Tekan Risiko Kecacatan dan Penularan, Puskesmas di Kabupaten Jember Masifkan Deteksi Dini Kusta

JEMBER, 16 Oktober 2026 – Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Jember memperkuat upaya penanggulangan penyakit kusta melalui kegiatan deteksi dini dan penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding/ACF). Langkah strategis yang melibatkan sinergi lintas sektor, edukasi masyarakat, hingga pemeriksaan langsung ke lapangan ini dilaksanakan secara serentak oleh UPTD Puskesmas Sumbersari, Puskesmas Lojejer, dan Puskesmas Arjasa pada pertengahan Oktober 2026.

Upaya terpadu ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan, mencegah risiko kecacatan permanen, serta mengikis stigma negatif terhadap penderita kusta. Selain memperluas jangkauan deteksi kusta, jajaran puskesmas juga menegaskan komitmen pelayanan kesehatan primer dalam merespons cepat penanganan penyakit menular lainnya di tengah masyarakat.

Penguatan Sinergi Lintas Sektor di Wilayah Sumbersari

Di Kecamatan Sumbersari, UPTD Puskesmas Sumbersari menggelar kegiatan ACF di Pendapa Kelurahan Karangrejo pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman, Kasi PMKS Kelurahan Karangrejo Heri Yulianto, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, petugas Poskesdes Karangrejo, Puskesos, kader posyandu, serta pengurus RT dan RW.

Penanggung jawab kusta Puskesmas Sumbersari, Sinta Kusdiana, menjelaskan bahwa kusta merupakan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan jika ditangani dengan pengobatan yang tepat. Ia menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini untuk mencegah kecacatan dan penularan, sekaligus mengajak masyarakat menghapus perlakuan diskriminatif terhadap penderita. “Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala awal kusta. Jika ditemukan tanda yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat ditangani sedini mungkin,” jelas Sinta.

Lurah Karangrejo, Nachnuzi Luqman, menegaskan bahwa keterlibatan pihak kelurahan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya penemuan kasus secara aktif. Rangkaian kegiatan di Karangrejo tersebut meliputi penggalangan komitmen bersama, koordinasi teknis pelaksanaan ACF di lapangan, hingga pembekalan singkat mengenai tanda-tanda awal kusta bagi para pemangku kepentingan tingkat lokal.

Respon Cepat Penyelidikan DBD dan Pemeriksaan Dugaan Kusta di Lojejer

Sementara itu, petugas Puskesmas Lojejer melaksanakan dua misi pelayanan kesehatan sekaligus di Dusun Kebonsari, Desa Tamansari, pada Kamis (15/10/2026). Langkah ini mencakup Penyelidikan Epidemiologi (PE) Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pemeriksaan awal terhadap warga yang diduga mengidap kusta.

Penyelidikan DBD dilakukan menyusul laporan dari Klinik Madinah terkait seorang pasien anak berusia 11 tahun yang menjalani rawat inap akibat Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dengan kadar trombosit di bawah 70.000 per mikroliter. Penanggung jawab program DBD Puskesmas Lojejer langsung melakukan pemeriksaan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di area rumah pasien serta mengimbau warga menggalakkan gerakan 3M Plus.

Pada saat yang sama, petugas merespons laporan kader kesehatan mengenai seorang warga yang mengalami luka tak kunjung sembuh pada jari tangan dan kaki yang kian mengecil. Penanggung jawab program kusta melakukan pemeriksaan awal yang menunjukkan tanda vital dan gula darah warga dalam kondisi normal. Petugas kemudian melanjutkan uji fungsi sensorik menggunakan kapas untuk menilai mati rasa pada bercak kulit serta memeriksa saraf tepi di area siku (saraf ulnaris). Pemeriksaan laboratorium penunjang direncanakan sebagai langkah lanjutan untuk menegaskan diagnosis penyakit akibat bakteri Mycobacterium leprae tersebut.

Lokakarya Desa dan Penegasan Pengobatan Gratis di Arjasa

Di wilayah lain, Puskesmas Arjasa menggelar lokakarya desa dan ACF kusta di Balai Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kamis (15/10/2026), dengan dukungan Dinas Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember. Kegiatan ini menggalang komitmen mitra potensial seperti tokoh masyarakat, guru, Tim Penggerak PKK, dan kader kesehatan.

Dokter umum Puskesmas Arjasa, dr. Adinda Putri, menyampaikan bahwa kusta dapat disembuhkan secara tuntas dan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan. “Pentingnya Active Case Finding kusta ini merupakan usaha penemuan kasus sedini mungkin, sehingga pasien bisa segera tertangani dan diobati dengan tepat. Dengan pemeriksaan dan pengobatan rutin, pasien diharapkan dapat sembuh serta terhindar dari kecacatan,” ujar dr. Adinda Putri.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pengobatan kusta di puskesmas telah disediakan secara gratis oleh pemerintah. Melalui keterlibatan TP PKK dan kader di lapangan, informasi mengenai layanan gratis ini disebarluaskan untuk mengikis rasa takut warga dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui pendekatan proaktif, jaminan layanan gratis, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat di berbagai puskesmas ini, jangkauan deteksi dini kusta di Kabupaten Jember diharapkan terus meningkat. Sinergi ini ditujukan untuk memutus penularan, mencegah risiko kecacatan, serta mendukung percepatan eliminasi kusta hingga tingkat nasional.

Related Articles

Back to top button