Peringatan Nuzulul Qur’an dan Silaturahmi Pemuda: Bupati Fawait Tegaskan Kepedulian Sosial dan Keterlibatan Masyarakat

Jember, 8 Maret 2026 – Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menggelar dua agenda penting di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu, 7 Maret 2026, untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dalam membangun daerah. Pertama, silaturahmi terbuka bersama ratusan tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan tokoh agama lintas organisasi. Kedua, peringatan Nuzulul Qur’an yang diisi dengan pesan kepedulian sosial terhadap pekerja informal dan guru ngaji. Kedua acara tersebut menegaskan komitmen pemerintahan daerah untuk menjadikan pemuda, ormas, serta tokoh masyarakat sebagai mitra strategis dalam mengatasi tantangan dan mewujudkan kemajuan Jember yang inklusif.

Dialog Terbuka dengan Generasi Muda dan Ormas

Pada pagi hingga siang hari, Pendopo Wahyawibawagraha menjadi ruang dialog produktif yang dihadiri lebih dari dua ratus perwakilan pemuda dari berbagai organisasi, termasuk BEM perguruan tinggi, PMII, HMI, KAHMI, IMM, GP Ansor, Fatayat NU, Pemuda Kristen, serta pimpinan ormas dan Forum Lintas Agama Kabupaten Jember. Gus Fawait membuka diri secara lebar untuk menerima gagasan, kritik, dan masukan segar dari generasi muda.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Jember tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan aktif pemuda dan tokoh masyarakat. Pengalaman Gus Fawait sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada membuatnya memahami pola pikir kritis generasi muda. “Saya membuka diri. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan pemuda dan tokoh masyarakat sebagai mitra untuk membangun Jember,” ujarnya. Ia juga menunggu ide-ide orisinil dan segar untuk kemajuan daerah.

Gus Fawait memaparkan tiga persoalan utama yang dihadapi sejak awal kepemimpinan: kemiskinan yang berkaitan dengan stunting, kondisi infrastruktur pendidikan yang rusak, serta pelayanan publik yang perlu dipercepat. Untuk mengatasi kemiskinan dan stunting, pemerintah daerah menerapkan efisiensi anggaran, termasuk pengalihan dana mobil dinas dan pembatalan rapat non-prioritas, serta meluncurkan Universal Health Coverage (UHC) mulai 1 April 2025. Hasilnya, pendapatan RSD dr. Soebandi mencapai Rp31 miliar dalam lima bulan.

Di sektor pendidikan, terdapat 1.532 gedung sekolah yang rusak. Dengan dukungan pemerintah pusat, Jember memperoleh program revitalisasi 124 sekolah pada 2025, program terbesar secara nasional. Selain itu, diluncurkan program beasiswa hingga lulus bagi mahasiswa, dengan target 20 ribu penerima dalam lima tahun ke depan.

Untuk pelayanan publik, dibuka kanal pengaduan “Wadul Gus’e” yang telah menerima sekitar 12 ribu aduan. Gus Fawait menekankan tujuannya adalah menghilangkan jarak antara pemimpin dan rakyat. Ia juga menyebut rencana pembangunan seperti Flyover Mangli, renovasi Pasar Tanjung mulai 2026, serta kemudahan perekaman KTP-el di setiap kecamatan berkat tambahan 68 ribu blangko dan mesin perekaman.

Kepedulian kepada Ojol dan Guru Ngaji

Malam harinya, Pendopo Wahyawibawagraha kembali menjadi pusat kegiatan dalam peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini menghadirkan pengemudi ojek online (ojol), guru ngaji lintas agama, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD. Gus Fawait menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus menginspirasi pemerintahan yang berkeadilan dan peduli.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Jember memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol sebagai bentuk perhatian kepada pekerja sektor informal. Selain itu, para guru ngaji lintas agama menerima insentif secara simbolis dengan mekanisme yang lebih terhormat, tanpa antre panjang. “Kita ingin para guru ngaji dihormati dan dimuliakan. Mereka adalah penjaga nilai-nilai moral masyarakat,” tegas Gus Fawait.

Ia kembali menyoroti capaian UHC yang menjamin akses kesehatan lebih luas bagi masyarakat. Beberapa proyek strategis juga disampaikan, meliputi Flyover Mangli, pelebaran Jalan Tanggul–Mangli, revitalisasi Pasar Tanjung, serta optimalisasi Bandara Jember untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan.

Komitmen Bersama untuk Jember Maju

Kedua agenda tersebut mencerminkan pendekatan pemerintahan Gus Fawait yang menggabungkan pembangunan fisik, peningkatan pelayanan publik, dan kepedulian sosial berbasis nilai-nilai keagamaan serta kemitraan masyarakat. Dengan membuka ruang dialog dan memberikan program nyata, pemerintah daerah berharap generasi muda, ormas, tokoh agama, serta kelompok masyarakat rentan dapat menjadi mitra aktif dalam mewujudkan Jember yang lebih maju dan sejahtera.

Related Articles

Back to top button