Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, BPBD Jember Terima Kunjungan Edukatif dari Ratusan Pelajar TK hingga SMP

Jember, 23 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember secara intensif menerima kunjungan edukatif dari berbagai satuan pendidikan pada awal Februari 2026. Rangkaian kegiatan outing class ini bertujuan menanamkan kesadaran dan pengetahuan dasar mitigasi bencana sejak usia dini kepada siswa taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Melalui pendekatan interaktif dan pengenalan langsung terhadap peralatan serta pos edukasi kebencanaan, BPBD Jember berupaya membangun budaya sadar bencana di kalangan generasi muda.

Kunjungan-kunjungan tersebut berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Jember dengan melibatkan ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Pada Senin, 9 Februari 2026, TK Amirul Amin mengirimkan 58 siswa didampingi enam guru. Selanjutnya, Selasa 10 Februari 2026, SDIT Insantama menghadirkan 52 siswa bersama tujuh guru pendamping. Kamis, 5 Februari 2026, SDN Sidomulyo 03 Jember mengikutsertakan 26 siswa kelas 1 hingga 6 dengan lima guru. Jumat, 6 Februari 2026, SMPN 03 Jember mengirimkan 19 siswa kelas 2 dan 3 beserta tiga guru. Puncaknya terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, ketika TK Islam Terpadu Ar-Roudhoh membawa 100 siswa kelas A bersama delapan guru, dilanjutkan Kamis, 12 Februari 2026, dengan kunjungan serupa dari sekolah yang sama.

Pengenalan Pos Edukasi Kebencanaan Secara Interaktif

Setiap kunjungan dirancang dengan pembelajaran berbasis pos edukasi yang telah disiapkan BPBD Kabupaten Jember. Para siswa diajak berkeliling dan mendapatkan penjelasan langsung mengenai berbagai aspek penanggulangan bencana. Di Pos Perahu Karet, peserta diperkenalkan alat pelindung diri (APD) serta fungsi perahu karet dalam evakuasi korban banjir, lengkap dengan prinsip keselamatan dasar di perairan. Pada Pos Logistik, siswa mengenal jenis-jenis peralatan logistik kebencanaan beserta kegunaannya, termasuk kebutuhan dasar bagi pengungsi saat tanggap darurat.

Pos Karhutla menjadi salah satu favorit, di mana anak-anak dibekali pengetahuan pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta teknik pemadaman awal menggunakan alat sederhana seperti gepyok. Sementara di Pos Gudang Peralatan, peserta melihat langsung beragam alat penunjang operasi kebencanaan beserta sistem penyimpanannya agar selalu siap pakai. Di Posko Chainsaw, siswa memperoleh pemahaman dasar mengenai fungsi chainsaw untuk penanganan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, dengan penekanan kuat pada aspek keselamatan kerja.

Pelengkap Materi Kelas dan Pendekatan Ramah Anak

Selain kunjungan pos, sebagian besar kegiatan dilengkapi sesi materi kelas sederhana. Beberapa kelompok mendapatkan pengenalan mitigasi gempa bumi, termasuk cara bersikap dan menyelamatkan diri saat gempa terjadi. Ada pula materi tentang Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) serta mitigasi tanah longsor yang disampaikan secara menarik. Pendekatan visual, seperti pemutaran video edukasi kebencanaan, turut digunakan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semua penjelasan disesuaikan dengan tingkat usia peserta agar mudah dipahami, dengan suasana interaktif yang mendorong antusiasme dan pertanyaan dari siswa.

Komitmen Berkelanjutan

Meski sebagian besar berjalan lancar, beberapa kunjungan menghadapi kendala kecil seperti keterbatasan personel pendamping, kurangnya time keeper terpusat, serta kesiapan peserta seperti tidak membawa air minum. BPBD Jember mengatasi hal tersebut melalui koordinasi internal, pelibatan personel dari bidang lain, penyediaan fasilitas pendukung, serta dokumentasi oleh pendamping. Catatan perbaikan peralatan, khususnya gepyok karhutla, juga dicatat untuk mendukung kegiatan edukasi mendatang.

Melalui serangkaian kunjungan edukatif ini, BPBD Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat tangguh bencana. Sinergi dengan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut agar edukasi kebencanaan dapat tertanam kuat sejak usia dini, sehingga generasi muda Kabupaten Jember tumbuh menjadi individu yang waspada, siaga, dan mampu berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana di masa depan.

Related Articles

Back to top button