Inovasi Perdana di Indonesia, Program Home Care Pemkab Jember Raih Dukungan Wamenkes RI Jadi Percontohan Nasional

JEMBER, 26 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menorehkan sejarah baru dalam transformasi sistem pelayanan kesehatan publik di Indonesia melalui peluncuran Program Home Care. Inovasi layanan kesehatan terintegrasi berbasis kunjungan ke rumah ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, di halaman Puskesmas Sumberbaru pada Jumat (24/7/2026).

Langkah terobosan ini menjadikan Jember sebagai daerah pertama di Indonesia yang menghadirkan sistem pelayanan kesehatan rumah yang terintegrasi secara penuh di seluruh puskesmas. Mengingat luasnya wilayah geografis Jember yang kerap menjadi kendala mobilitas bagi warga kurang mampu, program ini hadir sebagai solusi nyata untuk mendekatkan akses medis langsung ke pintu rumah masyarakat.

Apresiasi Pusat dan Rencana Percontohan Nasional

Peluncuran Program Home Care ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Wamenkes RI. Menurut dr. Benjamin, konsep yang dikembangkan oleh Pemkab Jember ini sangat luar biasa karena tidak hanya berorientasi pada aspek kuratif, tetapi juga menjadi strategi jitu dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan derajat kesehatan.

“Ini merupakan program pertama di Indonesia yang menghadirkan pelayanan kesehatan langsung datang ke rumah pasien. Ke depannya diharapkan program ini menjadi program percontohan di provinsi-provinsi lain sehingga bisa kita sampaikan ke Presiden Prabowo,” ungkap Wamenkes Benjamin. Ia menambahkan, layanan ini akan diuji coba di 27 lokasi sebagai proyek percontohan sebelum diangkat menjadi model berskala nasional. Turut hadir memberikan dukungan dalam peluncuran tersebut antara lain Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Ir. Iwan Sumule, Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian, S.E., M.Sn., serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dr. Agung.

Mobilisasi 1.200 Tenaga Medis dan Optimalisasi Armada

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Jember mengerahkan 1.200 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, ahli gizi, hingga tenaga kesehatan masyarakat dari seluruh puskesmas. Layanan yang diberikan pun komprehensif, mencakup pemeriksaan dokter, perawatan luka, pemeriksaan ibu hamil, edukasi pola hidup sehat, hingga pemeriksaan menggunakan USG portabel.

Untuk mendukung mobilitas tim medis, pemerintah telah menyiapkan puluhan armada Home Care yang dilengkapi perlengkapan medis dan obat-obatan. Tidak berhenti di situ, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan bahwa kendaraan dinas kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan dialihfungsikan menjadi kendaraan operasional Home Care guna mengatasi keterbatasan ambulans.

“Jika keluarga mampu bisa memiliki dokter pribadi, kami berupaya agar warga kurang mampu juga berhak mendapatkan pelayanan serupa. Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan dengan cepat dan maksimal. Karena itu, seluruh potensi pemerintah daerah akan kami optimalkan,” tegas Gus Fawait.

Sinergi Pendataan Akurat Melalui Tim LRT

Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menerjunkan 248 Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT) yang tersebar di tingkat desa dan kelurahan. Kepala Dinsos PPPA Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., menjelaskan bahwa Tim LRT bertugas melakukan pendataan awal dan verifikasi desil kesejahteraan masyarakat.

Target awal program ini menyasar 25.000 hingga 50.000 Kartu Keluarga (KK) yang masuk dalam kelompok rentan. Kelompok prioritas tersebut meliputi lanjut usia dengan keterbatasan aktivitas, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, serta penderita penyakit kronis. Selain pendataan aktif, masyarakat yang membutuhkan layanan juga dapat mengajukan permohonan melalui saluran resmi “Wadul Gus’e”.

Kehadiran layanan yang menjangkau hingga ke pelosok ini disambut positif oleh tenaga medis di lapangan. Bidan Diana dari Puskesmas Jelbuk menyatakan bahwa Home Care memberikan dampak luar biasa bagi warga miskin di wilayah terpencil, karena mereka kini dapat menerima pemeriksaan tanpa memikirkan biaya transportasi dan jarak tempuh yang jauh.

Intervensi Penyakit TB dan Bantuan Sosial Kelompok Rentan

Selain memfokuskan layanan Home Care, Wamenkes RI dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya langkah masif dalam penanganan Tuberkulosis (TB), sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengingat Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia. Tahun ini, pemerintah pusat akan melakukan skrining masif (rontgen dan tes CKG) di 53.335 titik di seluruh Indonesia, di mana Kabupaten Jember mendapat alokasi di 228 lokasi. Pasien terduga akan langsung ditangani, sementara kontak erat yang sehat akan diberi obat pencegahan.

Sebagai pelengkap dari aspek jaminan sosial terpadu, acara peluncuran ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako dan uang tunai kepada 10 penerima manfaat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wamenkes RI dan Wakil Kepala BP Taskin, menegaskan bahwa upaya peningkatan kesehatan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial.

Dengan hadirnya Program Home Care, Jember membuktikan bahwa transformasi kesehatan tidak sekadar diukur dari kemegahan fasilitas fisik, melainkan dari seberapa dekat negara hadir di tengah-tengah keluarga masyarakat. Inovasi ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting, mencegah keterlambatan penanganan penyakit kronis, dan mewujudkan Jember yang semakin sehat, mandiri, dan maju.

Related Articles

Back to top button