Sinergi Tata Kelola Pasar Tanjung: Pemkab Jember Wujudkan Aspirasi Pedagang dan Mahasiswa Melalui Solusi Komprehensif

JEMBER, 22 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan memfasilitasi Dialog Interaktif Bersama Pedagang Pasar Tanjung dan mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 22 September 2026. Pertemuan ini digelar sebagai ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan solusi atas aktivitas dan tata kelola kawasan Pasar Tanjung, mulai dari penyusunan jadwal operasional pedagang, penanganan fungsi jalan, hingga penyaluran jaring pengaman sosial.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait. Pertemuan dikemas secara hangat dengan konsep duduk lesehan dan berpakaian santai, melibatkan kurang lebih 700 pedagang pasar tradisional serta perwakilan mahasiswa. Suasana tersebut dibangun tanpa sekat birokrasi agar para pedagang dapat menyampaikan berbagai persoalan harian, seperti perputaran omzet yang fluktuatif, kondisi sarana prasarana, hingga dinamika usaha di lapangan.

Dialog Lesehan Tanpa Sekat dan Kesepakatan Ruas Jalan

Dalam forum tersebut, Gus Fawait menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan saling menghormati antara seluruh pelaku usaha di pasar. “Yang di atas rakyat saya, yang di bawah juga rakyat saya. Yang di atas wong cilik, yang di bawah juga wong cilik. Tadi disampaikan, yang atas sebagai yang lebih tua harus kita hormati. Yang bawah juga harus mau diatur supaya baik. Yang atas hidup, yang bawah hidup,” ungkap Gus Fawait. Dialog ini membuahkan kesepakatan pengaturan waktu operasional bagi 587 pedagang di empat ruas jalan utama sekitar Pasar Tanjung.

Pengaturan operasional tersebut membagi waktu berjualan secara bergiliran di masing-masing ruas jalan. Di Jalan Samanhudi yang menampung 148 pedagang dan Jalan Untung Suropati dengan 221 pedagang, waktu operasional dibagi menjadi dua shift, yaitu pukul 22.00–01.00 WIB dan pukul 01.00–05.00 WIB. Sementara itu, sebanyak 206 pedagang di Jalan Wahidin terbagi dalam dua shift pada pukul 16.00–23.00 WIB dan pukul 23.00–06.00 WIB. Adapun 12 pedagang di Jalan Pitaloka mendapatkan waktu operasional pada pukul 23.00–05.00 WIB.

Camat Kaliwates Farisa Jamal Taslim, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa keterlibatan pedagang secara langsung merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. “Kami berharap para pedagang dapat memanfaatkan audiensi ini untuk menyampaikan aspirasi dan masukan secara langsung. Pemerintah tentu membutuhkan informasi dari masyarakat di lapangan agar setiap persoalan dapat dipahami dengan baik dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” ujar Farisa. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik perlu terus dijaga agar berbagai dinamika di lingkungan pasar dapat ditangani melalui koordinasi yang tertib.

Pembentukan Satuan Tugas dan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas

Di samping menggelar dialog di pendopo, Gus Fawait juga turun langsung menemui massa aksi mahasiswa di depan Pendopo Wahyawibawagraha. Aksi tersebut digelar mahasiswa untuk menyoroti persoalan tata kelola Pasar Tanjung, penumpukan pedagang di badan jalan, isu kebersihan lingkungan, serta disfungsi Jalan Samanhudi yang mengganggu aksesibilitas warga Kelurahan Jember Kidul. Menanggapi aspirasi tersebut, Gus Fawait secara tegas mengumumkan pembentukan Satuan Tugas khusus penanganan Pasar Tanjung yang dijadwalkan mulai bekerja pada Rabu, 24 September 2026, untuk memfokuskan penataan pedagang, penertiban kawasan, dan pengembalian fungsi jalan.

“Kami akan bikin satgas dan akan segera kita bentuk, besok akan segera melaksanakan tugasnya. Kemudian nanti adik-adik saya beri kesempatan untuk beraudiensi dengan saya supaya nanti juga bisa ikut mengevaluasi. Saya pernah jadi mahasiswa dan saya bangga pada kalian semua. Hidup mahasiswa,” seru Gus Fawait di hadapan para mahasiswa. Koordinator Aksi Mahasiswa, Faizin, menyambut baik langkah tersebut. Pihaknya mencatat adanya kesepakatan awal terkait pembentukan satgas serta rencana uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi dengan membalik arah arus kendaraan dari selatan ke utara guna mengurai kesemrawutan.

Pengamanan Humanis dan Penyaluran Bantuan Sosial Sembako

Seluruh rangkaian kegiatan di Pendopo Wahyawibawagraha berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan pengamanan terukur dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember. Kepala Satpol PP Kabupaten Jember Adi Wijaya, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa personel di lapangan diarahkan untuk melaksanakan tugas secara humanis, responsif, serta persuasif. “Satpol PP hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami juga memberikan perhatian terhadap kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sehingga dialog antara pemerintah daerah dan para pedagang dapat berlangsung dengan nyaman,” terang Adi Wijaya.

Sebagai penutup rangkaian acara, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jember menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial berupa paket sembako kepada seluruh pedagang yang hadir. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Muhammad Rizqi Fajri Maulan, S.IP., menegaskan bahwa pembagian sembako ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kesejahteraan dan membantu meringankan kebutuhan pokok keluarga pedagang.

Manfaat ganda berupa kejelasan aturan usaha dan bantuan bahan pangan dirasakan langsung oleh para pelaku usaha pasar. Agung, salah seorang pedagang aksesori di Pasar Tanjung, mengungkapkan apresiasinya atas keterbukaan pemerintah daerah. “Jujur, baru kali ini saya masuk pendopo dan rasanya tidak canggung sama sekali. Biasanya kan kaku, tapi tadi kita duduk lesehan bareng Gus Bupati, ngobrol santai kayak sama tetangga sendiri. Semua keluhan kami didengar. Ditambah lagi pulang-pulang dapat paket sembako dari Dinsos. Sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi penjualan yang lagi naik turun,” tutur Agung. Melalui kolaborasi penataan kawasan, pengawasan Satgas, dan bantuan perlindungan sosial ini, Pemkab Jember berkomitmen mewujudkan aktivitas perdagangan yang tertib, kondusif, dan berkeadilan.

Related Articles

Back to top button