Akselerasi Program Bebas Stunting: Kaliwates Gelar Penyaluran PMT, Vitamin A, dan Home Visit Balita Berisiko

Jember, 23 Februari 2026 – Pemerintah Kecamatan Kaliwates menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penanganan stunting sesuai instruksi Bupati Jember, Muhammad Fawait, SE, M.Sc, untuk menuntaskan kasus stunting di wilayah tersebut pada tahun 2026. Pada Rabu, 4 Februari 2026, Camat Kaliwates beserta Lurah Kaliwates, Lurah Tegal Besar, dan Kepala Puskesmas Kaliwates turun langsung ke lapangan guna melaksanakan rangkaian kegiatan terpadu yang mencakup pelayanan Posyandu, penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu formula, home visit balita stunting, serta edukasi kesehatan masyarakat di Kelurahan Kaliwates dan Kelurahan Tegal Besar.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pendekatan proaktif pemerintah daerah dalam menyasar balita berisiko stunting secara spesifik, dengan menggabungkan intervensi gizi, pemantauan kesehatan, dan pendampingan sosial. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di seluruh posyandu di Kecamatan Kaliwates guna mencapai target bebas stunting baru pada akhir tahun ini.

Pelaksanaan Posyandu dan Penyaluran Vitamin A

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Posyandu dalam rangka Bulan Timbang dan Pemberian Vitamin A di Posyandu Aster 15 Gomokbago, Kelurahan Tegal Besar. Camat Kaliwates secara simbolis menyerahkan Vitamin A kepada balita sasaran, didampingi Lurah Tegal Besar dan Kepala Puskesmas Kaliwates. Kegiatan ini bertujuan memantau pertumbuhan balita serta meningkatkan daya tahan tubuh anak melalui pemberian vitamin secara rutin sesuai program nasional. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran aktif para orang tua yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Penyaluran Susu Formula dan Intervensi Gizi di Posyandu Aster 28

Selanjutnya, tim yang terdiri dari Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos, Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si, S.Sos, MM, serta Kepala Puskesmas Kaliwates, dr. Rumi Enggarwati, MM, melakukan kunjungan dan penyaluran susu formula khusus di Posyandu Aster 28, RW 04, Kelurahan Kaliwates. Bantuan nutrisi ini menargetkan balita yang mengalami ketertinggalan pertumbuhan, dengan susu yang telah melalui penapisan oleh ahli gizi Puskesmas.

Camat Kaliwates menegaskan pentingnya kehadiran langsung di lapangan. Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup dilakukan secara administratif, melainkan memerlukan pemantauan tepat sasaran agar bantuan benar-benar dikonsumsi oleh balita yang membutuhkan. Ia juga menekankan peran orang tua dalam menjaga pola asuh, kebersihan lingkungan, dan pemberian gizi seimbang sebagai kunci utama keberhasilan.

Lurah Kaliwates menambahkan bahwa RW 04 dipilih sebagai lokasi prioritas berdasarkan data pertumbuhan balita yang memerlukan perhatian khusus. Pihak kelurahan akan terus menggiatkan kader Posyandu Aster 28 untuk memantau perkembangan harian pasca-pemberian bantuan.

Dari perspektif medis, Kepala Puskesmas Kaliwates menyatakan bahwa susu formula diformulasikan khusus untuk mengejar ketertinggalan berat dan tinggi badan. Pemantauan dan evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur efektivitas intervensi terhadap grafik pertumbuhan anak.

Home Visit dan Pendekatan Komprehensif

Kegiatan dilanjutkan dengan home visit ke beberapa balita stunting. Salah satunya kepada balita berusia 2 tahun bernama M. Fauzan Al Fatan di Kelurahan Tegal Besar, yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan berbagai permasalahan sosial, termasuk belum memiliki dokumen administrasi kependudukan, ayah yang sedang menjalani hukuman, serta tinggal dalam kondisi rumah tangga kompleks. Tim juga menemukan kasus pernikahan usia dini tanpa legalitas. Pemerintah Kecamatan Kaliwates akan mendampingi proses legalitas pernikahan dan pengajuan dispensasi sesuai ketentuan hukum sebagai bagian dari pendekatan holistik.

Home visit lain dilakukan kepada balita dari keluarga dengan riwayat Tuberkulosis (TB), di mana tim memberikan pendampingan gizi, edukasi pola hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penularan penyakit. Selain itu, tim menindaklanjuti aduan kader terkait warga yang tidak aktif membawa balita ke Posyandu dan menolak vaksin, dengan melakukan pendekatan persuasif serta edukasi mengenai manfaat imunisasi dan pemenuhan hak kesehatan dasar.

Edukasi dan Sinergi Lintas Sektor

Sepanjang kegiatan, edukasi kesehatan disampaikan kepada masyarakat, termasuk menu gizi seimbang berbahan pangan lokal yang murah dan kaya protein. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, seperti Kepala Seksi PMKS Kecamatan dan Kelurahan, petugas promosi kesehatan, ahli gizi Puskesmas, serta kader Posyandu Aster 15, Aster 16, dan Aster 28. Sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi utama keberhasilan program.

Protokol kesehatan tetap diterapkan selama seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk kewaspadaan bersama. Melalui upaya intensif ini, Pemerintah Kecamatan Kaliwates menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan menyeluruh, serta memperkuat pencegahan dan penanganan stunting demi mewujudkan generasi mendatang yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button