Gus’e Menyapa di Gumukmas: Dialog Terbuka Pemerintah Jember dengan Masyarakat untuk Perkuat Kesehatan Ibu-Anak dan Ketahanan Gizi Keluarga

Gumukmas, 6 November 2025 – Program “Gus’e Menyapa” yang digelar di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, pada Senin (3/11/2025) berhasil menjadi panggung aspirasi masyarakat sekaligus ruang sinergi antara pemerintah daerah, kader kesehatan, petani, dan akademisi. Kegiatan yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendengarkan langsung suara masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta ketahanan gizi keluarga berbasis potensi lokal.
Dua lokasi berbeda di Kecamatan Gumukmas menjadi saksi semangat yang sama: mendekatkan pemerintah dengan masyarakat akar rumput. Di satu sisi, para kader Posyandu dan PKK menyampaikan harapan dukungan nyata bagi program kesehatan dasar. Di sisi lain, para petani bersama narasumber akademisi membahas bagaimana keberlimpahan produksi pangan Jember dapat bermuara pada kesejahteraan petani dan gizi keluarga yang lebih baik.
Kader PKK: Minta Pendanaan yang Memadai untuk Program Kesehatan
Dalam pertemuan yang dihadiri Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, para kader Posyandu menyampaikan peran strategis mereka sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mereka rutin melakukan penimbangan balita, penyuluhan gizi, serta pendampingan keluarga dalam program kesehatan dasar.
Umi Salamah, perwakilan kader PKK Desa Karangrejo, secara terbuka menyampaikan aspirasinya. “Mudah-mudahan ke depannya untuk PKK dalam lingkup besar Kecamatan Gumukmas bisa lebih maju. Terus kalau bisa, pendanaannya juga ditambah, jadi tidak hanya segitu-segitu saja, biar program-program yang kita susun bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya. Harapan ini mencerminkan keinginan kuat para kader agar dukungan anggaran yang lebih memadai dapat mewujudkan program kesehatan yang lebih optimal di tingkat desa.
Petani Jember: Dari Lumbung Pangan Menuju Meja Makan yang Bergizi
Di Balai Desa Kepanjen, suasana tak kalah hangat. Puluhan tokoh tani dari berbagai dusun berdialog dengan perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Bakesbangpol, serta dua akademisi: Dr. Bambang Herry Purnomo (UNEJ) dan Dr. Yossi Wibisono (Politeknik Negeri Jember).
Dr. Bambang menegaskan bahwa meskipun Jember memiliki serapan gabah tertinggi di Jawa Timur, angka stunting masih mencapai 30,4 persen. “Prestasi di hulu luar biasa. Tapi sekarang, kita harus fokus agar prestasi itu bisa dirasakan di meja makan setiap rumah,” ujarnya.
Sementara Dr. Yossi menyoroti ketimpangan konsumsi pangan masyarakat. “Kita sudah ‘kenyang’ padi dan gula, tapi masih kekurangan sayur, buah, dan protein hewani,” katanya. Ia mengusulkan Gerakan Pekarangan Produktif sebagai solusi sederhana namun strategis untuk meningkatkan asupan gizi sekaligus pendapatan rumah tangga petani.
Para petani juga menyampaikan keluhan klasik: keterbatasan pupuk bersubsidi, sulitnya pemasaran, dan fluktuasi harga. Plt. Kepala DTPHP menjawab tegas bahwa kelompok tani akan terus diperkuat melalui pembinaan, akses sarana produksi, dan pendampingan teknologi.
Sinergi Lintas Sektor untuk Jember Sehat dan Sejahtera
Kedua rangkaian kegiatan “Gus’e Menyapa” di Gumukmas menunjukkan benang merah yang sama: keberlimpahan pangan Jember hanya akan bermakna jika mampu menurunkan stunting, meningkatkan gizi keluarga, dan menyejahterakan pelakunya—baik petani maupun kader kesehatan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bakesbangpol, DTPHP, DP3AKB, dan dinas terkait lainnya menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti aspirasi yang muncul, termasuk penambahan pendanaan program PKK dan perluasan gerakan penganekaragaman pangan berbasis pekarangan.
Dengan dialog terbuka seperti ini, Jember tidak hanya ingin dipertahankan sebagai lumbung pangan Jawa Timur, tetapi juga sebagai kabupaten yang berhasil mewujudkan keluarga sehat, petani sejahtera, dan anak-anak bebas stunting. “Gus’e Menyapa” di Gumukmas menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat, mendengar, dan siap bertindak bersama.



