Penyaluran Bantuan Pangan Beras Diluncurkan di Jember, Sasar Ribuan Keluarga Penerima Manfaat

Jember, 22 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Jember resmi meluncurkan program penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025. Kegiatan ini diawali dengan seremoni di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari pada 17 Juli 2025, dan dilanjutkan dengan penyaluran di Kantor Perum Bulog Mangli, Kecamatan Kaliwates pada 21 Juli 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas ekonomi, dan memberikan bantalan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Peluncuran di Kelurahan Kebonsari: 417 Keluarga Terima Bantuan

Peluncuran di Kelurahan Kebonsari dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Cabang Bulog Jember Ade Saputro, Kapolsek Sumbersari Tanto, perwakilan Kodim C. Purnomo H, Lurah Kebonsari Herlan, serta perwakilan dari Dinas Sosial dan tim DKPP Kabupaten Jember. Sebanyak 417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah ini menerima masing-masing 20 kg beras untuk alokasi dua bulan, dengan total penyaluran mencapai 8.340 kg.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi oleh tim DKPP, beras yang disalurkan memiliki kualitas baik, dengan kemasan karung yang rapi dan aman. Proses verifikasi penerima dilakukan secara digital melalui aplikasi yang telah disiapkan, memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran. Tidak ada kendala berarti yang dilaporkan selama proses penyaluran di lokasi ini.

Penyaluran Tahap Kedua dan Komitmen Pemerintah Daerah

Pada 21 Juli 2025, penyaluran bantuan tahap kedua digelar di Kantor Perum Bulog Mangli, Kaliwates, dengan dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa program ini menjangkau 213.433 KPM di seluruh Kabupaten Jember. Ia juga menyebutkan bahwa uji coba penyaluran ke 10 desa sebelumnya berjalan lancar tanpa hambatan, menjadi indikator kesiapan sistem distribusi yang diterapkan.

Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat rentan, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengendalikan inflasi di tengah dinamika ekonomi. Kolaborasi lintas sektor, melibatkan Bulog, TNI, Polri, Badan Pusat Statistik (BPS), dan berbagai instansi pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan ini.

Sinergi untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

Program Bantuan Pangan Beras ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Selain memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, program ini juga mendukung petani lokal. Perum Bulog Jember, misalnya, berhasil menyerap gabah petani Jember dalam jumlah terbanyak se-Jawa Timur pada musim panen sebelumnya. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung produksi pangan lokal sekaligus memenuhi kebutuhan distribusi bantuan.

Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Dengan pendekatan verifikasi yang ketat dan pengawasan kualitas yang cermat, diharapkan tidak ada keluarga yang tertinggal dalam mendapatkan manfaat dari program ini. Ke depan, Pemkab Jember akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi.

Peluncuran dan penyaluran bantuan pangan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Jember. Dengan terus menjaga kualitas dan ketepatan distribusi, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya kolektif ini demi mewujudkan Jember yang lebih sejahtera dan mandiri dalam hal pangan.

Related Articles

Back to top button