IJMC 2026 Sukses Digelar: Jember Perkuat Reputasi Menuju Kiblat Marching Band Internasional

JEMBER, 9 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) sukses menggelar ajang bergengsi International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (7/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Dipusatkan di GOR PKPSO Kaliwates, kawasan Alun-Alun (Central Park), dan jalanan protokol kota, perhelatan ini mengukuhkan kesiapan Jember sebagai pusat seni pertunjukan marching band internasional sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui konsep sport tourism.

Ajang yang mengusung semangat “Harmony in Motion, Spirit Without Borders” ini menyuguhkan berbagai rangkaian kompetisi dan atraksi, mulai dari Concert Music Art, Drum Battle/Music Battle, hingga Street Parade. Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kompol Anthonio Effan Sulaiman beserta jajaran PJU Polres Jember, perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, serta jajaran pengurus KORMI Kabupaten Jember.

Panggung Pembinaan Talenta dan Diplomasi Budaya Mancanegara

Sebanyak 34 tim marching band ambil bagian dalam kompetisi ini, mencakup peserta dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia—seperti Malang, Banyuwangi, Surabaya, dan Yogyakarta—hingga delegasi mancanegara asal Thailand. Kompetisi terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu Junior Class, Senior Class, Open Class, dan Military Class.

Pada kategori Junior Non Brass, tim RPM Junior Banyuwangi sukses meraih juara pertama, disusul DB Mikashi Jember di posisi kedua. Sementara pada kategori Senior Non Brass, gelar juara pertama diraih MB Gita Bahana Arpega Jember, diikuti MB Cahaya Pesona Nada Jember di peringkat kedua, dan MB Gita Pesona Spama Jember di tempat ketiga.

Kehadiran kontingen internasional diwakili oleh Brass Projection dari Samutprakan School, Provinsi Samut Prakan, Thailand Tengah. Tim jawara nasional Thailand dua tahun berturut-turut tersebut memboyong 24 pemain berbakat dan empat staf pendamping untuk bertanding di kategori Open Class. Pelatih sekaligus Ketua Delegasi Brass Projection, Tanawut, menyampaikan bahwa keikutsertaan di Jember merupakan debut internasional pertama mereka untuk menguji kemampuan dan mental bertanding. Tanawut turut mengapresiasi keramahan masyarakat serta kekayaan budaya Jember yang menyambut kehadiran mereka.

Selain adu teknik, ajang ini menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Penampilan memukau turut ditunjukkan para talenta cilik lokal, seperti Ajwa dari SD Jember Kidul 4 dan Rere dari SD Al Baitul Amien 2 yang tampil lincah bersama tim MB Cahaya Pesona Nada Jember. Dukungan penuh para orang tua menunjukkan bahwa disiplin, kerja sama, dan ketahanan mental dalam marching band menjadi wadah edukasi positif bagi tumbuh kembang anak.

Dorong Pertumbuhan UMKM dan Realisasi Multiplier Effect Ekonomi

Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., secara resmi membuka Street Parade yang diikuti oleh 18 kontingen pada Sabtu (8/8/2026). Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menegaskan komitmen Pemkab Jember dalam mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara efisien pada program-program yang memberikan dampak ekonomi nyata (multiplier effect) bagi masyarakat.

“Adanya event IJMC ini menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Kabupaten Jember mampu menggelar event internasional. Setelah JFC, sekarang ada IJMC, dan IJMC ini akan kita besarkan bersama-sama untuk menjadikan Jember dikenal sebagai kota drumband carnival dan menjadi kiblat drumband di Indonesia,” ujar Gus Fawait.

Bupati memproyeksikan perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan IJMC mencapai puluhan miliar rupiah, menyusul kesuksesan event Jember Fashion Carnaval (JFC) sebelumnya yang mencatatkan perputaran ekonomi lebih dari Rp135 miliar. Geliat ekonomi ini terlihat nyata dari ramainya stan UMKM makanan, minuman, dan produk lokal di sekitar Central Park dan GOR PKPSO Kaliwates yang dipadati ribuan warga serta pendukung kontingen.

Sejalan dengan visi kepala daerah, Kepala Disporabudpar Jember, Bobby A. Sandy, menyatakan pemerintah daerah terus memberikan pendampingan bagi ekosistem olahraga dan seni. Pemkab Jember juga memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan dan masa depan atlet berprestasi melalui fasilitas beasiswa pendidikan dan penyediaan layanan kesehatan dokter pribadi lewat program Home Care.

Pijakan Strategis Menuju World Marching Sport 2027

Ketua KORMI Jember sekaligus Pembina Jember Marching Band, H. Tri Basuki, mengungkapkan bahwa IJMC dirancang sebagai wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan promosi daerah. Penyelenggaraan tahun ini menjadi fondasi berharga mengingat Jember telah dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi dunia, World Marching Sport 2027.

“Street Parade bukan hanya pertunjukan musik, tetapi menjadi wajah Jember di mata para tamu. Karena itu, kami ingin setiap peserta tampil disiplin, kompak, dan penuh kreativitas. Semakin berkualitas penyelenggaraan IJMC, semakin besar peluang Jember dikenal sebagai destinasi sport tourism dan seni pertunjukan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelas Tri Basuki.

Kualitas penyelenggaraan IJMC di Jember turut mendapat pengakuan dari Presiden Asian Marching Band Confederation (AMBC), Sehat Kurniawan Saiman, yang menilai tata kelola event telah memenuhi standar internasional. Meski partisipasi beberapa negara sahabat tahun ini terpengaruh oleh dinamika geopolitik Asia dan tingginya tarif penerbangan internasional, keberhasilan IJMC 2026 dinilai menjadi modal krusial dalam memperkuat promosi daerah dan menyongsong event global mendatang.

Ke depan, KORMI Jember merencanakan ekspansi penyelenggaraan IJMC 2027 di Pantai Watu Ulo dengan target kepesertaan mencapai 18 negara. Selain itu, Jember Marching Band dijadwalkan mewakili Indonesia pada ajang Asia Marching Band Show di Malaysia pada November 2026 mendatang.

Pemerintah Kabupaten Jember optimis, keberlanjutan penyelenggaraan event berskala global seperti IJMC tidak hanya melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berprestasi, tetapi juga mempercepat transformasi Jember sebagai destinasi unggulan sport tourism dunia yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

Related Articles

Back to top button