Raih Apresiasi KemenPANRB, Pemkab Jember Akselerasi Evaluasi Kinerja dan Aplikasi E-SAKIP Papuma

JEMBER, 25 September 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Komitmen tersebut diwujudkan secara konsisten melalui rangkaian pendalaman teknis bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) serta pelaksanaan Asistensi Pengembangan E-SAKIP Jember dan Progres Tindak Lanjut Hasil Evaluasi SAKIP yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan kecamatan.
Rangkaian agenda strategis ini menjadi pijakan Pemkab Jember untuk memastikan bahwa penerapannya tidak sekadar gugur kewajiban secara administratif, melainkan benar-benar berdampak pada perbaikan perencanaan, pengukuran capaian, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Jember.
Raih Apresiasi KemenPANRB atas Peningkatan Evaluasi Internal
Langkah penguatan SAKIP di Kabupaten Jember diawali dengan kegiatan konsultasi dan pendalaman teknis penilaian SAKIP bersama KemenPANRB di Jakarta pada Senin, 21 September 2026. Agenda tersebut diikuti oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Inspektorat Kabupaten Jember, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Bagian Organisasi.
Dalam diskusi teknis tersebut, Penanggung Jawab Teknis (PIC) KemenPANRB, Hanna, memberikan apresiasi atas perkembangan hasil evaluasi internal yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Jember. Pihak KemenPANRB menilai bahwa kualitas evaluasi Inspektorat menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana rekomendasi yang dihasilkan dinilai tajam, relevan, dan memiliki keterkaitan kuat dengan aspek perbaikan yang dibutuhkan perangkat daerah. Hanna bahkan menyampaikan bahwa rekomendasi dari Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Inspektorat dapat dijadikan rujukan utama dalam perbaikan penerapan SAKIP daerah.
Menanggapi apresiasi tersebut, Plt. Inspektur Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, S.E., Ak., menegaskan bahwa catatan positif dari pemerintah pusat menjadi pendorong semangat untuk memperkuat pengawasan internal secara berkelanjutan. “Apresiasi dari KemenPANRB ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kualitas evaluasi SAKIP. Yang paling penting bukan hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi memastikan rekomendasi tersebut relevan, tajam, dan dapat ditindaklanjuti untuk memperbaiki kinerja perangkat daerah,” ujar Penny Artha Medya.
Akumulasi Asistensi Lintas Perangkat Daerah dan Pemanfaatan E-SAKIP Papuma
Menindaklanjuti hasil koordinasi dengan KemenPANRB, Pemkab Jember menggelar kegiatan Asistensi Pengembangan E-SAKIP Jember dan Progres Tindak Lanjut Hasil Evaluasi SAKIP Kabupaten Jember pada Kamis hingga Jumat, 24–25 September 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di Aula Bawah Barat Pemkab Jember ini dihadiri oleh personel yang membidangi perencanaan dari berbagai perangkat daerah dan kecamatan.
Asistensi ini menjadi wadah konsolidasi antara Tim SAKIP Kabupaten—yang terdiri dari Bapperida, Bagian Organisasi, dan Inspektorat—bersama Tim Pengembang Aplikasi PAPUMA. Materi yang dibahas difokuskan pada penelaahan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) AKIP Perangkat Daerah Tahun 2026, tindak lanjut evaluasi AKIP Tahun 2025, serta penginputan data kinerja pada sistem E-SAKIP Papuma. Integrasi melalui teknologi digital ini ditujukan agar proses perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, hingga pelaporan kinerja dapat berlangsung secara lebih efisien, terintegrasi, dan mudah dipantau.
Mengubah Paradigma Administrasi Menjadi Substantif
Keikutsertaan aktif berbagai unit kerja dalam asistensi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menyelaraskan target organisasi. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember hadir dengan menugaskan tim perencanaannya guna memastikan data kinerja pada E-SAKIP Papuma telah akurat dan sesuai dengan rekomendasi evaluasi.
Perencana Ahli Pertama BPKAD Kabupaten Jember, David Hendra Cahyono, S.E., menyampaikan bahwa forum asistensi ini sangat krusial untuk mencermati kembali dokumen perencanaan secara mendalam. “Kegiatan asistensi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memahami hasil evaluasi SAKIP dan mencermati kembali data kinerja yang disampaikan melalui E-SAKIP Papuma. Harapannya, tindak lanjut yang dilakukan BPKAD dapat lebih terarah dan sesuai dengan hasil evaluasi,” kata David Hendra Cahyono.
Ia menambahkan bahwa penguatan SAKIP memerlukan keselarasan penuh antara perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja agar setiap data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal senada diungkapkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember yang diwakili oleh Dimitri Krisdhanara, S.H., dan Agus Fakhrudin. Bagi DPMPTSP, penguatan akuntabilitas kinerja berdampak langsung pada optimalisasi pelayanan perizinan dan penanaman modal.
Dimitri Krisdhanara menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi hasil ketimbang formalitas semata. “Asistensi ini menjadi momentum bagi kami untuk kembali memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan program di perangkat daerah memiliki keterkaitan yang jelas dengan indikator serta target kinerja. Melalui pengembangan E-SAKIP dan tindak lanjut hasil evaluasi, kami berharap pengelolaan kinerja di DPMPTSP dapat semakin terarah, terukur, dan akuntabel,” tegas Dimitri Krisdhanara. Dukungan serupa juga hadir dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Jember melalui Perencana Ahli Pertama, Rike Amalia, yang hadir untuk memperkuat koordinasi serta pemahaman keterkaitan antara perencanaan kegiatan dan pencapaian target kinerja organisasi secara menyeluruh.
Guna memperdalam pemahaman teknis peserta, pelaksanaan asistensi Pemkab Jember ini turut menghadirkan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Mudrajat Kuncoro, Ph.D., sebagai narasumber dan pendamping. Kehadiran pakar ini memberikan penguatan teoretis dan praktis bagi para perencana daerah dalam menyempurnakan indikator kinerja utama serta merumuskan langkah konkret tindak lanjut hasil evaluasi.



