Geliat Tajemtra 2026: Berkah Ekonomi UMKM dan Ragam Kreativitas Peserta Warnai Rute 30 Kilometer

JEMBER, 6 September 2026 – Pelaksanaan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) ke-49 yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026, terbukti tidak sekadar menjadi ajang olahraga massal dan pelestarian tradisi. Dengan rute membentang sejauh 30 kilometer dari kawasan Tanggul hingga pusat kota Jember, perhelatan yang diikuti oleh rekor 25.613 peserta ini sukses menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa perputaran ekonomi kerakyatan yang masif di sepanjang jalur. Lebih dari itu, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan kemeriahan baru melalui berbagai atraksi kreativitas dari para peserta maupun aparatur kewilayahan, menjadikannya sebuah pesta rakyat yang inklusif dan membawa berkah.

Berkah Nyata bagi Pelaku UMKM dan Masyarakat

Roda perekonomian warga di sepanjang rute Tajemtra berputar kencang seiring dengan hadirnya puluhan ribu peserta dan lautan penonton. Fenomena ini memberikan keuntungan signifikan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima. Rahmat, seorang pedagang cilok, serta Santi, pelaku usaha kuliner lokal, secara senada menyatakan bahwa omzet dagangan mereka melonjak drastis hingga laku keras berkat keramaian acara tersebut. Hal serupa dirasakan oleh Vivi, pedagang di kawasan Alun-Alun Tanggul, yang mengungkapkan bahwa pendapatan dari Tajemtra sangat membantu menutupi kebutuhan dapur dan biaya sekolah anaknya.

Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, S.Sos., menegaskan bahwa menumbuhkan ekonomi rakyat adalah salah satu tujuan besar penyelenggaraan Tajemtra. Kehadiran massa yang besar menciptakan transaksi langsung yang manfaatnya langsung masuk ke kantong warga. Dukungan penguatan ekonomi ini juga diamini oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bapperida Kabupaten Jember, Muhammad Zuhdi, S.E. Keterlibatan Bapperida dalam ajang ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyokong agenda yang berdampak nyata terhadap perputaran ekonomi tanpa harus selalu menciptakan program promosi khusus bagi UMKM.

Inovasi Hiburan dan Balutan Kostum Unik Peserta

Tajemtra 2026 turut mencetak sejarah baru dari sisi hiburan. Untuk pertama kalinya, kegiatan yang telah bergulir sejak tahun 1977 ini dimeriahkan oleh kehadiran sedikitnya 28 kelompok marching band dan drumband dari jenjang satuan pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Deta Irama Kasih, menyatakan bahwa inovasi ini mendapat antusiasme luar biasa karena mampu menjadi ruang pamer kedisiplinan dan kreativitas pelajar kepada publik.

Kemeriahan juga terpancar dari keragaman kostum atraktif yang dikenakan oleh para peserta, baik secara individu maupun kelompok komunitas dan instansi. Andik, salah satu peserta, menilai kreativitas busana tersebut membuat suasana tahun ini jauh lebih hidup. Apresiasi atas antusiasme peserta dan hangatnya dukungan dari ratusan masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan juga disampaikan oleh Camat Sukorambi, Mahmud Rizal, S.E., M.Si., yang menilai interaksi ini memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan.

Inisiatif Unik Kewilayahan dan Partisipasi Lintas Sektor

Keterlibatan aktif dari unsur pemerintahan kewilayahan turut menambah semarak perhelatan ini. Sebuah inisiatif hiburan unik dihadirkan oleh Pemerintah Kelurahan Wirolegi. Dipimpin oleh Lurah Athur Robby Tantra, S.STP., M.M., rombongan kelurahan ini membawa sound system di atas mobil pikap untuk memutar musik bernuansa jedag-jedug pada sebagian rute, yakni dari Perempatan Mangli hingga Jembatan Jompo. Langkah ini secara efektif menghibur peserta dan mengundang warga di pinggir jalan untuk ikut berjoget.

Pesona Tajemtra tahun ini memang berhasil menyedot atensi dari berbagai elemen lintas sektor. Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengonfirmasi bahwa angka partisipasi lebih dari 25 ribu orang menjadikannya peserta terbanyak dalam sejarah Tajemtra, hampir dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Saat melepas peserta di Stasiun Jember, Bupati mengungkapkan bahwa latar belakang peserta sangat luas, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, anggota TNI dan Polri, hingga masyarakat umum.

Kesuksesan penyelenggaraan Tajemtra 2026 merepresentasikan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember dalam meramu pelestarian tradisi dengan pemberdayaan ekonomi dan ruang kreativitas masyarakat. Di balik derap langkah puluhan ribu peserta, roda ekonomi warga ikut berakselerasi maju, membuktikan bahwa tradisi lokal berpotensi besar membawa berkah berkesinambungan bagi kesejahteraan Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button