DP3AKB Jember Gencarkan Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Sinergi Lintas Sektor dan Program Diska

Jember, 10 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi dan memberdayakan perempuan serta anak. Beragam isu krusial seperti kekerasan terhadap perempuan, perlindungan pekerja migran, pencegahan pernikahan dini, hingga penanganan kenakalan remaja menjadi fokus utama dalam berbagai kegiatan yang digelar sepanjang awal Oktober 2025. Upaya ini mencerminkan semangat mewujudkan Jember yang inklusif dan berkeadilan, dengan menempatkan perempuan dan anak sebagai prioritas pembangunan.
Dialog Komprehensif bersama Komnas Perempuan
Pada 1 Oktober 2025, DP3AKB Jember menggelar audiensi bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Aula Bangga Kencana. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan lintas sektor, termasuk Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, serta jajaran internal DP3AKB yang dipimpin oleh Kepala Dinas, Drs. Moh. Djamil, M.Si. Diskusi menyoroti isu kekerasan terhadap perempuan, khususnya yang dialami pekerja migran, serta tantangan perlindungan perempuan di Jember.
Selain kekerasan, dialog ini juga membahas pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan pencegahan pernikahan dini. DP3AKB menegaskan peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam memberikan pendampingan, rujukan layanan, dan dukungan bagi korban kekerasan agar dapat kembali ke keluarga dalam kondisi aman. Isu dispensasi kawin (Diska) juga menjadi sorotan, dengan penekanan pada pentingnya proses pengajuan yang memprioritaskan kepentingan terbaik anak.
Upaya pemberdayaan tidak hanya berfokus pada perlindungan, tetapi juga peningkatan kemandirian ekonomi perempuan. DP3AKB telah melaksanakan pelatihan memasak bagi perempuan binaan UPTD PPA, kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), dan komunitas driver ojek perempuan. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kemandirian ekonomi.
Kepala DP3AKB Jember, Moh. Djamil, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Kehadiran Komnas Perempuan diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat langkah-langkah di tingkat daerah.
Sosialisasi Perlindungan Anak dan Pencegahan Kenakalan Remaja
Pada hari yang sama, DP3AKB Jember turut berpartisipasi sebagai pemateri dalam sosialisasi perlindungan anak dan kenakalan remaja di Pondok Pesantren Nahdlatul Arifin, Ambulu. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kecamatan Ambulu ini menyasar ratusan siswa-siswi Madrasah Aliyah Nahdlatul Arifin. Pemateri dari DP3AKB, Hidayati Agustiani, AMd. Keb., menekankan pentingnya pondasi kuat dari keluarga, guru, dan lingkungan untuk membentuk karakter remaja di era digital.
Hidayati menyoroti pengaruh teknologi, khususnya melalui ponsel, yang dapat membawa dampak negatif jika tidak disaring dengan baik. Ia juga menggarisbawahi pentingnya nilai agama dan kebiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, makan sehat, gemar belajar, berolahraga, dan bermasyarakat. Sosialisasi ini direspons antusias oleh para siswa, yang aktif bertanya dan mengikuti acara dengan tertib. Kegiatan ini bertujuan meminimalkan kenakalan remaja ekstrem dan mencegah pernikahan dini melalui edukasi dan pembentukan kebiasaan positif.
Layanan Dispensasi Kawin untuk Cegah Pernikahan Dini
Sebagai bagian dari upaya pencegahan pernikahan dini, DP3AKB Jember menyelenggarakan layanan Dispensasi Kawin (Diska) pada 6 Oktober 2025. Sebanyak sepuluh pasangan calon pengantin dari delapan kecamatan—Sumbersari, Silo, Semboro, Sumberjambe, Gumukmas, Balung, Tanggul, dan Patrang—mengikuti sesi pendampingan dan konseling. Kegiatan ini melibatkan tim dari Bidang Perlindungan Anak DP3AKB dan tiga psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memastikan kesiapan mental, emosional, dan psikologis para calon pengantin.
Data menunjukkan bahwa mayoritas peserta Diska adalah perempuan di bawah usia 19 tahun, dengan faktor pendorong seperti putus sekolah, perjodohan, atau keinginan menikah segera setelah lulus sekolah. Program Diska tidak hanya memberikan konsultasi, tetapi juga edukasi untuk menekan angka pernikahan usia dini yang masih tinggi di Jember. Pendampingan ini bertujuan memastikan keputusan pernikahan diambil secara matang dan bertanggung jawab.
Komitmen Menuju Jember yang Inklusif
Beragam inisiatif DP3AKB Jember menunjukkan pendekatan holistik dalam menangani isu perempuan dan anak, mulai dari perlindungan, pemberdayaan, hingga pencegahan masalah sosial seperti kenakalan remaja dan pernikahan dini. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan, dinas terkait, dan komunitas lokal, menjadi kunci keberhasilan program-program ini. Ke depan, DP3AKB Jember berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, di mana hak-hak perempuan dan anak terpenuhi secara utuh. Dengan langkah-langkah strategis ini, Jember bergerak menuju masa depan yang lebih berkeadilan dan sejahtera.



