Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif, Jember Creative Center Resmi Beroperasi di Gedung Jember Nusantara

JEMBER, 26 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi menggelar soft launching Jember Creative Center (JCC) yang bertempat di Gedung Jember Nusantara, kawasan utara Alun-Alun Jember, pada Minggu (26/7/2026). Kehadiran JCC ditujukan sebagai pusat kolaborasi dan rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) guna mendorong lahirnya berbagai inovasi, membuka peluang usaha, serta memperkuat daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional.

Langkah strategis ini menjadi wujud komitmen Pemkab Jember dalam memfasilitasi potensi ekraf daerah secara terpadu. Melalui JCC, berbagai elemen mulai dari komunitas kreatif, pelaku UMKM, akademisi, hingga instansi pemerintah dipertemukan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Jember Creative Center (JCC) menaungi 17 subsektor ekonomi kreatif dengan 115 anggota dari berbagai komunitas telah resmi bergabung. Tempat ini tidak hanya difungsikan sebagai lokasi berkumpul dan bertukar ide, tetapi juga menyediakan ruang kerja (co-working space) bagi para pelaku usaha kreatif yang belum memiliki kantor operasional.

Direktur Umum Jember Creative Center, dr. Irfan Kharisma Putra, menegaskan bahwa JCC dibentuk murni untuk memfasilitasi kebutuhan para pelaku kreatif daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi wadah ini dari berbagai kepentingan. Dalam gelaran soft launching tersebut, beragam potensi ekraf daerah turut dipamerkan kepada publik. Karya-karya yang ditampilkan meliputi batik tulis, seni lukis, kerajinan tangan, pertunjukan musik keroncong, serta pelbagai produk kreatif khas Jember lainnya.

Sinergi Lintas Sektor dan Pendampingan UMKM

Menghadapi tantangan untuk mengubah karya kreatif menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, JCC telah merancang berbagai program terstruktur, seperti pelatihan, pameran, workshop, hingga kolaborasi lintas sektor. Keberadaan JCC mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang menginginkan seluruh pelaku ekraf memiliki satu ruang terpadu untuk berkembang. Sinergi jajaran pemerintah daerah juga terlihat dari kehadiran perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) yang diwakili Kabid Ekraf Febu A. Ginting, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Jember, Sartini, menyampaikan harapannya agar JCC dapat menjadi sarana percepatan bagi para pelaku usaha lokal. Melalui kolaborasi dengan generasi muda kreatif, pelaku UMKM diharapkan memperoleh pendampingan mendalam untuk meningkatkan mutu produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Penguatan Ekonomi Kreatif

Pengoperasian JCC di Gedung Jember Nusantara merupakan kelanjutan dari perencanaan strategis yang dimulai sejak pertengahan tahun lalu. Pada Juli 2025, Bupati Jember melakukan audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya di Jakarta untuk menyelaraskan arah pengembangan ekraf daerah dengan program nasional.

Dengan populasi mencapai 2,6 juta jiwa yang didominasi usia produktif serta didukung keberadaan lebih dari 20 perguruan tinggi, Kabupaten Jember menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai solusi konkret dalam menekan angka kemiskinan. Pengembangan subsektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fesyen—termasuk produk kopi lokal, anyaman bambu Desa Sidomukti, hingga gelaran tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC)—menjadi fokus utama penguatan ekonomi berbasis nilai budaya.

Penguatan ekosistem melalui Jember Creative Center diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran pusat kreativitas ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru, menyerap tenaga kerja, serta memposisikan Kabupaten Jember sebagai pusat ekonomi kreatif yang dinamis dan berdaya saing.

Related Articles

Back to top button