RSD dr. Soebandi Gelar “Digital Creator Bootcamp”: Dorong Tenaga Kesehatan Melek Etika & Legalitas Media Sosial

RSD dr. Soebandi Gelar “Digital Creator Bootcamp”: Dorong Tenaga Kesehatan Melek Etika & Legalitas Media Sosial
RSD dr. Soebandi Gelar “Digital Creator Bootcamp”: Dorong Tenaga Kesehatan Melek Etika & Legalitas Media Sosial

JEMBER, 10 Juni 2025 — Di era digital yang terus berkembang, kebutuhan akan komunikasi kesehatan yang efektif, informatif, dan etis melalui media sosial semakin mendesak. Menyadari hal tersebut, RSD dr. Soebandi Jember, sebagai rumah sakit rujukan kelas B pendidikan di wilayah timur Jawa Timur, menyelenggarakan seminar bertajuk “Digital Creator Bootcamp: From Zero to Creator dengan Pemahaman Etik dan Legalitas Medsos oleh Profesional Kesehatan di Faskes”.

Bertempat di Aula Darusy Syifa, kegiatan ini diikuti 60 peserta lintas profesi—mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, nutrisionis, hingga tenaga non-kesehatan. Tak hanya hadir sebagai peserta, mereka juga menjadi bagian penting dalam misi menyampaikan edukasi publik yang bertanggung jawab melalui platform digital.

Menjawab Tantangan Era Digital di Dunia Kesehatan

Dalam laporan pembukaan, Ns. Mustakim, Sp.KMB., MM.Kes, selaku Kepala Bidang Diklit sekaligus Manajer Pelatihan (Management of Training), menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam beradaptasi dengan tren komunikasi digital, khususnya dalam menyampaikan informasi layanan yang transparan, akurat, dan etis.

Tak hanya berhenti di teori, peserta juga akan memperoleh sertifikat resmi dari Kementerian Kesehatan RI, sebagai bentuk pengakuan terhadap peningkatan kompetensi mereka di bidang digital content creation.

Menjadi Kreator yang Etis dan Taat Hukum

Wakil Direktur SDM dan Diklit RSD dr. Soebandi, dr. Wiwik Supartiwi, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari profesionalisme tenaga kesehatan. “Harapan kami, peserta tidak hanya memahami cara membuat konten edukatif, tetapi juga menyadari rambu-rambu hukum dan etika dalam penyampaian informasi kesehatan di ruang publik digital,” ujarnya.

Tiga Narasumber, Tiga Perspektif Profesional

Seminar menghadirkan tiga narasumber berkompeten dari dunia kesehatan dan hukum, yakni:

  • dr. Bimanda Rizki N., M.Ked.Klin., Sp.M – berbagi soal potensi dan batasan komunikasi visual dalam dunia medis.
  • dr. Muhammad Afiful Jauhani, S.H., M.H., Sp.F.M., FISQua – membedah aspek legalitas konten medis dan regulasi yang mengatur tenaga kesehatan di media sosial.
  • Ns. Andhy Nugroho, S.Kep. – membawakan sesi strategi konten edukatif yang menarik dan humanis untuk masyarakat luas.

Kegiatan dipandu oleh moderator dr. Bela Mayvani R., Sp.BA dan Ns. Eka Yufi S., S.Kep., M.Kep, yang memastikan diskusi berjalan dinamis, relevan, dan aplikatif.

Workshop Praktis

Sebagai tindak lanjut dari seminar, peserta akan mengikuti workshop intensif pada Rabu, 11 Juni 2025. Di sesi ini, mereka akan langsung terjun membuat konten edukatif berdasarkan studi kasus nyata, dengan bimbingan dari para mentor dan narasumber.

Sinergi Informasi & Pelayanan Publik

Melalui Digital Creator Bootcamp ini, RSD dr. Soebandi tidak hanya membangun kapasitas internal, tetapi juga membuka ruang dialog antara dunia kesehatan dan masyarakat. Di era keterbukaan informasi, tenaga kesehatan dituntut mampu berperan sebagai komunikator yang bertanggung jawab, menyampaikan pesan kesehatan secara akurat, etis, dan mudah dipahami.

Kegiatan ini sekaligus menandai langkah nyata rumah sakit dalam menjembatani pelayanan kesehatan dengan literasi digital, agar pesan-pesan penting kesehatan menjangkau masyarakat secara luas—tanpa bias, tanpa pelanggaran hukum, dan dengan nilai-nilai etika yang kuat.

Related Articles

Back to top button