Libur Lebaran 2026: Pemandian Patemon, Pantai Papuma, dan Watu Ulo Jadi Magnet Berkat Revitalisasi dan Tarif Terjangkau

JEMBER, 29 Maret 2026 – Libur Lebaran 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Jember. Berbagai destinasi unggulan seperti Pemandian Patemon di Kecamatan Tanggul serta kawasan Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo di pantai selatan ramai diserbu ribuan wisatawan hingga akhir masa liburan. Lonjakan kunjungan ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata lokal, tetapi juga membuktikan keberhasilan kebijakan revitalisasi fasilitas dan penyesuaian tarif yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Jember.
Pemandian Patemon Catat Lebih dari 4.000 Pengunjung
Hingga hari terakhir liburan, Minggu 29 Maret 2026, Pemandian Patemon di Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, mencatat lebih dari 4.000 pengunjung. Destinasi wisata air legendaris ini menarik wisatawan tidak hanya dari Jember, melainkan juga dari kabupaten tetangga seperti Bondowoso, Situbondo, Lumajang, hingga Malang. Keunggulan utama Pemandian Patemon terletak pada air pegunungan murni langsung dari mata air Pegunungan Argopuro yang jernih dan bebas kandungan kaporit. Lokasinya yang berada sekitar 30 kilometer dari pusat kota Jember semakin memperkuat posisinya sebagai ikon wisata alam yang menyegarkan.
Pengunjung menyampaikan kepuasan tinggi terhadap suasana dan fasilitas yang telah diperbarui. Roni, warga Situbondo, mengaku rutin mengajak keluarganya ke Patemon setiap tahun. “Airnya sangat jernih dan dingin. Mandi di sini membuat badan terasa segar kembali. Kami sangat puas dengan suasana asrinya,” ujarnya. Senada dengan itu, Suci, wisatawan asal Jember yang baru pertama kali berkunjung, mengapresiasi kebersihan dan kelengkapan sarana prasarana pasca-revitalisasi. “Suasananya sangat asri khas pegunungan. Sarana dan prasarananya sudah sangat baik,” tuturnya.
Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, S.Sos., menegaskan bahwa Pemandian Patemon merupakan representasi semangat “Healing ke Jember Saja” yang digelorakan Bupati Jember. “Pemandian Patemon merupakan ikon wisata Jember sejak puluhan tahun silam. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mempromosikannya. Jika pengunjung ramai, dampak ekonominya tentu akan dirasakan langsung oleh warga sekitar,” jelasnya.
Kesuksesan tersebut tidak lepas dari persiapan matang selama lima bulan terakhir oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemandian Patemon. Penanggung Jawab UPT, Amsori, menyatakan bahwa tim telah bekerja keras memastikan kenyamanan pengunjung. “Kami telah menyiapkan tim solid untuk menghadapi lonjakan ini. Setiap hari kolam dikuras dan dibersihkan agar pengunjung benar-benar merasa dimanjakan,” ujar Amsori. Ia juga menyampaikan terima kasih atas sinergi Pemerintah Kabupaten Jember, Dinas Pariwisata, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang mempromosikan destinasi ini secara masif.
Tarif Terintegrasi Rp12.500 Dorong Kunjungan ke Pantai Papuma dan Watu Ulo
Sementara itu, di kawasan pantai selatan, Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo juga mengalami padatnya pengunjung sejak H+3 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada 24 Maret 2026. Arus kendaraan menuju lokasi terlihat ramai sejak pagi hari, dengan wisatawan datang dari Jember maupun luar daerah. Keindahan panorama laut dan pasir putih khas Papuma menjadi daya tarik utama, yang semakin ditingkatkan melalui kebijakan tarif terintegrasi Rp12.500 per orang. Sistem satu pintu hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jember dengan Perhutani ini memungkinkan pengunjung mengakses dua destinasi sekaligus dengan harga yang lebih terjangkau.
Rofi Darojah, salah satu pengunjung, mengapresiasi kebijakan tersebut. “Tiketnya lebih murah. Rp12.500 sudah bisa dapat dua destinasi wisata, Papuma dan Watu Ulo, jadi saya main ke sini,” katanya. Kebijakan serupa juga dirasakan positif oleh Dimas, pengunjung lain yang tertarik karena harga ekonomis.
Lonjakan Wisatawan Tingkatkan Omzet UMKM di Watu Ulo
Lonjakan wisatawan langsung berdampak pada peningkatan omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Pantai Watu Ulo. Sejak pagi hingga sore hari, lapak-lapak makanan, minuman, dan oleh-oleh ramai dikunjungi. Pemilik warung, Mudah, mengaku omzetnya meningkat signifikan dibanding hari biasa. “Pengunjung makin padat, alhamdulillah omzet juga ikut meningkat. Biasanya tidak seramai ini, tapi sekarang dari pagi sampai sore ramai terus,” ungkapnya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan optimisme bahwa pariwisata daerah kini berada di jalur yang tepat atau “on the track”. Menurutnya, pembenahan sistem, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi kebijakan seperti penyesuaian tarif akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sektor pariwisata dinilai memiliki efek berantai yang besar, terutama bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.



