Penutupan MTQ XXXI Jawa Timur di Jember: Dorong Syiar Islam dan Pertumbuhan Daerah

Jember, 19 September 2025 – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur resmi ditutup dengan kemeriahan luar biasa pada Jumat malam di Jember Sport Garden, Kabupaten Jember. Acara yang berlangsung sejak 13 September 2025 ini, dihadiri ribuan peserta dan penonton dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, menandai penyelenggaraan terbesar dan termegah sepanjang sejarah perhelatan tersebut. Dipimpin Bupati Jember KH. Muhammad Fawait (Gus Fawait) yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, penutupan ini tidak hanya merayakan prestasi tilawah Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat syiar Islam, harmoni budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kemeriahan Penutupan yang Meninggalkan Jejak Abadi
Acara penutupan memulai dengan pemberian santunan kepada 10 anak yatim oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono. Kegiatan ini diikuti penampilan tari kolosal Kejung Syi’iran yang dibawakan oleh sekitar 400 pelajar SMP dari Kecamatan Ambulu, di bawah binaan Sanggar Kartika Budaya asuhan Enys Kartika. Dengan kostum khas, gerak serempak, tata cahaya megah, dan iringan musik tradisional bernuansa syi’iran religius, pertunjukan ini memukau lebih dari 54.000 hadirin, memadukan kekayaan budaya lokal Jember dengan nilai-nilai Islami.
Bupati Jember, Gus Fawait, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kesuksesan acara. “Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif. MTQ XXXI di Jember bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an, tetapi momentum besar untuk syiar Islam, mempererat ukhuwah, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Jember bangga menjadi tuan rumah sejarah besar ini,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa sebagai kabupaten dengan jumlah pondok pesantren terbesar dan bupati yang seorang santri, Jember menjadikan MTQ sebagai event utama para santri, mencerminkan cinta masyarakat terhadap Al-Qur’an, kyai, ulama, hafidz-hafidzah, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Penampilan penutup ditutup dengan pesta kembang api spektakuler, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa penyelenggaraan ini memberikan catatan positif. “Kita menyaksikan sebuah event keagamaan yang tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana membangun persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Prestasi Qur’ani dan Keunggulan Jember sebagai Tuan Rumah
Selama sepekan, MTQ XXXI menampilkan kompetisi sengit di berbagai cabang, dengan pengumuman juara pada malam penutupan. Para qari dan qariah terbaik dari seluruh kabupaten/kota Jawa Timur menunjukkan kualitas generasi Qur’ani yang teladan. Khusus bagi Jember, keberhasilan kafilah daerah meraih peringkat ketiga menjadi sorotan utama. Gus Fawait berjanji memprioritaskan beasiswa kuliah bagi kafilah berprestasi yang sedang menempuh pendidikan tinggi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Jember sebagai ikon penyelenggaraan event keagamaan berskala besar. Dengan kehadiran ribuan pengunjung, kota ini mampu menggelar acara yang memadukan kekuatan spiritual, kemegahan budaya, dan efisiensi teknis. “Keberhasilan tersebut tidak hanya tampak dari sisi teknis penyelenggaraan, tetapi juga dari kreativitas penyajian seni budaya yang selaras dengan nuansa religius, sebagaimana tergambar dalam Tari Kejung Syi’iran,” tambah Adhy Karyono.
Dampak Ekonomi yang Nyata bagi Masyarakat Lokal
Di balik kemegahan spiritual, MTQ XXXI juga menjadi katalisator kebangkitan ekonomi daerah. Kehadiran puluhan ribu pengunjung dari berbagai wilayah membuat suasana Jember hidup semarak. Pedagang kaki lima, rumah makan, dan sentra oleh-oleh mengalami lonjakan transaksi berlipat ganda. UMKM kuliner ramai, kue tradisional habis terjual, sementara okupansi hotel mencapai puncak. Para pedagang kecil menyampaikan kegembiraan karena dagangan mereka, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga suvenir Islami, ludes dibeli.
Warga setempat pun merasakan manfaat langsung, dengan mayoritas menyatakan kebanggaan atas kepercayaan Jember sebagai tuan rumah MTQ paling megah. Dampak ini tidak hanya sementara, tetapi juga memperkuat citra Jember sebagai destinasi event besar yang mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
MTQ sebagai Wadah Pembinaan Berkelanjutan
Dengan penutupan ini, MTQ XXXI Jawa Timur tercatat sebagai babak sejarah baru, sukses dalam aspek teknis, kemeriahan, dan manfaat multifaset. Gus Fawait menyampaikan harapan agar perhelatan mendatang terus memperluas syiar Al-Qur’an, melahirkan qari-qariah terbaik, serta memberikan inspirasi bagi seluruh daerah. “Kami berharap MTQ berikutnya dapat semakin memperluas syiar Al-Qur’an, melahirkan qari-qariah terbaik, serta memberikan inspirasi bagi seluruh daerah. Jember telah menunjukkan bahwa MTQ dapat digelar dengan kemegahan sekaligus membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai kelanjutan, Kabupaten Tulungagung ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ XXXII dua tahun mendatang. Harapannya, tradisi ini terus memperkuat semangat syiar, prestasi, dan persaudaraan antar daerah di Jawa Timur, sekaligus melestarikan harmoni antara budaya lokal dan nilai keagamaan.



