Penguatan Peran TPK melalui Pelatihan, Koordinasi, dan Rembug Stunting untuk Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Sukorambi

JEMBER, 3 November 2025 – Pemerintah Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa. Berbagai kegiatan seperti pelatihan dasar konselor, pertemuan koordinasi, dan rembug stunting digelar secara berturut-turut pada akhir Oktober 2025, melibatkan kader TPK, perangkat desa, tenaga kesehatan, serta dukungan dari TP PKK Kabupaten Jember. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung program Gus Bupati Jember untuk membangun generasi sehat dan sejahtera.
Kegiatan-kegiatan tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor yang selaras dengan arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dan Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., guna mewujudkan visi Jember Baru Jember Maju melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.
Pelatihan Dasar Konselor Kader TPK Tingkatkan Kompetensi Pendampingan
Pada Kamis, 30 Oktober 2025, mulai pukul 09.00 WIB, Pemerintah Kecamatan Sukorambi menyelenggarakan Pelatihan Dasar Konselor Kader TPK di Destinasi Wisata Sungai Kalijompo, Desa Klungkung. Kegiatan ini dihadiri Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., beserta jajaran, Koordinator KB Kecamatan Sukorambi, Inna Rachmawati, A.Md., serta seluruh kader TPK desa se-Kecamatan Sukorambi.
Narasumber utama, Andi Asmara, S.AP., M.PSDM, dosen dari STIKES Griya Husada Surabaya, menyampaikan materi tentang dasar-dasar konseling keluarga, komunikasi efektif, serta strategi pendampingan keluarga berisiko stunting. Camat Sukorambi dalam sambutannya menyatakan, “Kader TPK adalah ujung tombak di lapangan yang berperan penting dalam mendukung pemerintah guna menurunkan angka stunting. Dengan pelatihan ini, kami harap kader dapat memberikan pendampingan yang tepat, humanis, dan penuh cinta serta berdampak nyata bagi masyarakat.”
Camat juga menyampaikan pesan dari Bupati Jember untuk mensosialisasikan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air. Koordinator KB Kecamatan Sukorambi menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan penguatan kapasitas kader dalam program Bangga Kencana, dengan harapan implementasi ilmu di lapangan dilakukan secara komunikatif dan empati. Kegiatan ini juga mendukung program TP PKK Kabupaten Jember yang fokus pada penguatan peran keluarga dan kader.
Pertemuan Koordinasi TPK Desa Dukuhmencek Evaluasi dan Susun Strategi Lanjutan
Sebelumnya, pada Senin, 27 Oktober 2025, TPK Desa Dukuhmencek menggelar pertemuan koordinasi di Balai Desa Dukuhmencek. Acara ini dihadiri Camat Sukorambi beserta Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Dukuhmencek, Nanda Setiawan, S.E., Kepala Balai KB Kecamatan Sukorambi, Bidan Desa Dukuhmencek, Fitri Nur Diana, A.Md., Keb., pendamping desa, serta seluruh kader TPK setempat.
Agenda utama mencakup evaluasi pendampingan keluarga berisiko stunting dan penyusunan strategi lanjutan untuk keluarga sehat. Kepala Desa Dukuhmencek mengapresiasi dampak positif program TP PKK Kabupaten Jember, yang membuat pendampingan lebih terarah. Bidan Desa menekankan peran TPK dalam edukasi gizi, kesehatan, dan pola asuh sesuai arahan TP PKK. Camat Sukorambi menegaskan sinergi antara TP PKK, TPK, dan tenaga kesehatan sebagai kunci menciptakan generasi bebas stunting, sejalan dengan penekanan Ning Ghyta pada pendampingan keluarga sebagai pondasi pembangunan manusia unggul.
Rembug Stunting Desa Klungkung Identifikasi Masalah dan Rencanakan Intervensi Terpadu
Pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 13.00 WIB, Pemerintah Desa Klungkung melaksanakan Rembug Stunting di Aula Balai Desa Klungkung. Hadir dalam kegiatan ini Kepala UPT Balai KB Kecamatan Sukorambi, Inna Rachmawati, A.Md., Kasi PMKS Kecamatan Sukorambi, Yuni Soehono, S.Sos., perangkat desa, pendamping desa, bidan desa, serta kader TPK se-Desa Klungkung.
Forum tersebut membahas identifikasi permasalahan, pemetaan keluarga berisiko stunting, dan perencanaan intervensi terpadu. Kasi PMKS mengapresiasi keseriusan desa, yang sejalan dengan arahan Bupati Jember bahwa penanganan stunting dimulai dari keluarga. Kepala UPT Balai KB menekankan peran keluarga dan kader dalam pencegahan melalui edukasi gizi dan penguatan ibu, sebagai implementasi program Ning Ghyta. Kepala Desa Klungkung, Abdul Gafur, menyatakan kesiapan bersinergi untuk generasi berkualitas, guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi, kebersihan, dan pencegahan stunting sejak dini.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kecamatan Sukorambi menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat TPK sebagai garda terdepan penurunan stunting. Dukungan dari pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa diharapkan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jember, menuju target nasional bebas stunting.



