Pemkab Jember Akselerasi Program SMK Go Global Lewat Edukasi Migrasi Aman dan Pelatihan Vokasi

JEMBER, 10 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat komitmennya dalam mendukung program strategis nasional melalui kolaborasi bersama Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Edukasi Pelindungan dan Migrasi Aman serta pembukaan Pelatihan Vokasi Batch 2 Program SMK Go Global yang berlangsung pada 8 hingga 9 Oktober 2026 di Kabupaten Jember. Langkah ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan SMK dan tenaga kerja muda daerah agar memiliki kompetensi bertaraf internasional, tersertifikasi, serta terlindungi secara hukum saat bekerja di luar negeri.
Program SMK Go Global merupakan bagian dari Program Quick Win arahan Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Program ini menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil dan tersertifikasi internasional pada periode 2026–2029, dengan sasaran awal sebanyak 40.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) pada tahun 2026 ke berbagai negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Korea, dan Maladewa.
Edukasi Migrasi Aman dan Penguatan Ekosistem Kerja Luar Negeri
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (8/10/2026) di Pendopo Wahyawibawagraha melalui sosialisasi Edukasi Pelindungan dan Migrasi Aman. Kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, S.P., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Kepala BP3MI Jawa Timur Kombes Pol. Tyas Puji Rahadi, S.I.K., CPHR, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jember Rachman Hidayat, S.Sos., Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., jajaran OPD terkait, serta perwakilan SMK, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Jember.
Penguatan edukasi ini dinilai sangat strategis mengingat Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data resmi per 7 Oktober 2026, tercatat sebanyak 1.828 warga Kabupaten Jember bekerja sebagai PMI di luar negeri. Melalui edukasi ini, calon pekerja dibekali pemahaman mengenai prosedur pendaftaran resmi, pemenuhan dokumen, pemahaman kontrak kerja, hak dan kewajiban di negara tujuan, serta saluran pengaduan dan perlindungan. Langkah ini menjadi krusial guna mencegah praktik penipuan dan tindak pidana perdagangan orang.
Pelatihan Vokasi Batch 2 di Polije: Asah Keterampilan Teknis dan Sertifikasi Global
Sebagai bentuk implementasi konkrit dari ekosistem persiapan tenaga kerja, kegiatan dilanjutkan pada Jumat (9/10/2026) dengan Pembukaan Pelatihan Program SMK Go Global Batch 2 di Politeknik Negeri Jember. Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri oleh Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P., Kepala BP3MI Jawa Timur Kombes Pol. Tyas Puji Rahadi, S.I.K., CPHR, dan Kadisnaker Jember Muhammad Zamroni, S.H., M.Si.
Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan ini berfokus pada dua bidang pekerjaan strategis:
- Plantation Worker Sawit: Menyiapkan tenaga kerja terampil untuk memenuhi permintaan tinggi di sektor perkebunan kelapa sawit di negara-negara tujuan.
- Barista: Membuka peluang karier tersertifikasi di industri perhotelan dan kuliner internasional yang berkembang pesat.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif yang mencakup penguasaan keterampilan teknis, pelatihan bahasa asing sesuai negara tujuan, pemahaman budaya kerja internasional, edukasi migrasi aman, hingga sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Pemilihan Polije sebagai mitra pelatihan didasarkan pada kapasitas pendidikan vokasi yang kuat serta rekam jejak kolaborasi yang teruji bersama BP3MI dan Disnaker Jember.
Pendorongan Ekonomi Daerah Melalui SDM Unggul dan Kewirausahaan
Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan posisinya sebagai fasilitator aktif dalam setiap tahapan program SMK Go Global, mulai dari penjaringan peserta, pelatihan, sertifikasi, pencocokan pekerjaan (job matching), hingga pendampingan kepulangan. Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, S.P., M.Si., menyampaikan pesan Bupati Jember bahwa program ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia daerah.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda bagi Kabupaten Jember. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja melalui remitansi, para PMI yang selesai menjalankan masa kerja diharapkan pulang dengan membawa pengalaman internasional, modal usaha, dan jaringan yang kuat. Pengalaman dan modal tersebut akan menjadi landasan bagi mereka untuk membangun usaha mandiri, membuka lapangan kerja baru, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember yang inklusif di masa depan.



