Pemkab Jember Perkuat Tata Kelola Pasar Tradisional melalui Sinergi Pengamanan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana

JEMBER, 23 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) bersama instansi lintas sektor mengintensifkan langkah penataan, pengamanan, dan pemeliharaan sarana prasarana pasar tradisional di wilayah Kabupaten Jember. Upaya terpadu ini mencakup penjagaan ketertiban kawasan, respons cepat terhadap aduan masyarakat, hingga pemeliharaan fasilitas fisik di sejumlah pasar guna mendukung kelancaran aktivitas perekonomian warga.

Langkah komprehensif tersebut diwujudkan melalui pengamanan rutin oleh Satuan Tugas (Satgas), penanganan laporan warga melalui layanan Wadul Guse, serta pemantauan kondisi sarana dan prasarana pasar. Kegiatan ini menjangkau sejumlah pusat perdagangan masyarakat, di antaranya Pasar Tanjung, Pasar Patrang, Pasar Sempolan, Pasar Kalisat, Pasar Tanggul, dan Pasar Rambipuji.

Sinergi Lintas Sektor dan Pengamanan Rutin Kawasan Pasar Tanjung

Guna menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas maupun aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Tanjung, kegiatan penjagaan rutin dilaksanakan oleh Satgas Cinta setiap hari mulai pukul 04.00 hingga 08.00 WIB. Penjagaan difokuskan pada tiga ruas jalan utama, yakni Jalan Samanhudi, Jalan Untung Suropati, dan Jalan Wahidin. Kegiatan ini melibatkan sinergi dari Diskopukmdag, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta organisasi Madas.

Selain unsur kabupaten, jajaran kewilayahan juga turut mengambil peran aktif dalam mendukung situasi pasar yang kondusif. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, petugas gabungan yang terdiri dari Dishub, TNI, Babinsa, Satpol PP Kabupaten dan Kecamatan, serta staf Kelurahan Jember Kidul dan Kelurahan Kepatihan melaksanakan kegiatan piket serta pemantauan kondisi lapangan.

Dalam pelaksanaan piket tersebut, perwakilan Kelurahan Kepatihan yang bertugas adalah Babinsa Kepatihan Bapak Jumawan bersama Bapak Hariyanto. Pemantauan ini juga dihadiri langsung oleh Lurah Kepatihan, Awan Sugiarto, S.Sos., M.M., bersama Lurah Jember Kidul sebagai bentuk koordinasi terpadu di lapangan.

Kepala Diskopumdag Kabupaten Jember, Dra. Sartini, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan penjagaan bertujuan membangun ketertiban bersama sekaligus mendukung kelancaran aktivitas perdagangan. “Penjagaan Satgas Cinta di kawasan Pasar Tanjung bertujuan untuk menjaga ketertiban, mendukung kelancaran aktivitas perdagangan, serta menciptakan lingkungan pasar yang aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Melalui sinergi Diskopukmdag, Satpol PP, Dishub, TNI, dan organisasi Madas, kami berharap ketertiban di Jalan Samanhudi, Jalan Untung Suropati, dan Jalan Wahidin dapat terus terjaga,” ujar Dra. Sartini, M.M., Rabu, 21 Oktober 2026.

Respons Cepat Aduan Masyarakat melalui Layanan Wadul Guse

Selain tindakan preventif di lapangan, Pemkab Jember memberikan perhatian terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui layanan aduan Wadul Guse. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembersihan bagian atap Pasar Tanjung yang ditumbuhi rumput ilalang. Pengerjaan pembersihan tersebut mulai dilakukan secara bertahap oleh petugas pasar sejak Senin, 19 Oktober 2026.

Mantri Pasar Tanjung, Hariyanto, menjelaskan bahwa proses pembersihan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu ke depan. Pembagian fokus personel yang juga bertugas mengawasi area pasar bawah menjadi pertimbangan utama pengerjaan secara bertahap. “Pembersihan ini direncanakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan. Pelaksanaannya menyesuaikan pembagian petugas karena mereka juga harus bertugas di pasar bawah,” kata Hariyanto.

Tindak lanjut serupa dilakukan atas aduan masyarakat mengenai kerusakan atap los di Pasar Patrang. Berdasarkan pengecekan langsung di lokasi, atap los pasar tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Diskopumdag Kabupaten Jember, Asfita Dewi, S.E., menyampaikan bahwa perbaikan fisik dijadwalkan berlangsung pada November 2026. “Ini menjawab aduan Wadul Guse, karena memang kondisi atapnya sudah sangat parah. Ini mungkin diperbaiki sekitar bulan November sehingga bisa dimanfaatkan langsung oleh pedagang pada bulan Desember,” jelas Asfita Dewi, S.E., Rabu, 21 Oktober 2026.

Pemantauan dan Rencana Pemeliharaan Sarana Empat Pasar Tradisional

Sebagai bagian dari upaya memelihara kualitas fasilitas publik, Diskopumdag Jember menggelar pemantauan kondisi sarana dan prasarana di empat pasar tradisional pada Selasa, 20 Oktober 2026. Empat lokasi yang menjadi sasaran pemantauan meliputi Pasar Sempolan, Pasar Kalisat, Pasar Tanggul, dan Pasar Rambipuji.

Kegiatan monitoring ditujukan untuk memetakan kebutuhan pemeliharaan pada sejumlah fasilitas vital, seperti saluran drainase, akses masuk, area parkir, hingga kondisi los dan kios pedagang. Berdasarkan hasil identifikasi awal, pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana tersebut direncanakan berlangsung pada November 2026.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Diskopumdag Jember, Asfita Dewi, S.E., M.E., menegaskan pentingnya pemantauan berkala tersebut. “Monitoring ini dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas pasar yang membutuhkan pemeliharaan. Perbaikan direncanakan pada November 2026 guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli,” ujar Asfita Dewi, S.E., M.E.

Rangkaian langkah pengamanan kawasan, penanganan aduan warga, serta pemeliharaan fasilitas fisik ini mempertegas komitmen Pemkab Jember dalam mengoptimalkan fungsi pasar tradisional sebagai pusat perputaran ekonomi daerah. Dengan koordinasi lintas sektor yang berkesinambungan dan penanganan infrastruktur yang terencana, aktivitas perdagangan masyarakat di Kabupaten Jember dapat berlangsung secara lancar, tertib, aman, dan nyaman.

Related Articles

Back to top button