategori menyediakan enam penghargaan, mulai dari juara pertama hingga harapan ketiga.
Dukungan terhadap festival ini juga datang dari jajaran pemerintah kecamatan. Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Sumberjambe, Horyakin, S.T., yang mewakili Camat Sumberjambe, Umar Faroek, S.P., mengajak seluruh warga masyarakat untuk turut meramaikan Alun-Alun Jember, khususnya pada penampilan seni hadrah dan lantunan selawat yang dimulai pukul 19.00 WIB. Menurut Horyakin, momentum HSN merupakan kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan memelihara tradisi keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Kesiapan Lingkungan dan Kebersihan Alun-Alun Jember
Kemeriahan Festival Hadrah Nusantara di Alun-Alun Jember didukung penuh oleh kesiapsiagaan petugas Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) DPRKPLH Kabupaten Jember. Sejak sore hari, petugas kebersihan telah bersiaga menyusuri kawasan Alun-Alun untuk mengumpulkan sampah, merawat tanaman di sekeliling taman, serta memantau kondisi air kolam agar fasilitas publik tetap bersih, asri, dan nyaman bagi para pengunjung.
Koordinator Lapangan (Korlap) Alun-Alun Jember, Miski, menegaskan bahwa kesiapan fasilitas dan kebersihan lingkungan sangat penting untuk mendukung kelancaran kegiatan besar masyarakat. Pihaknya juga mengimbau para pengunjung untuk turut menjaga fasilitas yang ada, membuang sampah pada tempatnya, serta tidak merusak tanaman di sekitar Alun-Alun.
18 Ponpes Adu Pemahaman di Lomba Cerdas Cermat Kitab Safinah
Selain seni pertunjukan, peringatan HSN 2026 di Kabupaten Jember yang diselaraskan dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Jember 2026 diisi dengan agenda edukatif, yakni Lomba Cerdas Cermat Kitab Safinah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 09.00–16.00 WIB di Gedung Jember Nusantara dan kawasan Jember Creative Center (JCC).
Sebanyak 18 pondok pesantren se-Kabupaten Jember mengirimkan masing-masing tiga orang delegasi. Perlombaan ini bertujuan untuk menguji ketepatan dan pemahaman peserta terhadap Kitab Safinatun Najah, sebuah kitab dasar ilmu fikih yang memuat pembahasan dasar hukum Islam dan ibadah.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporabudpar Kabupaten Jember, Ermi Rahmawati, S.E., mengapresiasi pemanfaatan fasilitas publik JCC sebagai tempat berlangsungnya kegiatan edukatif dan inspiratif bagi para santri. Sementara itu, Kabag Kesra Muhammad Rido’i berharap kompetisi ini dapat mendorong para santri untuk tidak sekadar menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari demi membawa manfaat bagi masyarakat luas.



