Stok BBM Aman dan Melimpah, Bupati Fawait Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Hindari Panic Buying

Jember, 7 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah setempat berada dalam kondisi aman dan melimpah. Hal ini disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, menyusul adanya keresahan masyarakat akibat isu kelangkaan BBM yang dipicu ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah serta peningkatan pembelian di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak 5 Maret 2026.
Dalam rapat koordinasi bersama Pertamina, Hiswana Migas, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Wahyawibawagraha pada Kamis (5/3/2026), Gus Fawait menyatakan bahwa stok BBM di Kabupaten Jember saat ini sangat mencukupi bahkan melimpah. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini jauh berbeda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ketika pasokan sempat terhambat oleh faktor cuaca dan pembangunan infrastruktur.
Penambahan Pasokan untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan
Untuk mengatasi peningkatan pembelian yang memicu antrean di SPBU, Pertamina telah melakukan penambahan distribusi BBM secara signifikan. Pada Jumat (6/3/2026), sebanyak 100.000 liter BBM didistribusikan tambahan ke wilayah Jember. Selanjutnya, pada Sabtu (7/3/2026), penambahan pasokan kembali dilakukan sebesar 300.000 liter. Total tambahan pasokan dalam dua hari tersebut mencapai 400.000 liter.
Gus Fawait menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus menambah pasokan jika diperlukan, sehingga stok BBM dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri dan bahkan lebih. “Insya Allah akan cukup hingga hari raya (Idul Fitri), bahkan lebih. Jadi saya berharap masyarakat untuk tetap tenang,” ujarnya.
Antrean Menurun, Pengawasan Diperketat
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa antrean di SPBU mulai menurun dibandingkan dua hari sebelumnya. Antrean yang masih terjadi mayoritas berada di wilayah perkotaan, sementara di SPBU pinggiran kondisi relatif normal dan antrean—jika ada—masih berada di dalam areal SPBU.
Pemerintah Kabupaten Jember juga memperketat pengawasan untuk mencegah penimbunan BBM. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan berkoordinasi dengan kepolisian. Gus Fawait memberikan peringatan tegas kepada oknum yang berniat menimbun. Ia menegaskan bahwa harga BBM tidak akan mengalami kenaikan dan stok tetap aman. Jika terindikasi melakukan penimbunan, akan diberikan peringatan, namun tindakan tegas oleh kepolisian akan diambil jika pelaku tetap melanjutkan.
Imbauan Tetap Tenang dan Bijak Mengonsumsi BBM
Gus Fawait berulang kali mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh kabar burung atau informasi tidak bertanggung jawab di media sosial yang menyebut adanya kelangkaan BBM. Ia menekankan pentingnya menghindari panic buying dan pembelian berlebihan, karena hal tersebut justru dapat mengganggu distribusi normal serta merugikan masyarakat lainnya.
Melalui akun Instagram resmi Pemkab Jember, disampaikan pesan serupa: masyarakat diminta menggunakan BBM secukupnya sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar dan seluruh warga dapat terlayani dengan baik. Dengan langkah-langkah antisipasi ini, diharapkan aktivitas ekonomi dan mobilitas di Kabupaten Jember dapat berjalan normal tanpa rasa was-was.
Pemkab Jember terus memantau situasi secara intensif bersama Pertamina guna memastikan pasokan BBM tetap stabil dan terjaga hingga periode mendatang.



