Dekatkan Layanan dan Serap Aspirasi, Pemkab Jember Gelar Program Bunga Desaku di Pakusari

JEMBER, 21 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan publik dan mempererat komunikasi dengan warga melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Rangkaian kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait, tersebut berlangsung di Kecamatan Pakusari pada Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan pemerintahan secara efisien, menyampaikan aspirasi, serta mendiskusikan berbagai persoalan di tingkat desa. Melalui dialog intensif dan keterlibatan lintas sektor, Pemkab Jember berupaya memastikan seluruh kebijakan yang dirumuskan berorientasi pada kebutuhan riil warga demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang responsif, terbuka, dan inklusif.

Pelayanan Terpadu dan Penguatan Kelembagaan Desa

Pelaksanaan program Bunga Desaku di Pakusari turut memperkuat fungsi lembaga kemasyarakatan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember membuka layanan langsung yang difokuskan pada administrasi pemerintahan desa, kelembagaan RT/RW, dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala DPMD Kabupaten Jember, Adi Wijaya, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya posisi RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan. Menurutnya, pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, RT/RW, kader Posyandu, hingga unsur Forkopimda dapat mempercepat terbentuknya desa-desa yang mandiri, maju, dan sejahtera. Dukungan senada disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos. Ia menyatakan bahwa kehadiran jajaran pemerintah di tengah warga menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik berdasarkan masukan riil dari lapangan.

Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Sektor Kesehatan

Selain pelayanan administrasi, program Bunga Desaku di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, menjadi sarana edukasi bagi sekitar 400 pemuda yang terdiri dari unsur Karang Taruna, Pramuka, dan organisasi kepemudaan (OKP). Dalam forum tersebut, Gus Fawait memberikan pemahaman mengenai risiko pernikahan dini yang berdampak pada kesehatan ibu dan anak, keberlanjutan pendidikan, hingga kesejahteraan ekonomi keluarga.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah memaparkan sejumlah program prioritas bidang kesehatan, seperti jaminan persalinan gratis bagi warga asli Jember yang memenuhi syarat administrasi, program kunjungan bidan ke rumah ibu hamil untuk deteksi dini kehamilan berisiko, serta penguatan jaminan kesehatan masyarakat melalui Universal Health Coverage (UHC). Direktur RS Kalisat, dr. Nurul, yang hadir mewakili tiga direktur rumah sakit daerah, memaparkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan pemerintah guna meminimalkan risiko kehamilan.

Motivasi Pelajar di SMPN 1 Pakusari

Rangkaian Bunga Desaku juga diisi dengan kegiatan Apel Siswa di pelataran SMPN 1 Pakusari yang dihadiri lebih dari 800 pelajar. Gus Fawait hadir memberikan motivasi agar para siswa berani menuntut ilmu setinggi mungkin tanpa merasa terbatas oleh latar belakang ekonomi, sembari membagikan kisah hidupnya sebagai anak pesantren dari kawasan pelosok.

Bupati turut menyoroti persoalan stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Jember. Dalam sesi tersebut, Direktur RSD Balung, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT., Spine (K) Fics, menjelaskan bahwa usia ideal untuk kehamilan berada pada rentang 21 hingga 35 tahun guna menjamin keselamatan ibu dan kesehatan bayi yang dilahirkan.

Merespons hal tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Sugeng Riyadi, S.E., mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk terus mengawal anak-anak agar mengutamakan pendidikan. Kegiatan ini disambut positif oleh peserta, salah satunya Devi Saras Mita R., siswi kelas 9F SMPN 1 Pakusari penyandang disabilitas, yang mengaku termotivasi untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Dialog Terbuka dan Pemaparan Program Prioritas Daerah

Sebagai penutup rangkaian Bunga Desaku di Pakusari, Pemkab Jember menggelar forum “Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda” di Taman Wisata Seger Nusantara, Desa Subo, pada Senin malam. Forum dialog terbuka ini dihadiri sekitar 1.000 peserta, terdiri dari 600 tokoh masyarakat yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta 400 tokoh pemuda yang difasilitasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud). Acara malam tersebut turut dihadiri Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember Lingga Diputra, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Muspika Kecamatan Pakusari, serta narasumber KH Badrus Shodiq, Nyoman Arie Wibowo dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), dan Ketua DPC PKB Kabupaten Jember H. Ayub Junaedi.

Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan pentingnya penyiapan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Di sektor pendidikan, Pemkab Jember terus memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa, termasuk penyediaan bantuan biaya hidup (living cost) bagi penerima manfaat dari keluarga kurang mampu. Melalui komunikasi partisipatif dan penyerapan aspirasi secara langsung ini, Pemkab Jember berkomitmen menjadikan seluruh masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan daerah agar semakin tepat sasaran.

Related Articles

Back to top button