Wujudkan Jember Bebas Sampah, Pemkab dan Perbankan Sinergikan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

JEMBER, 23 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengakselerasi program pengelolaan sampah yang komprehensif dari hulu hingga hilir guna mewujudkan target Jember Bebas Sampah 2027. Melalui sinergi antarinstansi pemerintah dan kolaborasi strategis bersama sektor perbankan, Pemkab Jember kini tidak hanya berfokus pada edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, tetapi juga melahirkan inovasi yang mengubah sampah menjadi aset bernilai ekonomi tinggi, termasuk memanfaatkannya sebagai alat pembayaran angsuran perumahan.
Langkah masif ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Jember Nomor 100.3.4.2/441/35.09.313./2026 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Mandiri. Fokus utamanya adalah membangkitkan kesadaran masyarakat sekaligus memberdayakan kelompok pengelola sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Edukasi Masif Pemilahan dari Skala Rumah Tangga
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Jember secara rutin melakukan pendampingan langsung ke masyarakat. Melalui Tim Tanggap Respons Cepat (TRC), edukasi pengelolaan sampah secara mandiri telah digelar di Balai Desa Arjasa.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda sekaligus Ketua Tim TRC DPRKPLH, Mentik Diyah Andayani, S.H., menegaskan bahwa pemisahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga adalah kunci untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menjelaskan bahwa saat ini operasional TPA lebih difokuskan untuk menerima sampah residu sesuai dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup. Masyarakat setempat pun menyambut baik dan berkomitmen untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah.
Gerakan serupa juga digalakkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember. Melalui sosialisasi pada Jumat (22/5/2026) yang menggandeng narasumber dari Forum Bank Sampah Kabupaten Jember, para anggota diberikan pemahaman praktis. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos menggunakan metode raise bag yang hemat lahan, sementara sampah anorganik disortir untuk disetorkan ke bank sampah. Sekretaris Diskopumdag Jember, dr. Wiwik Supartiwi, M.Kes., berharap para anggota DWP dapat menjadi pelopor kebersihan lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Inovasi Digital: Bayar Angsuran KPR Menggunakan Sampah
Untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri, DPRKPLH Kabupaten Jember juga menggandeng PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Jember. Dalam serangkaian rapat koordinasi intensif yang berlangsung pertengahan Mei 2026, kedua belah pihak merumuskan program inovatif bertajuk “Angsuranku Dibayar dengan Sampah”.
Program ini menggandeng pihak Rekosistem sebagai mitra penyedia teknologi terintegrasi. Skemanya memungkinkan anggota Bank Sampah Unit (BSU) binaan DPRKPLH untuk menyetorkan sampah anorganik, yang kemudian berat dan jenisnya dicatat secara digital melalui aplikasi. Nilai dari sampah tersebut akan dikonversi menjadi saldo poin yang bisa digunakan untuk mengurangi angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) nasabah BTN. Menariknya, sistem ini menawarkan harga jual sampah yang lebih tinggi bagi masyarakat yang memiliki rekening BTN.
Sebagai tindak lanjut dari inovasi ini, BTN bersama Rekosistem berencana membangun fasilitas Waste Station di kawasan Alun-Alun Jember. Fasilitas ini akan difungsikan sebagai titik pengumpulan sampah sekaligus pusat edukasi publik mengenai keberlanjutan lingkungan.
Pemberdayaan Ekonomi dan Penguatan Kapasitas
Kolaborasi dengan BTN tidak hanya berhenti pada pembayaran KPR. Kepala DPRKPLH Kabupaten Jember, Jupriono, S.T., M.Si., memaparkan bahwa sinergi ini akan direalisasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dukungan tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro bagi nasabah bank sampah dan kelompok Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk pengembangan usaha daur ulang serta budidaya maggot BSF. Selain itu, kolaborasi ini juga menyasar digitalisasi transaksi bank sampah serta dukungan penjenamaan (corporate branding) pada sarana bantuan.
“Melalui program ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai barang yang tidak berguna, tetapi dapat menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Mentik Diyah Andayani dalam salah satu sesi koordinasi.
Dengan harmonisasi antara edukasi akar rumput, inovasi layanan digital, dan dukungan permodalan, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dapat menciptakan budaya pengelolaan sampah yang modern. Masyarakat tidak hanya diedukasi untuk menjaga kebersihan, tetapi juga difasilitasi untuk meraup keuntungan finansial, sehingga visi Jember Resik Mandiri dapat terwujud secara berkelanjutan.



