Persiapan Liga Santri Jawa Timur 2025 Membangun Semangat Santri di Lapangan Hijau

Jember, 13 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Jember intensif mempersiapkan gelaran Liga Santri Piala Bupati Jember 2025. Turnamen ini, yang akan berlangsung pada minggu ketiga dan keempat Oktober 2025 di Stadion Notohadinegoro dan Jember Sport Garden (JSG), bukan hanya ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membina karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda pesantren. Dengan melibatkan puluhan pondok pesantren dari berbagai kecamatan, liga ini diharapkan menjadi ikon pembinaan olahraga berbasis pesantren sekaligus memperkuat solidaritas antarsantri di Jember.
Persiapan Matang Menuju Liga Santri 2025
Persiapan Liga Santri Piala Bupati Jember 2025 telah dimulai dengan serangkaian kegiatan koordinasi dan sosialisasi. Pada 2 Oktober 2025, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember bersama ASKAB PSSI Jember menggelar rapat koordinasi di Aula Dispora. Kepala Dispora Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan bahwa liga ini merupakan program prioritas Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, untuk memajukan olahraga sekaligus membentuk karakter santri. “Liga Santri ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembinaan disiplin dan sportivitas bagi santri, yang menjadi tulang punggung umat,” ujarnya.
Sosialisasi lebih lanjut digelar pada 5 Oktober 2025 di Aula PB. Soedirman, Pemkab Jember, dihadiri perwakilan dari puluhan pesantren, termasuk 12 pondok pesantren dari Kecamatan Rambipuji dan 20 tokoh pesantren dari Kecamatan Sumberjambe. Acara ini diisi dengan pemaparan teknis, pemutaran video promosi, dan diskusi kelompok untuk membahas pembentukan tim. Ketua ASKAB PSSI Jember, Abdullah Waid, menjelaskan bahwa turnamen ini menggunakan sistem gugur pada babak penyisihan, dengan semifinal dan final di Jember Sport Garden. Peserta dibatasi untuk santri kelahiran maksimal 2006, dengan status aktif sebagai santri yang dibuktikan melalui kartu tanda santri.
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak
Antusiasme terhadap Liga Santri 2025 tidak hanya datang dari kalangan pesantren, tetapi juga dari pemerintah setempat. Lurah Kebonagung, Drs. Zaenal Safi’i, menyatakan dukungan penuh untuk kesuksesan acara ini, melihatnya sebagai ajang pembibitan atlet sepak bola berprestasi dari kalangan santri. “Liga ini menjadi wadah pemassalan olahraga sekaligus pembinaan generasi muda yang berkarakter,” ungkapnya. Dukungan serupa disampaikan oleh perwakilan Kecamatan Sumberjambe, seperti Kyai Ghozali dari Pesantren Nurul Islam Al-Hamidy, yang menyebut liga ini sebagai kesempatan emas bagi santri untuk berprestasi tanpa meninggalkan nilai keagamaan.
Technical meeting pada 12 Oktober 2025 di Aula Pemkab Jember semakin mematangkan persiapan. Wakil Ketua ASKAB PSSI Jember, Andi Slamet, mengumumkan bahwa 68 tim telah mendaftar, dengan pertandingan babak penyisihan akan digelar di empat lapangan berstandar nasional: Lapangan Pancakarya (Ajung), Lapangan Gumelar (Balung), Lapangan Kawang Rejo (Mumbulsari), dan Lapangan Glagahweroh (Kalisat). “Kami memilih lokasi ini untuk mempermudah akses dari berbagai wilayah Jember,” jelas Andi. Sementara itu, Sekretaris Dispora, Umar Farouk, berharap liga ini menjadi pelopor bagi kabupaten lain di Indonesia, sekaligus mencetak calon atlet nasional dari kalangan santri.
Nilai Islami dan Ukhuwah dalam Kompetisi
Liga Santri Piala Bupati Jember 2025 tidak hanya berfokus pada aspek olahraga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islami. Setiap pertandingan akan diawali dengan sholat berjamaah dan tilawah, sementara wasit dan panitia dilatih untuk menjunjung etika berbasis akhlak santri. “Ini bukan hanya soal menang-kalah, tetapi tentang membangun ukhuwah Islamiyah melalui sepak bola,” ujar Abdullah Waid. Total hadiah sebesar Rp30 juta dan Piala Gus Bupati menjadi daya tarik tambahan, namun semangat utama tetap pada pembinaan karakter dan solidaritas.
Antusiasme santri terlihat dari cerita Ahmad Fauzi, santri berusia 17 tahun dari Rambipuji, yang bermimpi membawa nama pesantrennya menjadi juara. Sementara itu, Ustadz Muhammad Solikhin dari Ponpes Darul Ulum Rejoso menyatakan kesiapan pesantrennya untuk membentuk tim, dengan harapan mendapat bimbingan teknis dari PSSI. Kolaborasi antarpesantren, seperti yang diusulkan perwakilan Ponpes As-Suja’i, juga menjadi wujud semangat kebersamaan yang digaungkan dalam liga ini.
Dengan kick-off yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2025 di Jember Sport Garden, Liga Santri Piala Bupati Jember 2025 diharapkan menjadi tonggak baru dalam pembinaan olahraga berbasis pesantren. Sinergi antara Pemkab Jember, Dispora, ASKAB PSSI, dan komunitas pesantren menunjukkan komitmen kuat untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya religius, tetapi juga tangguh, disiplin, dan berprestasi. Seperti yang dikatakan oleh Kadispora Edy Budi Susilo, “Liga ini adalah wujud nyata dari visi Jember Baru, Jember Maju, yang mengedepankan iman, ilmu, dan prestasi.”
Gelaran ini bukan hanya tentang perebutan piala, tetapi juga tentang menanamkan nilai kebangsaan dan sportivitas di kalangan santri. Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai Islami yang kuat, Liga Santri 2025 diharapkan melahirkan bibit atlet berbakat sekaligus memperkuat identitas Jember sebagai daerah yang peduli terhadap pembinaan pemuda. Ketika peluit pertama berbunyi, Jember siap mengukir sejarah baru melalui tendangan penuh berkah dari para santri.



