Jamin Mutu dan Keamanan Pangan, Satgas MBG Jember Tinjau Kesiapan Fasilitas SPPG di Berbagai Kecamatan

JEMBER, 24 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak masif mengintensifkan pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah kecamatan sepanjang periode 20 hingga 24 Oktober 2026. Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian inspeksi mendadak (sidak) dan supervisi lintas sektor oleh Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Jember yang melibatkan puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta pemerintah kecamatan setempat.

Pengawasan menyeluruh ini menyasar berbagai aspek vital operasional dapur SPPG, mulai dari ketertiban administrasi, kesesuaian standar operasional prosedur (SOP), kelayakan sarana dan prasarana, jaminan mutu serta kualitas makanan, hingga sistem sanitasi dan Pengolahan Air Limbah (IPAL). Upaya berkelanjutan ini berpedoman pada komitmen Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., untuk memastikan seluruh fasilitas penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi secara profesional, higienis, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat.

Pengawasan Administrasi dan Kelayakan Operasional di Kecamatan Sumberjambe

Di Kecamatan Sumberjambe, pengawasan intensif dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, yang dipimpin langsung oleh tim Satgas Kabupaten dengan didampingi Camat Sumberjambe, Umar Faroek, S.P. Tim meninjau tiga lokasi fasilitas SPPG di wilayah tersebut, yakni SPPG Sumberjambe Randuagung di bawah Yayasan Gerakan Cinta Dhuafa, SPPG Sumberjambe Cumedak 02 di Dusun Krajan di bawah Yayasan Harapan Muda Nusantara Raya, serta SPPG Sumberjambe Cumedak 01 yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Asy Syifa.

Fokus peninjauan mencakup kelengkapan dokumen administrasi, pencatatan operasional, konsistensi penerapan SOP dari proses persiapan hingga penyaluran makanan, serta kelayakan fisik sarana pendukung seperti sirkulasi udara, sirkulasi sisa buangan, dan kebersihan ruang kerja.

Disampaikan oleh Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P., administrasi yang tertib dan pelaksanaan SOP yang konsisten merupakan bagian penting dalam pengelolaan SPPG. Pihaknya berharap setiap pengelola selalu memperhatikan kelengkapan dokumen dan tata kerja operasional, serta terbuka terhadap evaluasi agar hal-hal yang perlu ditingkatkan dapat ditindaklanjuti dengan baik. Pihak Ponpes Asy Syifa melalui K.H. Nurhasan turut menyambut terbuka pemeriksaan menyeluruh tersebut demi menjaga mutu pelayanan.

Penjaminan Mutu Layanan dan Sinergi Lintas OPD di Kecamatan Sukorambi

Sidak evaluasi mutu layanan juga digelar secara intensif di Kecamatan Sukorambi pada 23 dan 24 Oktober 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Tim pengawas yang terdiri dari Muspika Sukorambi, Kepala Puskesmas Sukorambi dr. Sri Isna Amelia Ahmad, Dinas PUPR, Dinas PTSP, Diskominfo Jember, serta OPD terkait meninjau tiga titik dapur SPPG, meliputi dapur SPPG Ar-Raudlah di Desa Karangpring, dapur SPPG Jubung, dan dapur SPPG Ampo di Desa Dukuhmencek.

Camat Sukorambi, Mahmud Rizal, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pemeriksaan lintas instansi diperlukan untuk menjamin mutu dan kualitas layanan sesuai bidang kewenangan masing-masing, sehingga setiap kekurangan yang ditemukan dapat langsung ditindaklanjuti berdasarkan rekomendasi teknis.

Rekomendasi dan masukan tersebut disambut positif oleh para pengelola lapangan. Kepala Dapur SPPG Ar-Raudlah Anton Wijaya, Kepala SPPG Jubung Ahmad Zainuri, dan Kepala SPPG Ampo Muhammad Ichwan secara terpisah menyatakan kesiapan mereka untuk menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan pembenahan berkelanjutan, baik dari sisi penyempurnaan sarana prasarana, kelayakan pelayanan, hingga peningkatan kualitas hidangan yang disajikan.

