Bangun Kemandirian Ekonomi, Pemkab Jember Bekali Generasi Muda dan UMKM dengan Keterampilan Wirausaha Inovatif

JEMBER, 6 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus dorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kewirausahaan. Pada Kamis (04/06/2026), langkah konkret tersebut diwujudkan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) dengan menggelar serangkaian pelatihan aplikatif yang menyasar generasi muda, pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk merespons tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif, dengan membekali para peserta melalui literasi manajemen bisnis, adaptasi digital, hingga praktik produksi langsung yang berorientasi pada kebutuhan pasar saat ini.
Cetak Wirausaha Muda Tangguh dari Bangku Sekolah
Sebagai upaya membangun mental pebisnis yang kreatif dan adaptif, Disporabudpar Jember memusatkan Pelatihan Wirausaha Muda Tahun 2026 di kawasan wisata Puncak Rembangan. Kegiatan yang didominasi oleh pelajar SMK dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember ini dibuka oleh Plt. Kepala Bidang Kepemudaan dan Pembudayaan Olahraga, Deta Irama Kasih, S.ST.Par., M.M.
Dalam arahannya, Deta menyampaikan bahwa pemuda menempati posisi krusial sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk membekali mereka dengan wawasan bisnis yang relevan, sehingga mampu menciptakan peluang usaha mandiri yang berdaya saing, dengan visi pengembangan hingga ke pasar nasional maupun internasional. Pemilihan Puncak Rembangan yang bernuansa alam sengaja dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehingga para peserta lebih interaktif dalam berdiskusi dan menggali ide kreatif.
Untuk memperkuat fondasi bisnis peserta, pelatihan ini menghadirkan materi komprehensif. Bekerja sama dengan narasumber dari Bank Indonesia, peserta diajarkan menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) agar mampu mencatat pembukuan secara tertib dan profesional. Peserta juga diberikan wawasan seputar pemanfaatan teknologi untuk ekosistem bisnis, strategi pengembangan usaha, hingga literasi ekspor.
Pendekatan Aplikatif Ciptakan Produk Bernilai Ekonomi
Selain teori manajemen, keunggulan pelatihan ini terletak pada pendekatan praktik penciptaan produk kreatif secara langsung. Peserta didampingi instruktur untuk mempelajari teknik pembuatan gantungan kunci dan dasar sablon kaos, mulai dari proses desain, pemilihan material, hingga tahap produksi siap jual.
Praktik ini memberikan pengalaman nyata bahwa peluang usaha yang menjanjikan dapat dimulai dengan modal terjangkau. Hal ini dirasakan langsung oleh Andika, salah seorang peserta SMK yang mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan ini dinilai berhasil membuka pandangan para siswa bahwa keterampilan yang mereka pelajari tidak sekadar ditujukan untuk mencari pekerjaan setelah lulus, melainkan bisa menjadi landasan membangun usaha mandiri secara konsisten. Kepercayaan diri pelajar terbukti meningkat untuk berani mengeksekusi ide bisnis kreatif mereka.
Inovasi Kuliner UMKM Melalui Baking Demo Basic Class
Di tempat terpisah, upaya peningkatan daya saing juga difokuskan pada pelaku UMKM di sektor kuliner. Diskopumdag Jember menggelar kegiatan Baking Demo Basic Class yang bertempat di Kantor PLUT KUMKM Jember. Pelatihan ini memfasilitasi pelaku usaha untuk belajar sekaligus mempraktikkan langsung pembuatan berbagai produk bakery dan pastry kekinian, seperti Puff Pastry Es Teler, Croffin (Croissant Muffin), Soft Cookies, hingga Edo Special Burger Bun.
Pelatihan ini menyoroti pergeseran tren konsumen yang kini tidak hanya mempertimbangkan kelezatan rasa, melainkan juga keunikan, visual, kemasan, dan pengalaman mengonsumsi produk. Oleh karena itu, selain kemampuan produksi, peserta juga diajarkan strategi memformulasikan resep, menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), serta teknik pengemasan dan pemasaran.
Staf Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Diskopumdag Jember, Armelia Ratnasari Sugiarto, S.St., menekankan pentingnya adaptasi produk terhadap perkembangan zaman. Melalui kelas dasar ini, para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman bahwa inovasi bisnis tidak selalu membutuhkan proses yang rumit. Dengan memaksimalkan bahan baku yang praktis dan sentuhan kreativitas tinggi, UMKM dapat menghasilkan produk olahan yang menarik dan bernilai jual kompetitif.
Secara keseluruhan, sinergi program pelatihan dari Disporabudpar dan Diskopumdag ini menegaskan komitmen Pemkab Jember dalam mencetak ekosistem wirausaha yang unggul dari hulu ke hilir. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mentransformasi generasi muda dan pelaku UMKM menjadi kekuatan ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan siap mengangkat potensi produk lokal Jember di kancah yang lebih luas.



