Membangun Kesiapsiagaan Pemuda: BPBD Jember Gelar Sosialisasi Kebencanaan bagi KKRI dan Pelatihan Tanggap Darurat Gempa di Polije

Jember, 23 Februari 2023 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan kebencanaan bagi generasi muda pada Februari 2026. Dalam rentang waktu singkat, BPBD Jember menggelar sosialisasi penanggulangan bencana bagi anggota Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) serta pelatihan dan simulasi tanggap darurat gempa bumi di lingkungan Politeknik Negeri Jember. Kedua kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, pengetahuan praktis, serta kemampuan tanggap darurat di kalangan pemuda dan mahasiswa sebagai upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman bencana.
Kegiatan pertama berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, di Secaba Rindam V/Brawijaya, dengan mengusung tema sosialisasi penanggulangan bencana dalam rangkaian Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2026. Sosialisasi ini diselenggarakan berdasarkan surat permohonan bantuan pemateri dari Kodim 0824 Jember Nomor B/89/I/2026 serta disposisi Kepala BPBD Kabupaten Jember. Sebanyak sekitar 100 anggota KKRI mengikuti kegiatan tersebut. Materi disampaikan oleh Rezha Pratama sebagai perwakilan BPBD Kabupaten Jember, mencakup dasar-dasar penanggulangan bencana, pengenalan jenis-jenis bencana, serta tips praktis menangani situasi darurat. Penyampaian dilakukan secara komunikatif dan relevan dengan kondisi lapangan, sehingga peserta aktif berpartisipasi dalam pemaparan dan diskusi. Kegiatan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan, kepedulian sosial, serta kesiapan mental individu dan kelompok dalam pengurangan risiko bencana. Sinergi antara BPBD Jember dengan lingkungan pendidikan dan pelatihan militer ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan bencana, mengingat peran strategis pemuda dan TNI dalam penanganan kebencanaan di lapangan.
Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi di Politeknik Negeri Jember
Kegiatan kedua dilaksanakan lebih awal, yaitu pada Rabu, 11 Februari 2026, di Gedung Teknik Politeknik Negeri Jember. Kegiatan ini berupa pelatihan dan simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi, berdasarkan surat permohonan narasumber dari Jurusan Teknik Politeknik Negeri Jember Nomor 056/PL17.3.8/PP/2026 tertanggal 9 Februari 2026. Peserta terdiri atas sekitar 12 anggota Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jurusan Teknik serta kurang lebih 100 mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Teknik. BPBD Kabupaten Jember bertindak sebagai narasumber dan fasilitator utama, sementara Tim K3 Jurusan Teknik berperan aktif sebagai mitra pelaksana.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.15 WIB dengan keberangkatan tim BPBD menuju lokasi, tiba pada pukul 08.20 WIB, dan berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. Materi yang disampaikan meliputi panduan simulasi tanggap darurat gempa bumi, langkah-langkah penanganan darurat, pentingnya kesiapsiagaan, serta peran individu dalam situasi bencana. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pembentukan Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana di lingkungan kampus. Setelah sesi teori, dilanjutkan gladi ruang sebagai persiapan, kemudian simulasi tanggap darurat gempa bumi yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Dalam simulasi tersebut, peserta dilatih melakukan perlindungan diri, evakuasi mandiri, serta koordinasi antaranggota tim secara tertib dan terarah. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan keseriusan tinggi selama kegiatan berlangsung.
Komitmen BPBD Jember dalam Membangun Generasi Tangguh Bencana
Kedua kegiatan berjalan lancar dan aman, tanpa kendala berarti yang mengganggu pelaksanaan. Melalui sosialisasi bagi KKRI dan pelatihan-simulasi di Politeknik Negeri Jember, BPBD Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kebencanaan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga membangun kemampuan praktis serta sikap sigap dan tangguh dalam menghadapi situasi darurat. BPBD Jember berharap, melalui upaya berkelanjutan semacam ini, akan lahir generasi muda yang siap menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana dapat diminimalkan di Kabupaten Jember dan sekitarnya.



