Pemerintah Jember Terus Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Stunting dan Angka Kematian Ibu dan Anak

Jember, 20 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting serta angka kematian ibu (AKI) dan anak (AKB) melalui serangkaian program lintas sektor yang terkoordinasi. Berbagai inisiatif, mulai dari lokakarya mini (lokmin) di tingkat kecamatan, penyusunan dashboard terintegrasi, hingga pelaksanaan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), menjadi bukti upaya konkret untuk menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Lokakarya Mini Ajung: Evaluasi dan Solusi Bersama
Pada akhir September 2025, UPTD Puskesmas Ajung menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Tribulan Eksternal di Pendopo Kecamatan Ajung. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kesehatan ibu dan anak (KIA) serta gizi masyarakat dari Januari hingga Agustus 2025. Hadir dalam acara ini berbagai pemangku kepentingan, termasuk Camat Ajung, Kapolsek, Danposramil, Ketua TP PKK, bidan desa, dan pendamping desa.
Kepala Puskesmas Ajung, dr. Tunsiah, menegaskan bahwa lokakarya ini tidak hanya bertujuan mengevaluasi capaian, tetapi juga mencari solusi bersama untuk mengatasi tantangan seperti stunting dan ibu hamil berisiko tinggi. Camat Ajung menambahkan bahwa forum lintas sektor seperti ini harus menjadi wadah komunikasi efektif, bukan sekadar formalitas administratif. “Stunting dan risiko tinggi pada ibu hamil tidak hanya soal gizi atau ekonomi, tetapi juga pola asuh dan pernikahan dini. Kita harus identifikasi akar masalah secara spesifik untuk intervensi yang tepat,” ujarnya.
Paparan dalam lokakarya menyoroti pentingnya deteksi dini ibu hamil berisiko tinggi, yang disebabkan oleh faktor seperti riwayat operasi, preeklamsia, anemia, atau kategori “4T” (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu banyak melahirkan). Untuk stunting, fokus diberikan pada anak usia 0–59 bulan, dengan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U), berat badan menurut umur (BB/U), dan tinggi badan menurut berat badan (TB/BB). Edukasi pola asuh, kebersihan lingkungan, dan pemanfaatan pangan lokal menjadi strategi utama pencegahan.
Rapat Koordinasi Stunting: Sorotan pada Susu PKMK
Pada 30 September 2025, rapat koordinasi dan minilokakarya di Kecamatan Ajung kembali menegaskan fokus pada penurunan stunting. Dihadiri oleh Camat, TP PKK, tenaga kesehatan, dan perwakilan desa, rapat ini membahas capaian Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta pendampingan balita penerima susu Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Susu PKMK, dengan kandungan kalori dan protein tinggi, terbukti membantu mempercepat kejar tumbuh anak stunting, meskipun hasilnya bervariasi antar individu.
Ahli gizi dari Puskesmas Ajung menegaskan bahwa susu PKMK bukan solusi tunggal. “Pendampingan keluarga, makanan bergizi seimbang, dan kontrol kesehatan rutin tetap diperlukan,” jelasnya. Rapat juga membahas metode By Name By Address (BNBA) untuk pemetaan kasus stunting secara rinci, yang menunjukkan tren penurunan tipis di Ajung, meskipun beberapa desa mencatat kasus baru. Kendala seperti keterbatasan transportasi kader dan rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan, yang akan diatasi melalui penguatan edukasi dan koordinasi lintas sektor.
Dashboard Terintegrasi untuk Kebijakan Berbasis Data
Pada 10 Oktober 2025, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember menggelar rapat penyusunan Dashboard AKI, AKB, dan Stunting. Dihadiri oleh Dinas Kesehatan, DP3AKB, DPMD, Dispendukcapil, dan Diskominfo, rapat ini bertujuan menciptakan sistem data terintegrasi untuk perencanaan dan evaluasi program kesehatan. Dashboard ini akan menampilkan indikator seperti jumlah kasus AKI dan AKB per kecamatan, data bayi berat lahir rendah (BBLR), cakupan kunjungan neonatal, serta data stunting berbasis BNBA.
Erwin Prasetyo dari Bappeda menjelaskan bahwa dashboard ini memungkinkan pengambilan kebijakan yang responsif dan berbasis data. Namun, tantangan seperti keterlambatan pelaporan akibat gangguan jaringan dan terbatasnya kapasitas operator masih perlu diatasi melalui pelatihan teknis dan koordinasi yang lebih erat antarinstansi.
Program DASHAT: Gizi untuk Generasi Emas
Sebagai langkah konkret, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember melaksanakan program DASHAT di 31 kecamatan pada 13–15 Oktober 2025. Program ini melibatkan TPK untuk memberikan edukasi gizi dan pelatihan pembuatan MPASI berbahan pangan lokal kepada ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin, dan keluarga dengan balita. Kegiatan ini juga mencakup kampanye “Isi Piringku” dan monitoring hasil untuk memastikan dampak nyata di lapangan.
Berdasarkan data SSGI 2022, angka stunting nasional sebesar 21,6% menjadi pengingat urgensi program ini. DP3AKB Jember optimistis bahwa DASHAT, dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, dapat menekan prevalensi stunting sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga melalui kelompok usaha berbasis pangan lokal.
Komitmen Bersama Menuju Jember Sehat
Kolaborasi lintas sektor yang terlihat dalam lokakarya, rapat koordinasi, penyusunan dashboard, dan program DASHAT menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat di Jember. Dengan pendekatan berbasis data, intervensi gizi seperti susu PKMK, dan edukasi intensif, Kabupaten Jember berupaya menekan angka stunting serta AKI dan AKB secara berkelanjutan. Komitmen ini tidak hanya bertujuan memenuhi target nasional, tetapi juga memastikan generasi sehat dan produktif untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.



