Pasar Murah Penuh Cinta 2025: Upaya Jember Stabilkan Harga dan Dukung Ketahanan Pangan

Jember, 26 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar program “Pasar Murah Penuh Cinta” sepanjang Oktober hingga awal November 2025. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok, sekaligus mengendalikan inflasi di wilayah Jawa Timur. Dengan menggandeng berbagai pihak seperti Bulog, PT Rajawali Nusindo, CV Mandiri Jember, dan pelaku usaha lokal, pasar murah ini menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mengatasi Beban Ekonomi Masyarakat
Program Pasar Murah Penuh Cinta merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di tengah tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok. Kegiatan ini digelar di berbagai kecamatan di Kabupaten Jember, menjangkau masyarakat di pasar-pasar rakyat yang menjadi pusat aktivitas ekonomi. Setiap lokasi pasar murah, yang dimulai pukul 07.00 hingga 10.30 WIB, menawarkan komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, bawang, hingga produk lokal seperti sayur-mayur, perbumbuan, dan buah-buahan dari usaha kecil menengah (UKM).
Harga barang yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Misalnya, beras premium dijual seharga Rp14.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, Minyakita Rp13.000/botol, dan telur ayam ras Rp22.000/pack. Untuk memastikan pemerataan, setiap pembeli dibatasi membeli maksimal dua unit per jenis produk, mencegah penimbunan atau penjualan ulang dengan harga tinggi.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Pasar Murah Penuh Cinta diadakan di beberapa kecamatan dengan jadwal sebagai berikut:
- 5 Oktober 2025: Kecamatan Wuluhan (Lapangan Desa Kesilir)
- 8 Oktober 2025: Kecamatan Kencong (Halaman Kantor Kecamatan)
- 15 Oktober 2025: Kecamatan Ledokombo (Halaman Kantor Kecamatan)
- 19 Oktober 2025: Kecamatan Sumbersari (Halaman Kantor Kelurahan Wirolegi)
- 23 Oktober 2025: Kecamatan Tanggul (Halaman Kantor Kecamatan)
- 1 November 2025: Kecamatan Sumberjambe (Halaman PP As Syfa Desa Cumedak)
- 12 November 2025: Kecamatan Gumukmas (Halaman Kantor Kecamatan)
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 tenant, termasuk distributor sembako, sayuran, perbumbuan, dan produk UKM lokal. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari ramainya pengunjung yang terus berdatangan hingga acara selesai. “Saya selalu antusias ketika ada informasi pasar murah ini. Sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak, kebutuhan yang terpenuhi dengan harga terjangkau sangat dinanti,” ujar Ibu Husna, warga Kecamatan Wuluhan.
Dukungan Pemerintah dan Pelaku Usaha
Pelaksanaan pasar murah ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Disperindag Jember, yang dipimpin oleh pejabat seperti Ibu Demica dan didukung oleh Benny Firmannadi sebagai organizer, memastikan ketersediaan barang berkualitas dengan harga bersubsidi. Camat Tanggul menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini, menyebutnya sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Kepala Disperindag Jember menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menekan harga di pasar tradisional dan mengurangi beban ekonomi keluarga. “Kegiatan ini kami laksanakan di berbagai kecamatan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ungkapnya. Selain itu, pasar murah juga menjadi ajang promosi produk lokal, seperti jajanan tradisional, kerajinan tangan, dan hasil pertanian dari UKM, yang turut memperkuat ekonomi lokal.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Masyarakat dari berbagai kecamatan, seperti Wuluhan, Ledokombo, dan Tanggul, menyambut baik program ini. Seorang warga Desa Klatakan di Kecamatan Tanggul mengaku terbantu dengan harga beras dan minyak goreng yang jauh lebih murah dibandingkan di warung. Warga lain di Wirolegi menambahkan bahwa informasi pasar murah yang diakses secara online memudahkan mereka untuk merencanakan kehadiran. “Beras Bulog SPHP seharga Rp58.000 untuk 5 kg sangat terjangkau,” ujar salah satu warga.
Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga mendukung upaya pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Jawa Timur. Dengan keterlibatan pejabat kecamatan, penyuluh perdagangan, dan pel_authorized distributor, pasar murah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menuju Stabilitas Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pasar Murah Penuh Cinta 2025 menjadi bukti nyata upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Dengan menyediakan barang pokok berkualitas dengan harga terjangkau, program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlanjut untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung ketahanan pangan di Jawa Timur.



