Sinergi Jember Dorong Pertanian Berkelanjutan: Fondasi Kemandirian Pangan dan Ekonomi Daerah

Jember, 10 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagai langkah strategis, mulai dari revitalisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga percepatan tanam dan pengelolaan komoditas unggulan, telah digulirkan untuk mewujudkan Jember sebagai lumbung pangan yang berdaya saing tinggi. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional di bawah arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan.

Komitmen Revitalisasi Pertanian Jember

Pada 26 September 2025, Bupati Jember memimpin pertemuan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru. Dalam acara tersebut, Bupati menegaskan pentingnya revitalisasi sektor pertanian untuk mengembalikan kejayaan Jember sebagai lumbung pangan nasional. Komoditas unggulan seperti padi dan tembakau menjadi fokus utama, dengan penekanan pada peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi modern, penguatan kelembagaan tani, dan perluasan akses pasar.

“Jember memiliki sejarah panjang sebagai sentra pangan. Dengan lahan subur dan sumber daya manusia yang tangguh, kita harus memanfaatkan potensi ini untuk mencapai kedaulatan pangan,” ujar Bupati. Ia juga menyoroti peran strategis PPL sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan petani, dengan komitmen untuk meningkatkan kapasitas penyuluh melalui pelatihan dan sarana pendukung.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penguatan diversifikasi pangan, penyediaan pupuk dan benih berkualitas, serta pengembangan kawasan pertanian terpadu berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan penyuluh diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menjadikan Jember sebagai pusat pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

Sektor Pertanian: Tulang Punggung Ekonomi Jember

Kajian terbaru Pemerintah Kabupaten Jember pada 8 Oktober 2025 mengungkapkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar utama perekonomian daerah. Berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) periode 2020–2024, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat nilai LQ tertinggi sebesar 2,596 pada 2024. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor antarwilayah.

Selain pertanian, sektor lain seperti pendidikan, administrasi pemerintahan, informasi dan komunikasi, kesehatan, serta pertambangan juga menunjukkan keunggulan komparatif dengan nilai LQ di atas 1. Namun, laporan tersebut menegaskan bahwa pertanian tetap menjadi sektor strategis yang harus diperkuat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) juga mengindikasikan potensi pertumbuhan sektor lain seperti pertambangan, namun pertanian dan pendidikan tetap menjadi prioritas untuk integrasi dengan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

Sinergi Lintas Sektor di Sukowono

Sebagai bagian dari upaya nasional menuju swasembada pangan, Kecamatan Sukowono menggelar kegiatan penanaman jagung serentak kuartal IV dan peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri pada 8 Oktober 2025. Kegiatan bertajuk “Langkah Serentak, Panen Berdaulat” ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan kepala desa se-Kecamatan Sukowono. Camat Sukowono, Jono Wasinudin, menegaskan bahwa penanaman jagung serentak merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, dengan jagung sebagai salah satu komoditas unggulan.

Gudang Ketahanan Pangan Polri yang baru diresmikan diharapkan dapat mengoptimalkan distribusi hasil panen, memastikan ketersediaan pangan dalam jangka panjang, dan mendukung kemandirian pangan nasional. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan visi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Percepatan Tanam Padi di Umbulsari

Di Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Pemerintah Jember bersama petani melaksanakan percepatan tanam padi pada 2 Oktober 2025. Dari total 353 hektar lahan sawah di desa ini, sekitar 240 hektar dialokasikan untuk tanaman padi, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu penopang utama produksi pangan daerah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian untuk menerapkan pola tanam serempak guna meningkatkan efisiensi pengairan, mengurangi serangan hama, dan memastikan panen seragam.

Petani di Umbulsari didampingi penyuluh pertanian untuk menerapkan teknik budidaya modern, menggunakan bibit padi berumur 18–21 hari serta pupuk urea dan phonska untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pola tanam serempak ini juga dirancang untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan iklim, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Menuju Jember sebagai Sentra Pangan Nasional

Berbagai inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jember untuk menjadikan pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah. Dengan menggabungkan revitalisasi sektor pertanian, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, dan sinergi lintas sektor, Jember berupaya mencapai kedaulatan pangan yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menyejahterakan petani.

Bupati Jember menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. “Jika Jember kuat dalam pertanian, maka Indonesia akan lebih kokoh menghadapi tantangan global,”. Ke depan, Pemerintah Jember akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra pangan nasional yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Related Articles

Back to top button