Program “Bunga Desaku” Hadir di Sukorambi: Pemkab Jember Serap Aspirasi, Pastikan Pelayanan Tepat Sasaran, dan Pacu Infrastruktur Desa

JEMBER, 1 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen mengikis jarak pelayanan publik dan mempercepat pemerataan ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui program unggulan “Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan” (Bunga Desaku), Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., turun langsung menyerap aspirasi sekaligus memastikan program-program prioritas pemerintah dirasakan nyata oleh warga di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6/2026).

Program Bunga Desaku ditegaskan bukan sekadar agenda kunjungan kerja seremonial melainkan instrumen strategis pemerintah daerah untuk memetakan persoalan riil secara presisi. Rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini bertujuan mengevaluasi langsung implementasi program prioritas seperti Universal Health Coverage (UHC) atau layanan kesehatan gratis, insentif guru ngaji, Program Peta Cinta, bantuan listrik gratis, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga Beasiswa Cinta Bergema.

Mengawali rangkaian kegiatan melalui Apel Siaga Siswa di SMP Negeri 1 Sukorambi, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan daerah. Beliau mendorong generasi muda untuk berani bermimpi tinggi dan memanfaatkan fasilitas beasiswa yang telah disediakan oleh Pemkab Jember. Bantuan pendidikan ini dipastikan hadir agar tidak ada anak Jember yang putus sekolah karena kendala biaya, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk menghindari pernikahan usia dini.

Terobosan Infrastruktur dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Merespons tantangan adanya penurunan anggaran Dana Desa (DD) dan kebijakan efisiensi, Pemkab Jember telah menyiapkan langkah mitigasi strategis. Disampaikan dalam forum Dialog Serap Aspirasi Masyarakat di Taman Botani pada Minggu malam, pemerintah daerah merencanakan pengambilalihan intervensi pembangunan infrastruktur jalan desa mulai tahun anggaran 2027. Kebijakan yang disesuaikan dengan kemampuan APBD ini diprioritaskan bagi jalan desa yang menjadi penopang destinasi wisata, guna memperlancar mobilitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain sektor infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan turut menjadi fokus utama melalui peluncuran kembali program “Mlijo Cinta”. Lewat program ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan difasilitasi dengan bantuan rombong usaha serta stimulus finansial berupa subsidi bunga pinjaman modal yang ditanggung pemerintah, sehingga pelaku usaha dapat berkembang tanpa terbebani cicilan tinggi.

Apresiasi dan Peningkatan Kesejahteraan Aparatur Lingkungan

Dalam Temu RT/RW dan Kader Posyandu yang diselenggarakan di Lapangan Sorga, Desa DukuhMencek, Pemkab Jember turut menampung aspirasi terkait optimalisasi pelayanan pemerintahan di tingkat lingkungan. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi RT dan RW yang menjadi garda terdepan pelayanan, Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa pemerintah tengah mengupayakan kenaikan honor bagi pengurus RT dan RW sesuai dengan ketentuan dan kemampuan keuangan daerah.

Apresiasi serupa juga ditujukan kepada para kader Posyandu yang selama ini konsisten berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peran mereka dinilai sangat krusial, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan angka stunting, serta peningkatan cakupan imunisasi di Kabupaten Jember.

Langkah taktis jemput bola ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos., menilai pendekatan Bunga Desaku sangat efektif dalam mengukur kebutuhan riil lapangan agar perencanaan pembangunan ke depan jauh lebih tepat sasaran. Dukungan senada disampaikan oleh Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., yang menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan menyukseskan seluruh kebijakan prorakyat tersebut.

Kehadiran langsung pimpinan daerah ini memberikan kesan mendalam bagi warga setempat. Ahmad Baisuni (60), salah seorang warga Desa Sukorambi, mengungkapkan rasa harunya karena dapat melihat langsung kehadiran seorang Bupati yang turun memantau kondisi dan mendengarkan keluh kesah masyarakat, yang ia sebut sebagai sebuah sejarah baru bagi Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button