Pemerintah Kabupaten Jember Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Dapur Makan Bergizi Gratis di Tingkat Kecamatan

Jember, 5 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui monitoring dan evaluasi secara intensif di tingkat kecamatan. Pada Selasa, 3 Maret 2026, kegiatan pengawasan dilaksanakan di dua wilayah berbeda, yaitu Kecamatan Kaliwates dan Kecamatan Sukorambi, untuk memastikan standar kebersihan, higiene sanitasi, kualitas gizi, serta keselamatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap terjaga.

Monitoring Intensif di Empat Titik SPPG Kecamatan Kaliwates

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dapur MBG di Kecamatan Kaliwates dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Camat Kaliwates selaku Kepala Wilayah. Tim pengawas terdiri dari Danramil Kaliwates, Kepala Puskesmas Jember Kidul dan Mangli, para Lurah setempat, Kasi PMKS kecamatan dan kelurahan, Babinsa, tenaga ahli gizi, tenaga kesehatan lingkungan, serta unsur kecamatan lainnya.

Pengawasan dilakukan di empat SPPG, yaitu SPPG Jember Kepatihan, SPPG Jember Kidul, SPPG Sempusari 01, dan SPPG Sempusari 02. Tujuan utama adalah memverifikasi kepatuhan terhadap standar kesehatan, higiene sanitasi, dan ketentuan teknis, serta menjamin ketepatan sasaran penerima manfaat.

Camat Kaliwates menegaskan bahwa kualitas makanan, kebersihan dapur, kelayakan sarana prasarana, dan kepatuhan standar kesehatan merupakan aspek yang tidak dapat ditawar. Program MBG menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas.

Hasil monitoring menemukan berbagai catatan perbaikan:

  • SPPG Jember Kepatihan: Ketersediaan AC belum memadai, kipas angin belum bersih, SPAL tidak tertutup sehingga menimbulkan aroma kurang sedap, serta belum dilaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), pemeriksaan kimia air, dan uji sampel makanan sebelum operasional. Tampilan dan pengemasan makanan dinilai cukup baik.
  • SPPG Jember Kidul: Secara umum telah memenuhi standar, telah memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS), dilengkapi AC, serta menu sesuai kebutuhan gizi. Namun, kualitas kemasan susu perlu ditingkatkan dan menu disesuaikan selama bulan puasa.
  • SPPG Sempusari 02: SPAL tidak lancar, ventilasi belum representatif, dapur belum dicat, keterbatasan APAR, ruang pencucian alat makan belum bersih, serta lantai keramik licin berpotensi risiko keselamatan. IKL belum dilaksanakan, meskipun sumber air tersedia baik.
  • SPPG Sempusari 01: Variasi menu masih kurang, ketersediaan APAR belum memadai, grease trap perlu dibersihkan, serta penyajian menu perlu lebih menarik. IKL telah lengkap dan terdokumentasi.

Seluruh temuan akan segera ditindaklanjuti oleh pengelola SPPG dengan pendampingan dari kecamatan dan puskesmas. Kecamatan Kaliwates berkomitmen melakukan pembinaan dan pengawasan berkala agar seluruh dapur MBG memenuhi standar yang ditetapkan.

Sinergi Muspika Sukorambi Kawal Kualitas Dapur SPPG Ar Raudhlah

Di Kecamatan Sukorambi, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) melaksanakan monitoring dan peninjauan ke Dapur SPPG Ar Raudhlah di Desa Karangpring pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 08.20 WIB. Kegiatan ini bertujuan memastikan standar kebersihan, kualitas pengolahan makanan, serta kesiapan operasional sesuai ketentuan.

Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., menyampaikan bahwa program MBG memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Pengawasan tingkat kecamatan dilakukan secara berkala untuk menjaga pelaksanaan sesuai standar.

Komitmen ini selaras dengan arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang menekankan pentingnya pengawalan bersama agar program MBG memberikan manfaat nyata. Pemerintah kabupaten mendorong koordinasi lintas sektor dari kecamatan hingga desa untuk monitoring, pembinaan, dan penguatan pelaksanaan.

Keberhasilan program tidak hanya pada distribusi, tetapi juga pada kualitas gizi, kebersihan, dan ketepatan sasaran. Kolaborasi antara Muspika, perangkat desa, tenaga kesehatan, dan pengelola dapur menjadi kunci utama.

Kepala Dapur SPPG Ar Raudhlah, Anton Wijaya, menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan, penyaluran MBG disesuaikan dengan pengemasan paket makanan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa, tetap memperhatikan standar keamanan pangan dan ketepatan sasaran.

Komitmen Berkelanjutan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

Kegiatan monitoring di kedua kecamatan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jember untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, higienis, aman, dan berdampak nyata. Melalui sinergi lintas sektor dan pengawasan rutin, program ini diharapkan dapat mendukung pencegahan stunting, peningkatan kesehatan masyarakat, serta pembentukan generasi yang sehat dan produktif di Kabupaten Jember.

Pemerintah daerah akan terus melakukan pembinaan, evaluasi, dan penyesuaian teknis agar seluruh SPPG dapat memenuhi standar tertinggi, sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program bagi masyarakat.

Related Articles

Back to top button