Pastikan Mutu Layanan dan Transformasi Digital, Dinkes PPKB Jember Evaluasi Kinerja Puskesmas

JEMBER, 12 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan dasar yang paripurna bagi masyarakat. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Dinkes PPKB secara masif menggelar kegiatan monitoring, evaluasi (monev), dan supervisi kinerja di tiga fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) secara berurutan, yakni di Puskesmas Semboro, Arjasa, dan Jombang pada tanggal 10 hingga 12 Juni 2026.
Kegiatan pengawasan yang berkesinambungan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan tetap terjaga, mengukur efektivitas program prioritas di lapangan, serta mengawal proses transformasi layanan digital. Sebagai garda terdepan sistem kesehatan, penguatan kapasitas di tingkat puskesmas dinilai menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan dan percepatan derajat kesehatan masyarakat Jember.
Optimalisasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Arjasa
Salah satu fokus utama Dinkes PPKB dalam transformasi layanan adalah penerapan Sistem Informasi Kesehatan (Simkes) berbasis Rekam Medis Elektronik (RME). Pada Jumat (12/6/2026), tim sosialisasi RME SIMKES yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Simkes Dinkes PPKB Jember, Deky Cahyono, meninjau langsung implementasi sistem tersebut di Puskesmas Arjasa.
Pemeriksaan difokuskan pada pemanfaatan sistem digital di sejumlah unit layanan, mulai dari Poli Umum, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), hingga Unit Gawat Darurat (UGD). Evaluasi mencakup kesesuaian alur layanan, kelengkapan data, dan konsistensi penginputan yang menjadi syarat krusial sebuah rekam medis.
“Transformasi digital kesehatan tidak hanya berbicara tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu mendukung pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi,” tegas Deky Cahyono. Ia menambahkan bahwa masukan dari tenaga kesehatan di lapangan menjadi bahan penting untuk menyempurnakan sistem agar Simkes yang diterapkan benar-benar optimal sesuai kebutuhan pelayanan.
Audit Kinerja dan Pengawalan Program Prioritas di Puskesmas Semboro
Selain aspek digitalisasi, Dinkes PPKB juga menyoroti aspek manajerial dan capaian program kesehatan masyarakat. Pada Rabu (10/6/2026), tim supervisi turun langsung ke UPT Puskesmas Semboro untuk melakukan audit kinerja. Telaah difokuskan pada tata kelola manajemen puskesmas, administrasi pelayanan, pengelolaan sumber daya, hingga pelaksanaan program prioritas seperti pelayanan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular, perbaikan gizi masyarakat, dan percepatan penurunan stunting.
Anggota Tim Supervisi Dinkes PPKB Jember, Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proses penilaian dokumen semata, melainkan juga bentuk pembinaan langsung di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mengidentifikasi capaian, menemukan tantangan yang dihadapi, sekaligus memberikan masukan dan solusi agar kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat serta target program kesehatan dapat tercapai secara optimal,” ujar Dwi. Forum dialog terbuka yang dilakukan bersama jajaran manajemen Puskesmas Semboro pun diharapkan mampu merumuskan langkah perbaikan yang riil dan solutif.
Evaluasi Mutu Layanan Berkelanjutan di Puskesmas Jombang
Langkah evaluasi komprehensif ini turut berlanjut ke UPT Puskesmas Jombang pada Jumat (12/6/2026). Tim penilai kembali mengevaluasi sejumlah indikator kinerja yang menjadi tolok ukur kemampuan puskesmas dalam menjawab kebutuhan kesehatan warga di wilayah kerjanya. Sama halnya dengan kunjungan di Semboro, tim menelaah kelengkapan administrasi, capaian program dasar, hingga sistem pelaporan terpadu.
Dwi Oktavia kembali menekankan objektivitas dari supervisi ini. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak sebatas pada pencapaian angka indikator, melainkan pada konsistensi pihak puskesmas dalam menjaga mutu dan melakukan pembenahan. “Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi bersama untuk mengetahui aspek yang sudah baik maupun yang masih perlu diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tuturnya.
Melalui rangkaian supervisi dan evaluasi yang menyasar infrastruktur fisik, manajemen, hingga teknologi informasi di berbagai puskesmas ini, Dinkes PPKB Kabupaten Jember berharap seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Penguatan tata kelola yang baik diproyeksikan akan bermuara pada pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan responsif demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember.



