Cegah Penyebaran DBD, Pemkab Jember Bersama Puskesmas dan Muspika Gencarkan Lintas Aksi Terpadu di Berbagai Wilayah

JEMBER, 29 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas, Pemerintah Kecamatan (Muspika), Kelurahan, serta para kader kesehatan bergerak serentak menggelar berbagai aksi terpadu guna menekan dan mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang akhir September 2026 ini meliputi tindakan fogging, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, Penyelidikan Epidemiologi (PE), hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah pemukiman warga.

Langkah preventif dan responsif ini dilaksanakan di beberapa titik wilayah kerja, antara lain Kecamatan Jelbuk, Sumbersari, Balung, dan Pakusari. Upaya lintas sektor ini menitikberatkan pada pemutusan rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sekaligus memacu kesadaran mandiri masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Respon Cepat di Jelbuk: Dari Fogging hingga Penyelidikan Epidemiologi

Di wilayah Kecamatan Jelbuk, UPTD Puskesmas Jelbuk melakukan respons cepat dalam meredam potensi penularan DBD melalui intervensi lingkungan dan pelacakan lapangan. Pada Rabu (23/9/2026), tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Program P2TVZ, Egis Surahman, S.Kep.Ners., menggelar pengasapan (fogging) sesuai standar prosedur kesehatan di wilayah Desa Jelbuk.

Tak berhenti di situ, Puskesmas Jelbuk juga menerjunkan Tim Kesehatan ke Dusun Sudung Barat, Desa Sukowiryo, pada Selasa (29/9/2026) untuk memimpin Penyelidikan Epidemiologi (PE). Kegiatan PE ini difasilitasi oleh Penanggung Jawab Program Surveilans, Fenny Hotimatul, S.KM., bersama Egis Surahman. Tim menyisir rumah warga untuk melacak sumber penularan, memeriksa tempat penampungan air, membagikan abate pada wadah air yang memenuhi kriteria, serta memberikan edukasi pencegahan secara intensif.

Evaluasi Jentik dan Layanan Kesehatan Gratis di Kebonsari

Aksi pencegahan DBD juga digencarkan di Lingkungan Sumberdandang RW 16, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, pada Jumat (25/9/2026). Puskesmas Gladakpakem berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Kebonsari menggelar kegiatan PSN dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah penanganan pasca ditemukannya warga setempat yang terserang DBD.

Dalam pelaksanaan PSN, petugas yang terbagi menjadi dua tim memeriksa tempat penampungan air dan kamar mandi di 46 rumah warga. Hasilnya, ditemukan tujuh rumah positif jentik nyamuk, sementara 39 rumah lainnya bersih. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Angka Bebas Jentik (ABJ) di RW 16 tercatat sebesar 85 persen.

Kepala Puskesmas Gladakpakem, dr. Tunsiah, menegaskan bahwa pencapaian ABJ 85 persen tersebut masih memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat. “Dari 46 rumah yang kami periksa, tujuh rumah ditemukan jentik. Artinya, ABJ di wilayah tersebut sebesar 85 persen. Kondisi ini masih perlu diwaspadai karena masih ditemukan tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang biak,” ujar dr. Tunsiah.

Ia menambahkan, pengurasan dan pembersihan wadah air secara teratur tetap menjadi fondasi utama pencegahan. Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Kelurahan Kebonsari, Puji Prahastyo, menyampaikan bahwa kegiatan intervensi ini memadukan PSN dengan layanan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis bagi warga.

“PSN dan CKG ini difasilitasi Puskesmas Gladakpakem bekerja sama dengan Kelurahan Kebonsari. Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan, terlebih sudah ada warga di RW 16 yang terkena DBD. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan rumahnya dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” kata Puji Prahastyo. Kegiatan di Kebonsari turut dihadiri Kasi PMKS Kelurahan Kebonsari Endro Sugiyanto, staf kelurahan, koordinator lingkungan, Babinsa Kelurahan Kebonsari, serta kader Posyandu Cathleya 101.

Kolaborasi Kader dan Muspika Gerakkan PSN Rutin Jumat

Gerakan serentak pencegahan DBD juga berjalan masif di wilayah lain pada Jumat (25/9/2026). Di Kecamatan Balung, UPTD Puskesmas Balung menggandeng kader posyandu melaksanakan agenda PSN rutin hari Jumat di Desa Balung Lor dan Balung Kulon.

Tenaga kesehatan dan kader menyisir tempat penampungan air terbuka baik di dalam maupun di luar rumah, termasuk tempat air minum hewan ternak atau unggas yang sering terlewatkan. Selain itu, petugas menyosialisasikan ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti—berukuran kecil, berwarna hitam pekat dengan garis putih di punggung dan kaki, serta aktif menggigit pada pagi hingga sore hari.

Pada hari yang sama, semangat sinergi ditunjukkan oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pakusari di Desa Patemon. Diawali dengan senam sehat bersama di GOR Desa Patemon, jajaran Muspika yang dipimpin Camat Pakusari Muhammad Sifak Beni Kurniawan—bersama Danposramil, Kapolsek, Kepala KUA, Penjabat Kepala Desa Patemon, dan kader kesehatan—langsung menyusuri pemukiman warga untuk pemantauan jentik dan edukasi lingkungan.

Camat Pakusari, Muhammad Sifak Beni Kurniawan, menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam membangun Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Kami sangat bangga melihat kekompakan hari ini. Olahraga bersama membuat tubuh bugar, sementara aksi PSN memastikan lingkungan kita steril dari sarang nyamuk. Kesehatan warga adalah prioritas utama yang harus kita kawal bersama-sama melalui aksi nyata di lapangan,” tegas Muhammad Sifak Beni Kurniawan.

Menguatkan Kesadaran Masyarakat Lewat 3M Plus secara Berkelanjutan

Seluruh jajaran UPTD Puskesmas dan unsur pemerintah kecamatan menggarisbawahi bahwa tindakan medis seperti fogging maupun pembagian abate hanyalah langkah pendukung. Kunci utama keberhasilan penanganan DBD berada pada konsistensi masyarakat dalam menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui prinsip 3M Plus:

  1. Menguras: Membersihkan tempat penampungan air secara rutin minimal satu kali seminggu.
  2. Menutup: Rapat-rapat menutup semua wadah dan tempat penampungan air.
  3. Mendaur Ulang: Memanfaatkan kembali atau mengelola barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
  4. Plus: Melakukan langkah perlindungan tambahan dari gigitan nyamuk, seperti menanam tanaman pengusir nyamuk (serai dan lavender).

Melalui sinergi erat antara tenaga medis, jajaran kelurahan/kecamatan, dan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam agenda Jumat Bersih mandiri, Pemerintah Kabupaten Jember optimis dapat memutus rantai penularkan virus DBD demi mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih sehat menuju Jember Baru Jember Maju.

Related Articles

Back to top button