Komitmen Pemerintah Jember Dukung Petani: Perbaikan Irigasi dan Edukasi Lingkungan

Jember, 3 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung petani dengan menangani masalah irigasi yang terganggu akibat pendangkalan, sedimen, dan sampah. Melalui koordinasi lintas kecamatan, monitoring lapangan, dan kolaborasi antarinstansi, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan aliran air lancar ke lahan pertanian, mencegah banjir, serta meningkatkan akses usaha tani. Langkah ini menjadi respons langsung terhadap laporan masyarakat dan keluhan petani, demi menjaga produktivitas pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
Sinergi Kecamatan Ajung: Koordinasi dan Rencana Bantuan Infrastruktur
Di Kecamatan Ajung, Camat Ajung melakukan kunjungan kerja pada Senin, 27 Oktober 2025, untuk berkoordinasi dengan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Ajung di Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso. Pertemuan dihadiri Koordinator BPP Najma Faizah, SP., MP; Sri Wahyuni, SP., MSi.; Eko Adi Nugroho, SP.; serta Santoso sebagai penyuluh lapangan. Fokus utama adalah menindaklanjuti laporan pendangkalan saluran irigasi dan pengajuan bantuan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) serta Jalan Usaha Tani (JUT).
“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa koordinasi ini berjalan baik, agar setiap usulan bantuan atau perbaikan dapat segera terealisasi,” ujar Camat Ajung. Najma Faizah menekankan relevansi program JIT untuk efisiensi pengairan dan JUT untuk akses transportasi hasil panen. Sri Wahyuni menambahkan persiapan data teknis, peta lokasi, dan dokumentasi untuk memperkuat proposal ke dinas terkait.
Kunjungan dilanjutkan ke Dusun Curah Welut, Desa Pancakarya, di mana saluran irigasi (avour) mengalami penyempitan akibat sedimen, lumpur, sampah organik, dan rumput liar. Petani setempat melaporkan penurunan debit air pada musim tanam kedua serta risiko banjir. “Kami sudah beberapa kali gotong royong membersihkan, tapi karena lumpurnya tebal, perlu alat berat. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah,” kata salah satu petani.
Camat Ajung menyatakan akan mengajukan pengerukan ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Jember, serta mendorong kerja bakti rutin. Eko Adi Nugroho menyoroti sinergi berkelanjutan, sementara Santoso menekankan edukasi pengelolaan air efisien dan larangan buang sampah ke saluran.
Respons Cepat di Sukorambi dan Bangsalsari: Pengerukan Saluran serta Bersih Sungai untuk Lancarkan Irigasi
Di Kecamatan Sukorambi, Camat Musyaffa, S.HI., M.M., memantau langsung pengerukan saluran irigasi pada 27 Oktober 2025, sebagai tindak lanjut laporan warga melalui platform Wadul Guse. Laporan menyebut sumbatan menyebabkan air meluap ke bahu jalan saat hujan deras di Desa Sukorambi. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jember menurunkan tim untuk pembersihan dan pengerukan titik pendangkalan. “Kami mengapresiasi respon cepat dari Dinas PU yang langsung menindaklanjuti laporan warga kami melalui platform Wadul Guse. Dengan adanya pengerukan ini, diharapkan aliran air kembali lancar dan tidak menimbulkan genangan di jalan,” ujar Camat Sukorambi. Monitoring dihadiri perwakilan dinas, perangkat desa, serta RT/RW setempat, sejalan dengan komitmen Bupati Muhammad Fawait untuk pelayanan responsif.
Sementara di Kecamatan Bangsalsari, sungai di bawah jembatan penghubung Desa Sukorejo dan Karangsono dipenuhi sedimen serta sampah rumah tangga pada 25 Oktober 2025, menghambat air irigasi ke sawah dan merugikan petani di musim tanam. “Air tidak sampai ke sawah kami, aliran tersumbat penuh sampah. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi persoalan kesadaran,” keluh seorang petani. Pemerintah Desa Sukorejo mengirim surat resmi pada 24 Oktober 2025 ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bantuan armada sampah. Aksi kerja bakti dijadwalkan Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 07.00 WIB di Dusun Krajan. DLH dan DPUBMSDA berkolaborasi: DPUBMSDA fokus normalisasi dan pengerukan, DLH tangani kebersihan serta edukasi warga. Upaya ini melengkapi respons cepat di Sukorambi, dengan penekanan bersama pada pencegahan sumbatan akibat sampah dan sedimen untuk menjaga kelancaran irigasi serta mengurangi risiko banjir yang berdampak pada petani.
Rencana Tindak Lanjut dan Komitmen Jangka Panjang
Dari berbagai kegiatan, disepakati langkah konkret seperti penyusunan laporan survei, pengajuan JIT dan JUT, kerja bakti, permintaan alat berat, monitoring penyuluh, serta edukasi masyarakat. Upaya ini mencerminkan kolaborasi pemerintah, penyuluh, dan warga untuk menjaga irigasi bersih, meningkatkan panen, serta mencegah kerugian petani. Dengan sinergi ini, sektor pertanian Jember diharapkan semakin produktif dan berkelanjutan, mendukung kedaulatan pangan lokal.



