Kendalikan Inflasi dan Respons Keluhan Warga, Pemkab Jember Gencarkan Pasar Murah Terintegrasi

JEMBER, 26 Juni 2026 — Sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) dan menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengintensifkan program Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Operasi Pasar di berbagai wilayah sepanjang pekan keempat Juni 2026. Menariknya, intervensi pasar ini tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan wujud nyata respons cepat pemerintah atas aduan masyarakat serta diintegrasikan dengan layanan publik lainnya.
Rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) ini menyasar sejumlah titik, mulai dari kawasan pedesaan di Kecamatan Semboro hingga pusat perekonomian seperti Pasar Tanjung dan Pasar Gebang. Sinergi ini dirancang guna memastikan keterjangkauan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.
Respons Cepat “Wadul Gus’e” di Kecamatan Semboro
Salah satu pelaksanaan terbesar berlangsung di Balai Desa Semboro, Kecamatan Semboro, pada Kamis (25/6/2026). Penyelenggaraan Pasar Murah dan GPM Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil rapat pengendalian inflasi daerah serta aduan masyarakat yang masuk melalui layanan Wadul Gus’e mengenai tingginya harga kebutuhan pokok setempat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Pemkab Jember, Ratno Cahyadi Sambodo, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti kehadiran pemerintah. “Bupati bersama kami menghadirkan pasar murah di Kecamatan Semboro sebagai bentuk tindak lanjut akan aduan tingginya harga bahan pokok di pasaran, maka dari itu harga bahan pokok yang ada di sini pasti lebih murah,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang melibatkan Perum Bulog, Sayur Balap, dan UMKM lokal ini, DKPPP Kabupaten Jember menyalurkan 600 kilogram gula pasir, 100 kilogram telur ayam, dan 5 kilogram bawang putih yang ludes terjual dalam waktu singkat. Staf DKPPP Kabupaten Jember, Ujianto, A.Md., serta Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Bapokting Diskopumdag, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd., senada menyatakan bahwa program ini krusial untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Kehadiran program ini disambut antusias oleh warga. Ajeng, salah satu warga yang sebelumnya melapor melalui Wadul Gus’e, mengaku sangat bersyukur. “Alhamdulillah sudah terealisasi dan sangat membantu. Harga beras, minyak, telur dan gula jauh lebih murah dari harga pasar. Saya sangat menikmati dan ibu-ibu juga kelihatan happy. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember khususnya Gus Fawait dan Wadul Gus’e yang sudah mendengarkan aspirasi kami,” ungkapnya.
Strategi Pemerataan Distribusi di Pasar Tradisional
Di Pasar Tanjung, operasi pasar rutin yang digelar pada Selasa (23/6/2026) dibanjiri warga. Tingginya minat masyarakat membuat penyelenggara harus mengambil langkah penyesuaian. Mantri Pasar Tanjung, Bambang Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya sampai harus menambah stok. “Minat masyarakat terhadap beras memang cukup tinggi, sehingga stok yang disediakan kami tambah (menjadi 100 karung) agar lebih banyak warga yang dapat terlayani dalam operasi pasar kali ini,” jelas Bambang.
Sementara itu, pada Operasi Pasar di Pasar Gebang, Kecamatan Patrang, sehari sebelumnya (22/6/2026), Diskopumdag Jember menyediakan 50 karung beras SPHP dan 20 dus minyak goreng. Guna menghindari penumpukan barang pada satu pihak, pembatasan ketat diberlakukan. “Pembelian kami batasi satu karung beras dan satu minyak goreng per orang agar distribusi merata dan tidak menumpuk pada satu pembeli. Alhamdulillah, semua mengikuti aturan antrean yang ditetapkan sehingga kegiatan berjalan lancar,” tutur Mantri Pasar Gebang, Abdurrahman.
Inovasi Layanan: Belanja Murah Sekaligus Cek Kesehatan Gratis
Kehadiran Operasi Pasar di Pasar Gebang pada Senin (22/6/2026) juga menjadi momentum istimewa karena diintegrasikan dengan layanan cek kesehatan gratis. Program kolaborasi antara Diskopumdag dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember ini menjadi hari terakhir dari rangkaian pemeriksaan kesehatan jemput bola di pasar rakyat.
Sinergi layanan ini terbukti sangat efektif. Para pedagang yang kerap kesulitan meninggalkan lapak untuk memeriksakan diri, kini dapat memantau tekanan dan gula darah mereka sembari beraktivitas. Sebaliknya, warga yang datang untuk membeli sembako murah juga bisa sekaligus memeriksakan kesehatannya tanpa biaya.
Melihat besarnya manfaat dari kolaborasi lintas sektor ini, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Distribusi Perdagangan Diskopumdag Jember, Asfita Dewi, S.E., M.M., memastikan bahwa inovasi layanan tersebut akan dilanjutkan. “Hari ini terakhir kami melakukan pelayanan cek kesehatan gratis, tetapi ke depannya insyaallah bakal ada lagi, kalau untuk tanggalnya masih belum,” pungkasnya.



