Tajemtra 2026 Pecahkan Rekor Peserta, Totalitas Bupati Jember Tuntaskan Rute 30 Kilometer Bangkitkan Semangat Gotong Royong

JEMBER, 6 September 2026 – Perhelatan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 pada Sabtu, 5 September 2026, berlangsung dengan sangat semarak dan sukses mencatatkan sejarah. Sekitar 26.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah menempuh rute sejauh 30 kilometer, mulai dari Alun-Alun Kecamatan Tanggul hingga garis finis di Alun-Alun Jember Nusantara. Agenda tahunan yang tercatat memiliki peserta terbanyak sejak 2015 ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga massal, tetapi bertransformasi menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, perekat silaturahmi, dan momentum kebangkitan menuju Jember Maju.

Totalitas Pemimpin Daerah di Tengah Masyarakat

Daya tarik utama dalam Tajemtra tahun ini adalah kehadiran dan totalitas Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Alih-alih sekadar membuka acara secara seremonial, bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut memilih turun langsung dan menuntaskan perjalanan hingga garis akhir bersama ribuan warganya.

Dedikasi tersebut ditunjukkan di tengah kondisi kesehatannya yang sedang tidak prima. Sebelum acara dimulai, Gus Fawait dilaporkan sempat mendapatkan perawatan medis berupa infus dan menerima anjuran dokter untuk tidak mengikuti gerak jalan panjang tersebut. Namun, anjuran medis itu dikesampingkan demi niatnya menemani perjuangan masyarakat di lapangan.

“Tadi saya masih diinfus. Saya bilang, saya tidak mungkin tidak membersamai orang-orang dan masyarakat Jember,” ungkap Gus Fawait. Keputusan bupati untuk tidak membiarkan rakyatnya berjuang sendirian ini menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Camat Sumberjambe, Faroek, S.P., yang menilai langkah tersebut sukses memantik semangat kebersamaan warga.

Merawat Filosofi Gotong Royong dan Sinergi Aparatur

Lebih dari sekadar ajang adu ketahanan fisik, Gus Fawait menekankan bahwa filosofi sejati dari Tajemtra adalah gotong royong. Hal tersebut ditegaskan melalui instruksinya kepada para peserta agar tidak egois hanya mengejar garis akhir, melainkan harus peka dan saling membantu apabila terdapat sesama peserta yang kelelahan atau jatuh pingsan di tengah jalan.

Sinergi dan kebersamaan ini diperkuat oleh kehadiran jajaran pemerintahan yang melebur dalam barisan peserta. Turut berjalan menempuh rute adalah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota Komisi XII DPR RI Charles Meikiyansyah, tamu kehormatan Arum Sabil, jajaran anggota DPRD, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, beserta jajarannya, serta Camat Ambulu, Fahrul Asrori, S.H., juga ambil bagian sebagai wujud dukungan pemerintah dalam membangun kedekatan dan menjaga kondusivitas wilayah melalui interaksi sosial yang guyub.

Magnet Ekonomi dan Semarak Hiburan Rakyat

Sepanjang rute perjalanan, para peserta dan warga yang menyemut di sisi jalan disuguhkan oleh penampilan memukau dari 29 grup marching band yang berasal dari 29 sekolah. Antusiasme lautan manusia ini secara langsung menciptakan efek ganda bagi perekonomian lokal. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Regar Jeane D.N., yang juga menyelesaikan rute dari awal hingga akhir, menyoroti bahwa ramainya Tajemtra menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM dan pedagang kuliner untuk meraup pundi-pundi ekonomi.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga, panitia turut menyediakan hadiah undian (door prize) dengan total nilai mencapai Rp200 juta. Pengumuman pemenang undian tersebut akan disampaikan secara daring melalui akun media sosial resmi Disporabudpar Jember.

Penyelesaian rute oleh Bupati Jember tahun ini juga membawa muatan historis, merawat memori kolektif masyarakat akan masa kejayaan Jember 15 tahun silam, ketika bupati pada era tersebut, juga menuntaskan rute Tajemtra. Gus Fawait menilai bahwa kondisi Kabupaten Jember cenderung stagnan atau “jalan di tempat” dalam satu dekade terakhir. Oleh karena itu, capaian historis Tajemtra 2026 ini harus dijadikan pijakan awal kebangkitan daerah.

Menyongsong perhelatan usia emas (ke-50 tahun) Tajemtra pada 2027 mendatang yang direncanakan akan dikemas lebih besar, Pemerintah Kabupaten Jember berharap tradisi ini menjadi motor penggerak kekuatan bersama. Tajemtra bukan sekadar catatan rekor 26 ribu langkah kaki, melainkan perwujudan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk bangkit menuju visi “Jember Baru, Jember Maju” yang sejahtera.

Related Articles

Back to top button