Inspeksi Intensif 10 Dapur SPPG di Kecamatan Tanggul

Pengawasan juga turut dilaksanakan di Kecamatan Tanggul pada Kamis, 22 Oktober 2026. Satgas MBG Kabupaten Jember bersama Satgas MBG Kecamatan Tanggul dan perwakilan 10 OPD menggelar sidak ketiga terhadap 10 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tanggul.

Ketua Satgas MBG Kecamatan Tanggul yang juga menjabat sebagai Camat Tanggul, Mohammad Faridj Wadjdi, S.Sos., menjelaskan bahwa inspeksi tersebut memeriksa secara rinci kondisi fisik kompor, alat masak, tempat penyimpanan bahan, fasilitas cuci tangan, pembuangan limbah, Alat Pelindung Diri (APD) petugas, hingga kedisiplinan pencatatan distribusi.

Dijelaskan oleh Mohammad Faridj Wadjdi, S.Sos., hasil pemeriksaan seluruh dapur SPPG tersebut disusun menjadi laporan lengkap untuk disampaikan langsung kepada Bupati Jember. Inspeksi ini diharapkan dapat segera mengintervensi temuan kekurangan di lapangan agar mutu pelayanan semakin meningkat dan manfaat MBG dirasakan secara maksimal oleh anak-anak serta kelompok rentan.

Penguatan Standar Sanitasi, IPAL, dan Kelestarian Lingkungan di Balung dan Jenggawah

Selain mutu hidangan dan kelengkapan dokumen, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus pada aspek lingkungan. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember menerjunkan tim supervisi ke Kecamatan Balung pada Selasa, 20 Oktober 2026, dan Kecamatan Jenggawah pada hari yang sama.

Di Kecamatan Balung, perwakilan DPRKPLH Deni Hermawan, S.A.P., meninjau delapan lokasi dapur SPPG (Balungkulon, Balunglor 2, Curahlele, Curahlele 2, Balungkidul, Balunglor, Balungkulon 2, dan Balungkulon 3). Pemeriksaan berfokus pada ketersediaan keranjang krat plastik distribusi, wadah pemilahan sampah organik dan anorganik, bak penyaringan limbah cair (grease trap dan sedimentasi), tangki pemrosesan air bersih Bio Water Persada, filter tabung Nanotec, serta unit disinfeksi. Sementara di Kecamatan Jenggawah, perwakilan DPRKPLH Septian Triyosi Aditya bersama tim supervisi gabungan (meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Dinsos PPPA, Dinkes PPKB, DPMPTSP, Disnaker, DPU PR, Diskominfo, dan Dishub) mengecek fungsi IPAL, filtrasi sumber air bersih, serta kebersihan moda transportasi distribusi.

Ditegaskan oleh Kepala DPRKPLH Kabupaten Jember, Arif Liyantono, jajarannya berkomitmen penuh mendukung kelancaran program MBG di Kabupaten Jember. Pengolahan makanan berkapasitas besar dipastikan menghasilkan limbah domestik yang signifikan, sehingga keberadaan IPAL yang berfungsi optimal serta pemilahan sampah yang terpadu menjadi syarat mutlak agar operasional dapur tidak mencemari lingkungan dan tetap menjamin kesehatan masyarakat sekitar.

Rangkaian sidak dan supervisi lintas sektor yang digelar Pemkab Jember menjadi bukti nyata sinergi antarinstansi dalam mengawal keberlanjutan program pemenuhan gizi di daerah. Melalui pengawasan yang terukur, transparan, dan berkesinambungan, seluruh fasilitas dapur SPPG di Kabupaten Jember diharapkan mampu memenuhi standar operasional, sanitasi, dan kualitas pangan secara konsisten. Langkah preventif dan evaluatif ini dipastikan terus berlanjut guna mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang bertanggung jawab serta mendukung pembentukan generasi masyarakat Jember yang sehat.

Related Articles

Back to top button