DTPHP Jember Genjot Optimasi Lahan hingga Pertanian Modern Berbasis Kebutuhan Lapangan

JEMBER, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) terus mempercepat transformasi dan penguatan sektor pertanian guna mendongkrak produktivitas pangan daerah. Langkah terpadu ini diwujudkan melalui rangkaian aksi peninjauan langsung sepanjang awal September 2026, yang mencakup survei Optimasi Lahan (Oplah), pengawasan pemanfaatan bantuan Infrastruktur Irigasi Perpompaan (Irpom), penerapan teknologi tanam modern, hingga penyelarasan program berbasis kebutuhan riil petani.

Pendekatan lapangan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah agar seluruh kebijakan dan bantuan intervensi pertanian tidak sekadar dirancang secara administratif dari atas, melainkan berakar pada kondisi faktual serta potensi spesifik di setiap wilayah.

Pemetaan Potensi Wilayah Melalui Survei Oplah di Bangsalsari dan Gumukmas

Sebagai bagian dari langkah optimalisasi lahan produktif, DTPHP Kabupaten Jember melaksanakan survei Oplah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari pada Rabu, 2 September 2026, bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat. Kegiatan verifikasi ini dilanjutkan ke Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas pada Kamis, 3 September 2026, guna meninjau kondisi fisik tanah, mengidentifikasi kendala teknis, serta memetakan peluang perluasan areal tanam.

Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Sutiyoso, yang memimpin langsung peninjauan tersebut menegaskan bahwa identifikasi faktual merupakan kunci ketepatan sasaran kebijakan pertanian daerah. “Survei ini penting untuk melihat langsung kondisi lahan dan potensi yang ada, sehingga langkah optimasi yang dilakukan nantinya bisa tepat sasaran. Optimasi lahan harus dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan survei ini, kita bisa melihat potensi dan kendala yang ada sehingga langkah penanganannya dapat lebih tepat,” ujar Sutiyoso.

Pemanfaatan lahan yang terukur diharapkan mampu memperluas indeks pertanaman dan meningkatkan volume produksi secara berkelanjutan sebagai penopang ketahanan pangan di Kabupaten Jember.

Monitoring Sarana Irpom dan Implementasi Budidaya Padi Modern PM-AAS

Selain penataan lahan, kepastian pasokan air bagi petani turut menjadi fokus perhatian. Bertempat di Desa Karang Semanding, Kecamatan Bangsalsari, jajaran DTPHP bersama petugas BPP memeriksa fungsi sarana bantuan Infrastruktur Irigasi Perpompaan (Irpom) pada Rabu, 2 September 2026. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pengairan yang disalurkan pemerintah beroperasi secara optimal dan menjawab kendala ketersediaan air di tingkat kelompok tani.

Sutiyoso menekankan bahwa pengawasan pascapenyaluran bantuan sama pentingnya dengan proses pengadaan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh sarana yang diberikan benar-benar dipergunakan untuk menunjang aktivitas bercocok tanam dan memberikan nilai tambah langsung bagi penerima manfaat.

Pada hari yang sama, percepatan modernisasi mekanisasi pertanian ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Tanam Padi menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di BPP Bangsalsari. Metode ini diterapkan untuk mendorong efisiensi kerja petani, meningkatkan presisi budidaya, serta mengakselerasi adopsi inovasi teknologi pertanian di tingkat tapak dengan pendampingan intensif dari para penyuluh.

Konsolidasi Program Kementerian Pertanian dan Perencanaan Berbasis Data

Menyatukan berbagai agenda kerja di tingkat lapangan, DTPHP Kabupaten Jember menggelar koordinasi pemantapan program Kementerian Pertanian di BPP Kecamatan Gumukmas pada Kamis, 3 September 2026. Pertemuan yang dihadiri jajaran dinas, penyuluh, dan pengelola pertanian setempat ini membahas integrasi program Oplah, Irpom, PM-AAS, serta mekanisasi pertanian agar selaras dengan karakteristik masing-masing kawasan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, S.P., M.P., mendampingi Kepala Dinas Sutiyoso, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan program pertanian tidak dapat diseragamkan tanpa mempertimbangkan perbedaan geografis dan kebutuhan petani. “Koordinasi pemantapan program Kementerian Pertanian berbasis data dan identifikasi kebutuhan, serta konsolidasi program Kabupaten dalam meningkatkan produksi pangan. Tujuannya meningkatkan peran serta pemerintah dan masyarakat dalam memberikan solusi pembangunan pertanian,” jelas Luhur Prayogo.

Integrasi antara identifikasi data di tingkat BPP, pengawalan infrastruktur pengairan, adopsi teknologi tanam terkini, serta survei lahan yang berkesinambungan menjadi landasan strategi Pemkab Jember. Melalui kolaborasi yang kuat antara dinas, penyuluh lapangan, dan kelompok tani, sektor pertanian diharapkan semakin efisien, mandiri, berdaya saing, serta mampu mempercepat pencapaian target swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button