Pelatihan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Akar Bambu: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Karangrejo

Pelatihan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Akar Bambu: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Karangrejo

Sumbersari, Jember – Pelatihan pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) berbahan dasar akar bambu telah dilaksanakan pada Sabtu pagi, 24 Mei 2025, di Gapoktan Sumber Makmur, Kelurahan Karangrejo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi antara kelompok tani dan mahasiswa Politeknik Jember yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pelatihan berlangsung di rumah Ketua Poktan Sumber Beringin II dan dihadiri oleh Lurah Karangrejo, Penyuluh Pertanian, dosen dari Politeknik Jember, pengurus gapoktan, mahasiswa, serta para petani setempat.

Dalam pelatihan tersebut, materi disampaikan oleh Ibu Elly Daru Ika Wilujeng, S.P., M.Si., seorang dosen ahli mikrobiologi pertanian dari Politeknik Jember. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai manfaat PGPR yang berasal dari akar bambu serta teknik pembuatan dan aplikasinya dalam pertanian. PGPR ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan merangsang perkembangan akar dan bagian tanaman lainnya, memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, serta meningkatkan ketersediaan nutrisi di dalam tanah. Selain itu, PGPR dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia dan pestisida, sehingga mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Proses pembuatan PGPR diawali dengan pengolahan bahan-bahan alami seperti molase, terasi udang, bekatul jagung, kentang, nanas, dan akar bambu. Terasi udang dipotong kecil dan dimasak dengan air, kentang dikupas, dipotong kecil, dicuci bersih, dan direbus hingga matang. Seluruh bahan kemudian diolah secara bertahap menggunakan alat-alat seperti dandang besar dan kecil, pisau, talenan, saringan, blender, tong plastik besar, dan pengaduk untuk menghasilkan PGPR berkualitas yang siap diaplikasikan di lahan pertanian.

Pelatihan ini merupakan wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok tani dalam mengembangkan teknologi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh anggota gapoktan dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pertanian di Kelurahan Karangrejo dapat semakin maju dan berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Related Articles

Back to top button